Ilustrasi nyeri punggung. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Osteoporosis alias pengeroposan tulang merupakan penyakit yang wajib diwaspadai baik pria maupun wanita. Namun, banyak orang berpendapat jika penyakit ini lebih sering dialami wanita. Benarkah demikian?

Selama ini masih banyak yang menganggap osteoporosis lebih banyak menyerang perempuan dan hanya perlu diwaspadai jika usia sudah mulai menua saja. Padahal banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya osteoporosis, sehingga siapa saja bisa mengalami penyakit tersebut.

“Semua bisa terkena osteoporosis, hanya jenisnya beda. Perempuan memang lebih berisiko dibanding pria, terutama sesudah menopause,” kata kepada Solopos.com, dokter di RSUD Dr. Moewardi Solo, Yulyani Werdiningsih, awal November 2019.

Meski demikian, bukan berarti pria tidak berisiko terkena osteoporosis. Konsumsi alkohol, kopi, dan merokok juga merupakan faktor pemicu osteoporosis.

“Kendati demikian pria juga berisiko terkena osteoporosis karena faktor penggunaan obat tertentu dan mereka yang menderita ginjal kronis, apalagi jika konsumsi alkohol, kopi, dan merokok,” sambung Yulyani Werdiningsih.

Yulyani Werdiningsih menambahkan, osteoporosis adalah penyakit tulang yang sistemik yang berakibat pada penurunan kepadatan tulang. Penurunan kepadatan tulang ini biasanya akan berlangsung secara bertahap dan tidak bergejala.

Salah satu tanda awal osteoporosis adalah nyeri tulang belakang setelah duduk, kemudian membaik seusai berbaring. Osteoporosis juga ditandai dengan penurunan tinggi badan.

“Apabila ada nyeri tulang belakang [punggung] setelah duduk lama kemudian membaik setelah berbaring, memang harus diwaspadai bisa jadi itu tanda awal adanya osteoporosis. Di samping tanda lainnya seperti penurunan tinggi badan,” sambung dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten