Wapres Sebut Masuknya Universitas Asing Lebih Efisien daripada Kuliah ke Mancanegara

Wapres Sebut Masuknya Universitas Asing Lebih Efisien daripada Kuliah ke Mancanegara

SOLOPOS.COM - Mahasiswa menghadiri upacara wisuda di the John F. Kennedy School of Government dalam the 361st Commencement Exercises di Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, 24 Mei 2012. (JIBI/Solopos/Reuters/Brian Snyder)

Wapres JK menilai masuknya universitas luar negeri di Indonesia lebih efisien daripada mengirim mahasiswa kuliah ke mancanegara.

Solopos.com, DEPOK -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai rencana masuknya universitas dari luar negeri ke Indonesia lebih efisien dalam mengadopsi pendidikan yang lebih maju. Dia membandingkannya dengan mengirimkan mahasiswa Indonesia ke mancanegara menggunakan dana beasiswa pemerintah.

Dengan beroperasinya universitas asing di dalam negeri, katanya, kesempatan pelajar Indonesia lebih terbuka untuk merasakan pengalaman mengenyam pendidikan di perguruan tinggi asing dengan kualitas terbaik di dunia.

"Triliunan kita [pemerintah] biayai [melalui program] LPDP. Mana yang lebih baik? Kita bawa sekolahnya ke sini sehingga lebih banyak anak yang bisa sekolah," ujarnya di sela-sela acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 yang bertempat di Pusdiklat Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/2/2018).

JK menjelaskan dengan masuknya perwakilan resmi perguruan tinggi asing ke dalam negeri, akan mendorong praktisi pendidikan di Tanah Air bertukar ilmu dan memiliki pembanding dalam mengembangkan dunia pendidikan.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir mengatakan membuka peluang bagi universitas asing ternama untuk beroperasi di Indonesia.

Universitas luar itu nantinya harus menggandeng perguruan tinggi swasta di Indonesia. Dalam hal ini menteri pendidikan menekanan program studi prioritas diantaranya bidang sains, teknologi, keinsinyuran, matematika, bisnis, dan manajemen. Targetnya ada sekitar 10 perguruan tinggi asing yang akan beroperasi di Indonesia pertengahan 2018.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.