Wanita di Jepang Dilarang Berkacamata Saat Kerja Tuai Protes
Ilustrasi wanita berkacamata. (Reuters)

Solopos.com, TOKYO — Beberapa perusahaan di Jepang menerapkan larangan bagi karyawan wanita untuk memakai kacamata saat bekerja. Larangan itu tak pelak memicu protes dari para wanita Jepang di media sosial.

Dikutip dari Detik.com, Minggu (10/11/2019), wanita di berbagai tempat kerja di seluruh Jepang, termasuk resepsionis di department store, staf perhotelan, hingga perawat di klinik kecantikan, telah dilarang memakai kacamata saat bekerja.

Seorang wanita Jepang berinisial A menceritakan soal pelarangan tersebut. Ia bekerja sebagai resepsionis di suatu department store besar dan melayani pelanggan untuk meminjamkan kereta bayi dan kursi roda.

"Dia mengatakan ini seolah-olah itu sudah jelas. Aku berkata pada diriku sendiri pada waktu itu bahwa kita tidak diperbolehkan memakai kacamata karena kita perlu terlihat feminin, bahwa itu tidak ada gunanya memakai kacamata," ujarnya.

Sementara itu, menurut laporan BBC pada Sabtu (9/10/2019), pelarangan ini pun memicu protes dari para wanita Jepang. Mereka menyampaikan protes tersebut melalui tagar #kacamatadilarang. Tagar itu pun sempat menjadi trending topic di Twitter Jepang.

"Bukankah begitu merepotkan ketika anda bisa melihat semua pria paruh baya di dunia?" tulis salah satu akun di Twitter sembari melampirkan gambar kacamata barunya.

Kendati demikian, belum diketahui pasti di mana saja larangan ini diberlakukan dan atas arahan siapa kebijakan ini diterapkan. "Tidak jelas apakah yang disebut 'larangan' didasarkan pada kebijakan perusahaan, atau lebih tepatnya mencerminkan praktik yang diterima secara sosial di tempat kerja tersebut," lapor BBC.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho