Wanita Simo Melapor Dihina Oknum Polisi, Ini Respons Kapolres Boyolali

Pengacara R mengatakan telah mengadukan oknum polisi di Polres Boyolali tersebut dengan dugaan pelanggaran etik dan profesi.

 Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond, Senin (17/1/2022).  (Solopos-Ni`matul Faizah)

SOLOPOS.COM - Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond, Senin (17/1/2022). (Solopos-Ni`matul Faizah)

Solopos.com, BOYOLALI — Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, menegaskan pihaknya menindaklanjuti laporan R, wanita asal Simo, Boyolali, terkait ujaran tidak menyenangkan yang diduga dilakukan salah satu oknum polisi di jajarannya.

“Untuk pengaduan terkait dengan pelapor, itu benar, tetap kami terima. Sesuai dengan prosedur akan kami tindak lanjuti dan akan diperiksa oleh Propam Polres Boyolali,” ungkap AKBP Morry kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

PromosiWaduk Gajah Mungkur Tenggelamkan Rel Kereta Api Wonogiri-Baturetno

Namun demikian, Kapolres mengatakan masih belum bisa memastikan siapa oknum polisi yang diadukan karena harus melewati tahap berita acara pemeriksaan.

“Sebenarnya belum bisa kami pastikan oknum siapa karena harus dituangkan dalam berita acara pemeriksaan. Nanti dari berita acara pemeriksaan kami coba gelar kemudian kami cek. Baru nanti dari gelar yang kami pastikan barulah kami tindak lanjuti untuk pemeriksaan,” ungkap Morry Ermond.

Baca juga: DIPA Naik Rp8 Miliar, Kapolres Boyolali Targetkan Raih Predikat WBBM

Diberitakan sebelumnya, perempuan berinisial R, 28, asal Simo, Boyolali, mengaku mendapat ucapan tidak menyenangkan dari salah satu oknum polisi saat melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpanya, Senin (10/1/2022) ke Polres Boyolali.

“Setelah saya mengalami kejadian itu, langsung saya lapor ke Polres Boyolali. Begitu saya sampai sana, saya diterima dengan baik oleh SPKT [Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu]. Sampai di SPKT, saya diarahkan ke belakang untuk ke ruang kronologi,” ungkapnya kepada wartawan di Boyolali, Senin (17/1/2022).

Melontarkan Kata-Kata Tak Menyenangkan

Sampai di ruang yang ruang Satreskrim, R menjelaskan kejadian yang dialaminya kepada polisi yang bertugas. Setelah selesai menjelaskan kasusnya, R menjelaskan personel polisi yang disebutnya sebagai oknum perwira datang dan melontarkan kata-kata tidak menyenangkan.

“Siapa? Istrinya S, Pak. Lha ngopo rene? [Mengapa ke sini?] Reti bojone ngono kok ra dikandani malah meneng wae [Tahu suaminya seperti itu kok nggak dibilangi malah diam saja],” ungkap R ketika menirukan ucapan personel polisi itu. Kebetulan, suami R tersandung kasus perjudian yang ditangani Polres Boyolali.

Baca juga: Pelaku Belum Ketemu, 2 Kasus Menonjol Ini Masih Jadi PR Polres Boyolali

Kemudian, R menceritakan ada personel polisi lain yang menjelaskan kasus yang ia laporkan adalah kasus pemerkosaan yang dialaminya di wilayah Bandungan, Semarang.

Setelah dijelaskan, tiba-tiba oknum polisi tersebut mengatakan hal yang membuat mental R semakin turun. “Lha piye, penak?” ucap R menirukan omongan oknum personel Polres Boyolali tersebut.

“Waktu mendapat ucapan tersebut saya langsung nge-down. Saya dapat kejadian seperti itu. Ditambah kata-kata tidak mengenakkan. Saya dapat musibah malah diomongin seperti itu, saya tambah sakit, malu, sudah jatuh tertimpa tangga, terus dikatain seperti itu,” kata R.

Baca juga: Sebar Nomor WA Aduan Publik, Kapolres Boyolali Malah Diajak Kenalan

Sementara itu, pengacara R, Hery Hartono, mengatakan telah mengadukan oknum polisi di Polres Boyolali tersebut dengan dugaan pelanggaran etik dan profesi. Hery juga menjelaskan pengaduan tersebut sebagai pembuktian kalau hukum tidak tebang pilih.

“Dalam hal ini tentu dengan kami memberanikan diri melapor, tujuannya untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Agar masyarakat tahu kalau hukum ini tidak tebang pilih, tidak tumpul ke atas tajam ke bawah. Karena ada bukti kalau penegak hukum melakukan pelanggaran ya ternyata ada proses,” tambah Hery saat mendampingi R pada Senin.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kisah Bandar Candu Opium Raksasa dari Solo yang Memasok Seluruh Jawa

+ PLUS Kisah Bandar Candu Opium Raksasa dari Solo yang Memasok Seluruh Jawa

Surakarta atau Solo sempat menjadi tempat tinggal bandar candu atau opium raksasa yang sanggup memasok dan menguasai hampir perdagangan candu di seluruh Pulau Jawa, sekitar 1860-an, dimana kala itu, menghisap candu menjadi hal wajar dan legal.

Berita Terkini

Belum Ada Kasus, Lurah Di Solo Minta Warga Tetap Waspada Hepatitis Akut

Sejumlah lurah di Kecamatan Laweyan, Solo, mengimbau para ketua RT dan RW agar tetap mewaspadai penularan hepatitis akut meski belum ada kasus sejauh ini.

Punya Seribuan Hewan Kurban, Begini Langkah Lazismu Solo Antisipasi PMK

Lazismu Solo yang memiliki seribuan hewan kurban sapi dan kambing telah mengambil langkah antisipasi agar hewan kurban tersebut tidak terkena wabah PMK.

Banyak Pertanyaan Soal Pendaftaran PKL CFD, Ini Jawaban Disdag Solo

Dinas Perdagangan (Disdag) Solo mendapatkan banyak pertanyaan dari para PKL yang ingin berjualan di area car free day atau CFD pada Minggu pagi.

Meriah! Pelaksanaan Karya Potensi Akademik di Disdikbud Wonogiri

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri menggelar Gelar Karya Potensi Akademik di area parkir indoor gedung B Disdikbud Wonogiri, Kamis (19/5/2022).

Kisah Calo Tiket Bioskop Era 1980-An di Solo: Film India Paling Ramai

Seorang warga Purbowardayan, Tegalharjo, Jebres, Solo, menceritakan saat dirinya menjadi calon tiket Bioskop Rama Theatre pada era 1980-an.

Mahasiswa Akper Patria Husada Surakarta KKN di Jotangan Klaten

Sebanyak 16 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Patria Husada Surakarta mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Jotangan, Kecamatan Bayat, Klaten, sejak Rabu (11/5/2022).

Ini Bakpia Bayat Klaten yang Dipasarkan hingga Luar Jawa, Pernah Coba?

Di Dusun Winong, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, terdapat rumah produksi bakpia yang sudah merambah sampai luar Jawa.

Heboh Badarawuhi Di Film KKN Desa Penari, Di Solo Juga Ada Ular Mistis

Seperti kisah Badarawuhi, lelembut berwujud asli ular di film KKN Di Desa Penari, di Solo juga ada cerita rakyat mengenai kemunculan ular mistis di beberapa kesempatan.

Kisah Bandar Candu Opium Raksasa dari Solo yang Memasok Seluruh Jawa

Surakarta atau Solo sempat menjadi tempat tinggal bandar candu atau opium raksasa yang sanggup memasok dan menguasai hampir perdagangan candu di seluruh Pulau Jawa, sekitar 1860-an, dimana kala itu, menghisap candu menjadi hal wajar dan legal.

Respons Surat BUM Desa, Mendes Blusukan ke Rel KA Wonosari Klaten

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mendatangi Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Kamis (19/5/2022) sore.

Papan Cagar Budaya akan Dipasang di 4 Sisi Tembok Eks Keraton Kartasura

Diharapkan dengan keberadaan papan tersebut menumbuhkan rasa memiliki bagi masyarakat, sehingga dapat merawat cagar budaya secara bersama-sama.

Ingat! Pemkab Wonogiri Masih Wajibkan Warganya Pakai Masker Lo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri belum mengubah kebijakan penggunaan masker di tempat terbuka. Masyarakat Kabupaten Wonogiri masih diwajibkan menggunakan masker meski di tempat terbuka.

Buntut Tragedi Gas Bocor, 50 Pelaku UKM Mojosongo Solo Diberi Pelatihan

Setelah tragedi gas bocor yang mengakibatkan dua orang meninggal, warga dan pelaku UMKM Mojosongo, Solo, diikutkan pelatihan penanganan kebakaran dan bahaya api.

Pemkab Wonogiri Pantau Pasar Hewan untuk Cegah PMK, Ini Lokasinya?

Pemeriksaan hewan ternak di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Wonogiri dimulai sejak, Selasa (10/5/2022). Dari total 2.936 hewan ternak yang diperiksa, tak satupun memiliki gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).

Siap-Siap! Satpol PP Solo Bakal Operasi Tertibkan PKL, Ini Sasarannya

Satpol PP Solo akan melakukan operasi penertiban pedagang kaki lima atau PKL yang dianggap sudah semrawut di beberapa lokasi.

Pemkab Klaim Belum Ada Hewan Ternak Terinfeksi PMK di Wonogiri

Pemkab Wonogiri mengklaim belum menemukan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah setempat, Kamis (19/5/2022).