Niken Nila Monica (kiri). (Detikcom-Erliana Riady)

Solopos.com, BLITAR -- Kisah misteri ditorehkan seorang wanita asal Blitar, Jawa Timur, bernama Niken Nila Monica, 33. Niken dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit karena menunjukkan gejala hendak melahirkan. Namun dokter kandungan tak menemukan bayi di rahim Niken.

Dokter yang memeriksa yakin bayi Niken sebenarnya sudah dilahirkan. Atas saran dokter, keluarga memeriksa seluruh sudut rumah. Ternyata benar, keluarga menemukan sesosok bayi di antara tumpukan baju di dalam kamar Niken.

"Kami menerima laporan penemuan janin itu Rabu (24/4/2019) malam. Langsung kami identifikasi, sedangkan jasad bayi kami evakuasi ke RSUD Mardi Waluyo untuk autopsi hari ini," terang Kasat Reskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono saat dimintai konfirmasi Detikcom, Kamis (25/4/2019).

Menurut Heri, bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal saat ditemukan.  Heri menambahkan pemeriksaan terhadap Niken belum bisa dilakukan karena kondisinya yang masih syok. Yang dilakukan polisi, kata Heri, adalah melakukan identifikasi dan olah TKP di lokasi kejadian di Jl. Palem Kelurahan Rembang Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

"Bayi juga kami bawa untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian bayi. Karena usianya masih 8 bulan," lanjut Heri.

Berdasarkan hasil olah TKP dan identifikasi, kata Heri, polisi juga menemukan sebuah gunting dan kain berlumuran darah di dekat lokasi bayi ditemukan.

"Ya kami lakukan autopsi. Untuk mengetahui apakah bayi meninggal dunia dalam kandungan, atau diluar kandungan sesaat setelah dilahirkan," pungkas Heri.

Polisi kemudian memutuskan membawa Niken ke RS Bhayangkara Kediri untuk pemeriksaan kondisi kejiwaan. Niken telah direkomendasikan tim dokter RSUD Mardi Waluyo untuk pulang. Begitu keluar rumah sakit, Niken langsung dijemput polisi untuk meneruskan proses penyelidikan kasus bayinya yang ditemukan tewas di dalam kamarnya.

Namun ketika sudah berhadapan dengan penyidik, warga Jl. Palem Kelurahan Rembang Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, itu tidak merespons semua pertanyaan dari penyidik. Dia hanya menggelengkan kepala, atau menggoyangkan telapak tangannya sambil tersenyum.

"Saat melakukan pemeriksaan, yang bersangkutan lebih banyak diam. Sehingga kami putuskan untuk membawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk memeriksakan kondisi kejiwaannya," kata tambah Heri Sugiono kepada wartawan, Jumat (26/4/2019).

Berdasarkan keterangan keluarga, Niken memang berperilaku tidak seperti orang normal. Pribadinya sangat tertutup dan lamban merespons komunikasi dengan orang lain. Keluarga menyebut Niken stres setelah ditinggal pergi suaminya, hanya tiga bulan setelah pasangan ini menikah pada 2014 lalu.

"Dari delapan saksi yang kami periksa, tidak ada satupun saksi yang mengetahui jika yang bersangkutan ini kondisinya melahirkan. Tahunya mereka, yang bersangkutan mengalami pendarahan. Para saksi ini juga tidak ada yang mengetahui proses persalinan yang bersangkutan," tandas Heri.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten