Walikota: Penataan Pasar Gede tunggu kesepakatan warga
Walikota Solo, Joko Widodo (Dok. SOLOPOS)
Walikota Solo, Joko Widodo (Dok. SOLOPOS)

Solo (Solopos.com)--Walikota Solo, Joko Widodo, menegaskan penataan kawasan Pasar Gede menunggu adanya kesepakatan dari warga. Menurut Jokowi, penataan tidak bisa dilakukan secara parsial.

Meski demikian Jokowi menegaskan Pemkot khususnya Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) belum berencana memulai penataan lantaran kegiatan tersebut sifatnya menyeluruh alias bukan sepotong-sepotong.

Sebagai informasi, DTRK berencana menyegerakan kegiatan penataan Pasar Gede. Meski ada sebagian warga yang belum setuju terkait kompensasi dari imbas memundurkan bangunan toko, namun DTRK berencana memulai pembangunan di titik-titik yang warganya sudah sepakat. Rencana ini sontak menuai kritik dan ancaman dari legislator.

”Kabar mengenai pembangunan yang sepotong-sepotong tidak benar. Sebab pembangunan di sana (Pasar Gede-red) sifatnya menyeluruh,” ujarnya, Selasa (16/8/2011).

Berdasarkan enam kali hasil pertemuan antara warga dengan sejumlah otoritas terkait, sambung Jokowi, pihaknya belum menangkap adanya suara yang tidak setuju atas penataan kawasan Pasar Gede. Oleh sebab itu, dia mengaku heran dengan adanya kabar mengenai sejumlah warga yang belum setuju dengan rencana penataan tersebut.

”Sampai sekarang setahu saya belum ada yang tidak setuju. Tapi kalaupun memang benar ada yang tidak setuju ya akan kami undang lagi sampai tercapai kata sepakat. Tidak masalah,” tukasnya.

Intinya, menurut Jokowi, semua masalah harus clear dan tidak ada beberapa pihak yang mengomel di belakang menjelang kegiatan penataan kawasan Pasar Gede berjalan. Lebih lanjut, Jokowi berharap kegiatan penataan Kawasan Pasar Gede bisa berjalan selancar penataan di Jl Kapten Mulyadi.

(aps)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom