Wanita Solo Ini Sudah Rindu Makan di Restoran Cepat Saji dan Kafe, Kamu?
Karyawan KFC Jl. Slamet Riyadi Solo membersihkan meja tempat makan konsumen, Rabu (3/6/2020). (Solopos/Wahyu Prakosa)

Solopos.com, SOLO -- Hampir tiga bulan masa pembatasan aktivitas di luar rumah, membuat masyarakat kangen menyantap kuliner di rumah makan. Seperti wanita asal Solo ini yang ingin segera makan dan kumpul bareng sahabatnya di restoran cepat saji saat new normal diterapkan.

Adalah Dian, 39, yang mengaku rindu jajan di restoran cepat saji dan kafe. Menurut dia, aktivitas di restoran tidak sekadar untuk makan, tetapi bisa menjadi ruang untuk menghabiskan waktu bersama kawan-kawannya.

Restoran dan Kafe bisa menjadi ruang rekreasi untuk mengilangkan kepenatan selesai bekerja di kantor. Perempuan yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) tersebut mengunjungi restoran cepat saji dan kafe sedikitnya tiga kali dalam satu pekan.

Pelaku Wisata Sudah Kangen Jualan, Intip Aktivitas Mereka di Prambanan dan Malioboro

Tapi, pandemi Covid-19 membuat ia mengurungkan niat untuk makan atau berkumpul di tempat tersebut.

“Sejak adanya KLB [kejadian Luar Biasa] saya enggak lagi ke restoran atau warung kopi karena khawatir. Saya sadar diri. Bisa ditulari virus dari orang-orang yang berkumpul di kafe,” ujar dia kepada Solopos.com, Rabu (3/6/2020).

Rindu Suasana Restoran dan Kafe

Warga Kelurahan Kedunglembu, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo tersebut mengaku rindu dengan suasana kafe atau restoran. Ia akan melakukan aktivitas tersebut lagi bila sudah ada regulasi mengenai new normal di restoran cepat saji.

Dihantam Covid-19, Bisnis Properti Bisa Bangkit Kalau Melakukan Hal Ini

“Sekarang banyak orang mulai makan di tempat resto dan kafe. Semoga kafe menerapkan wajib pakai masker, termasuk dengan thermogun, dan wajib mencuci tangan. Kebersihan meja dan kursi juga harus diperhatikan setelah dipakai orang harus disemprot hand sanitizer,” katanya.

Sementara itu, pengelola restoran siap saji di Solo mulai menerapkan new normal. Salah satunya dilakukan dengan menyiagakan petugas khusus untuk menuangkan saus.

Peran pertugas yang khusus hadir selama sama pandemi Covid-19 ini penting sebab tuas saus biasa dipegang hampir semua konsumen.

Pak Presiden, Tolong Dengar Kritik Soal Tapera yang Menggerogoti Gaji Karyawan

Pantauan Solopos.com, Rabu, konsumen memenuhi kursi yang disediakan di sejumlah restoran cepat saji sepanjang Jl. Slamet Riyadi, Solo. Seluruh gerai mengurangi meja dan kursi sebanyak 50 persen untuk memastikan para pelanggan jaga jarak.

Di KFC Slamet Riyadi, Solo, konsumen lebih banyak bertransaksi melalui drive thru selama penerapan new normal di restoran cepat saji itu. Akses pintu utama ditutup sehingga konsumen yang ingin makan di tempat bisa melalui pintu belakang serta pintu samping.

Layanan Makan di Tempat Dibatasi

Sebanyak 10 meja diatur di depan kasir untuk memastikan ada jarak antara konsumen dan petugas kasir. Pramuniaga bersiaga melayani pemberian saus sehingga para pelanggan yang makan di tempat tidak menyentuh tuas saus.

Korban Tabrakan di Manahan Solo Ternyata Wanita Lansia Asal Sragen

Jam operasional yang melayani pelanggan selama 24 jam tetap berjalan. Kecuali, layanan makan di tempat hanya pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB. KFC menampilkan daftar menu dengan beragam promo sebagai upaya memulihkan omzet saat pandemi Covid-19, salah satunya Promo KFC Crazy Deals.

Manajer Restoran KFC Slamet Riyadi, Ari Jatmiko, mengatakan pandemi Covid-19 memukul semua restoran. KFC Slamet Riyadi mengalami penurunan omzet 50 persen. Keadaan kini berangsur membaik walaupun belum normal.

“Strategi promo dan memaksimalkan layanan drive thru serta layanan online berhasil membantu kami selama pandemi. Omzet dari layanan drive thru meningkat 100 persen saat pandemi Covid-19. Kami akan meningkatkan protokol kesehatan untuk menjamin para pelanggan pada tahapan kenormalan baru,” jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho