Wall Sticker Bikin Tembok Tak Membosankan

Wall Sticker Bikin Tembok Tak Membosankan

SOLOPOS.COM -

SOLO–Interior rumah ternyata bisa didesain dengan indah dan menarik untuk menghilangkan kesan monoton. Banyak cara untuk mempercantik interior rumah, salah satunya dengan wall sticker.

Ruang tamu, ruang makan, kamar anak sampai kamar mandi pun bisa menggunakan variasi stiker dekorasi ini. Wall sticker terbuat dari bahan dengan permukaan antiair yang tipis, mudah dipasang dan dilepas.

Banyak pilihan stiker dinding dengan berbagai ukuran. Stiker dekorasi (deco sticker) ini berasal dari Cina, Korea dan Jerman. Harganya pun bervariasi mulai Rp6.000/lembar untuk ukuran kecil hingga Rp500.000/set untuk ukuran besar.

Kelebihan stiker ini tak merusak cat dan dinding. Meskipun mudah, pemasangannya tetap harus hati-hati saking tipisnya bahan. Stiker ini bisa dipasang di dinding, di furnitur, kaca jendela dan lantai. Bahkan, stiker jenis ini bisa dipasang di kaca mobil.

Irvan Efendi, 30, pengusaha wall sticker asal Jl Manggis III No 18, Wonorejo, Gondangrejo, Karangnyar, mengatakan wall sticker bisa dipasang di dinding ruang manapun, asalkan rata permukaannya.

Medianya bebas, asalkan rata. Ada banyak motif, mulai motif alam, bunga, tokoh kartun, menara Eiffel di Paris, gaul remaja dan seterusnya. Peminat stiker ini berasal dari semua kalangan, mulai anak-anak sampai ibu-ibu rumah tangga,” ujarnya saat dijumpai Solopos.com, Selasa (18/12/2012).

Ukuran paling kecil 30×50 cm harganya Rp6.000/lembar. Ukuran medium 50×70 cm hanya Rp12.000/lembar dan ukuran besar dipasang harga Rp20.000/lembar. Wall sticker milik Irvan berasal dari Cina dan Korea.

Penggunaan stiker itu cocok untuk semua model rumah, seperti tipe minimalis, mediterania, joglo, tropis dan model lainnya. Bahkan, semua arsitektur bangunan pun bisa memanfaatkan stiker ini.

“Banyak konsumen yang mengirim foto hasil desain wall sticker  ke akun facebook-nya. Hasilnya unik. Seperti wall sticker motif bunga warna merah dipasang di dinding bagian atas tempat tidur. Dengan berpose di tempat tidur, kosumen itu terlihat anggun. Ada lagi yang mendesain ruang tamu yang konstras dengan warna cat dinding biru dengan sofa warna kuning gading. Ruang itu terlihat menarik dengan dekorasi wall sticker motif love warna jambon,” terangnya.

Selain itu ada juga konsumen yang memamerkan foto desain ruang tamu dengan kombinasi warna hijau muda dan kuning. Ruang tamu dengan sofa elegan itu terlihat luas dan apik dengan hiasan wall sticker motif hewan. Berbeda dengan wall sticker buatan Jerman yang dipajang D-c-fix Desain di Solo Square lantai II.

Puluhan motif wall sticker  dengan berbagai ukuran ada semua di tempat itu. Harganya relatif lebih mahal dibandingkan stiker buatan Cina dan Korea. D-c-fix Desain memasang harga Rp15.000/meter sampai Rp500.000/set berisi delapan potong.

Supervisor D-c-fix Desain Solo Square, Nez, saat dijumpai Espos, Selasa, mengungkapkan pemasangan wall sticker ini ingin menunjukkan nilai estetika dan membuat ruangan terkesan lebih luas. Stiker ala Jerman ini tak hanya untuk dinding, tetapi bisa ditempelkan sebagai lis keramik kamar mandi karena bahan stiker ini tak mudah rusak terkena air.

“Bisa juga dipasang di dapur masak dengan menggunakan motif kotak-kotak. Bila kena minyak, ya tinggal dilap. Ada motif kayu yang bisa dipakai untuk furnitur agar tampak alami. Seperti pintu masuk Matahari Departemen Store Solo Square menggunakan wall sticker dengan motif kayu. Sekilas tampak seperti kayu, padahal hanya stiker,” tambahnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Gawat! Lonjakan Kasus Positif Corona di Klaten Melampaui Kudus

Jumlah kasus Corona aktif di Klaten saat ini dinilai melebihi lonjakn kasus yang sempat terjadi di Kudus beberapa waktu lalu.

Beredar Selebaran Kritikan Penanganan Covid-19, Ini Tanggapan Kapolres Kudus

Polisi turun tangan menelusuri sejumlah selebaran berisi kritikan kepada pemerintah tertempel di sejumlah ruas jalan di Kudus.

Hotel dan RS di Solo Ini Buka Layanan Isoman, Segini Tarifnya

Hotel di Solo yang membuka layanan isolasi mandiri (Isoman) bekerja sama dengan rumah sakit untuk memantau kesehatan para tamu yang positif Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Ortu Meninggal karena Covid-19, Bocah Yatim Piatu di Kaltim akan Dibantu Dinsos Sragen

Dinsos Sragen menindaklanjuti informasi adanya bocah berumur 10 tahun, Alviano Dafa Raharjo, yang menjadi yatim piatu karena ortu meninggal karena Covid-19.

Asale Pesanggrahan, Saksi Bisu Kejayaan Kopi di Desa Deles, Klaten pada Zaman Kolonial

Kawasan Pesanggrahan PB X di Deles, Klaten dikenal sebagai tempat yang berkaitan perkebunan kopi sekaligus tempat produksi.

WHO Ajak Seluruh Negara Lacak Asal Virus Corona

World Health Organization atau WHO menyerukan seluruh negara di dunia melacak asal-usul virus corona pemicu Covid-19.

Menengok Desa Bonyokan Klaten, Kampung Pencetak Atlet Panahan Tingkat PON hingga Olimpiade

Dukuh Bonyokan Desa Bonyokan,Jatinom, dikenal sebagai daerah pencetak atlet panahan profesional dalam beberapa tahun terakhir.

Spesifikasi Oppo A54 5G, Ponsel 4 Kamera Dengan Fitur Dazzle Color

Perusahaan smartphone asal Tingkok, Oppo, merilis produknya yakni seri A54 5G pada April lalu yang mempunyai tampilan yang elegan dan spesifikasi menarik.

Rocky Gerung Kritik Video Jokowi Kehabisan Obat di Apotik

Akademisi Rocky Gerung mengkritik aksi Presiden Joko Widodo alias Jokowi blusukan mencari obat terapi Covid-19 di apotek.

Ada Youtube Shorts, Konten Kreator Indonesia Bisa Monetisasi?

Youtube yang menghadirkan layanan Youtube Shorts sudah memperkenalkan versi beta di Indonesia. Bisakah monetisasi Youtube Shorts?

26 Tahun Paling Pas Buat Menikah, Benarkah?

Pertanyaan, "Kapan menikah," bisa jadi monster, namun sejatinya, pernahkah Anda merenung usia berapa seseorang sebaiknya menikah?

Kasus Baru 45.416, Pasien Meninggal Covid-19 di Indonesia Tambah 1.415 Orang  

Kasus meninggal terbanyak karena Covid-19 terjadi di Jawa Timur sebanyak 356 kasus, Jawa Tengah 338 kasus, dan DKI Jakarta 151 kasus.