Kepala Dinas Sosial Karanganyar, Agus Heri Bindarto, (tiga dari kanan), saat menjemput tiga warga Karanganyar di Solo, Jumat (4/10/2019). (Istimewa/Dinas Sosial Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Tiga warga Karanganyar yang mencari nafkah dan menetap di Papua, pulang kampung pada Jumat (4/10/2019) pagi, menyusul adanya kerusuhan di Wamena.

Tiga warga itu adalah Parman dan Iwan Rifa'i warga RT 002/RW 004 Desa Kragan, Gondangrejo, serta Christian Budi P.H., warga RT 001/RW 001 Dusun Tegal, Jaten.

Mereka menumpang pesawat Hercules setelah mengantre beberapa hari di pengungsian. Pesawat Hercules yang membawa mereka mendarat di Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, Jatim, Kamis (3/10/2019) sore.

Kepala Dinas Sosial Karanganyar, Agus Heri Bindarto, berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah untuk menjemput mereka di Malang. Mereka dibawa ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Solo di Pajang, Kota Solo.

Baca juga: Lewat TMMD, TNI Buka Akses Karangpandan-Ngargoyoso Karanganyar

Di situ, petugas Dinas Sosial Karanganyar sudah menunggu dan mengantarkan pulang ke rumah. Agus menjelaskan warga Karanganyar baru tiga orang itu yang pulang.

"Christian tercatat sebagai PNS golongan III/c di Dinas Pertanian Wamena. Iwan membuka bengkel di Wamena dan Parman tukang ojek," kata Agus saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Jumat.

Agus menceritakan seluruh harta benda milik mereka di Wamena sudah rata dengan tanah karena dibakar massa selama kerusuhan di Wamena. Bahkan Christian harus menggantung seragam aparatur sipil negara (ASN) hingga batas waktu tidak ditentukan setelah kerusuhan.

Baca juga: Pemkab Karanganyar Ukur Lahan Kemuning, Ada Apa?

Saat dijemput, ketiganya hanya bawa tas berisi dokumen. Mereka hanya bertiga, tidak dengan keluarga. Christian tinggal di rumah orang tuanya di Jaten. Iwan pulang ke rumah istri di Klaten.

Parman pulang ke rumah saudara di Tuban, Gondangrejo. "Kondisi mereka sehat tetapi masih kaget. Mereka bilang dibawa terbang [Hercules] ke mana pun asalkan keluar dari Wamena," tutur dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten