Wali Murid Minta SLBN Karanganyar Tak Digusur Hingga Akhir Semester

Wali murid SLBN Karanganyar ingin siswa tidak terganggu belajarnya dengan relokasi. Relokasi disarankan dilakukan pada akhir semester.

 SLB Negeri Karanganyar. (slbnkaranganyar.com)

SOLOPOS.COM - SLB Negeri Karanganyar. (slbnkaranganyar.com)

Solopos.com, KARANGANYAR —  Sebagian wali murid Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Karanganyar meminta relokasi sekolah baru dilakukan setelah pembelajaran semester genap tuntas. Pemkab Karanganyar akan menggusur SLBN dan memindahknya sejauh lebih dari satu kilometer karena lahan saat ini bakal jadi area parkir Masjid Agung Karanganyar.

Astuti, salah satu wali murid SLBN, mengatakan akan lebih baik jika saat ini anak-anak berkonsentrasi belajar tanpa dihantui kekhawatiran bakal dipindah. Paling hingga semester genap selesai.

PromosiHadir di TMII Sejak 1977, Kereta Kelinci Melawan Mahalnya Akses Hiburan

“Menurut saya, kalau mau direlokasi sebaiknya nanti menunggu akhir semester supaya anak-anak bisa berkonsentrasi menyelesaikan pelajaran atau ujian-ujian. Kalau relokasi di tengah-tengah semester kan pastinya akan repot,” ujarnya saat ditemui di sekolah tersebut, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga: Lahan Dipakai Parkir Masjid Agung Karanganyar, SLB Bakal Digusur

Ia mengaku tidak mempermasalahkan relokasi SLBN Karanganyar ke SDN 4 Karanganyar Karanganyar yang berjarak sekitar 1,7 kilometer (km). “Kalau soal relokasi bagi saya tidak masalah. Rumah saya di Badran Asri dekat sini. Jadi kalau sekolahnya mau dipindah ke SDN 4 Karanganyar bagi saya tidak terlalu jauh,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi atau sosialisasi mengenai rencana relokasi tersebut.

“Belum ada surat dan belum ada sosialisasi. Saya tahu rencana relokasi hanya dari omong-omong. Mungkin memang prosesnya masih berjalan sehingga belum ada kepastian waktunya [relokasi],” kata Astuti.

Sebagaimana diketahui, SLBN Karanganyar akan direlokasi menyusul rencana penggunaan lahan sekolah tersebut untuk area parkir Masjid Agung Karanganyar.

Baca Juga: Tunggu Presiden Jokowi, Peresmian Masjid Agung Karanganyar Mundur

Lahan yang digunakan SLBN adalah milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar. Sedangkan gedung dan pengelolaannya dilakukan oleh Disdikbud Jawa Tengah (Jateng). Sehingga relokasi SLBN Karanganyar yang beralamat di Jl. Kapten Mulyadi Kompleks Perkantoran Pemkab Karanganyar itu melibatkan Disdikbud Jateng.

Rencana relokasi SLBN Karanganyar tersebut sudah disampaikan ke Disdikbud Jateng. Relokasi tersebut dinilai sangat memungkinkan dilakukan mengingat lahan yang ditempati milik Pemkab.

Sementara itu, SDN 4 Karanganyar merupakan sekolah inklusi. Sekolah ini kin hanya punya 48 siswa dan rencananya digabung dengan sekolah lain yakni SDN 01 Cangakan.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Kenapa Candi Gana di Klaten Disebut Candi Asu?

Candi Gana di Klaten, Jawa Tengah, yang dibangun pada abad IX Masehi disebut masyarakat sebagai Candi Asu. Kira-kira kenapa ya?

Ini Identitas Korban Kecelakaan Maut Dua Truk di Teras Boyolali

Polisi merilis identitas korban kecelakaan maut melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) pukul 04.30 WIB.

Tabrak Pohon & Masuk Parit di Jaten Karanganyar, Warga Solo Meninggal

Pengendara motor asal Kadipiro, Banjarsari, Kota Solo, Danis Wisnu Murti, 23, meninggal seusai terlibat kecelakaan tunggal di Jl. Solo-Sragen tepatnya Jaten, Kabupaten Karanganyar, pada Selasa (17/5/2022).

Apa Itu Onggo-Inggi, Sosok yang Kerap Muncul di Jembatan Jurug Solo?

Apa sih itu Onggo-Inggi, sosok yang dikabarkan kerap muncul di Jembatan Jurug Lama Solo, Jawa Tengah?

Lahan 20,1 Hektare di Sragen Dihibahkan ke Kemenparekraf, Ini Lokasinya

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk pembangunan Poltekpar Negeri, lokasi lahan itu tersebar di tiga kelurahan.

Pemkab Klaten Kembali Mendapatkan Opini WTP, Ini Komentar Bupati

Pemerintah Kabupaten Klaten sukses mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun Anggaran 2021.

Pemkab Sragen Hibahkan Lahan 20,1 Hektare ke Kemenparekraf, Buat Apa?

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk lokasi pembangunan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri.

Kenapa Nama Sala Berubah Jadi Solo? Ternyata Ini Sejarahnya

Kira-kira kenapa nama Sala bisa berubah menjadi Solo, salah satu kota yang ada di Jawa Tengah? Ternyata begini sejarahnya.

Butuh 2 Crane Evakuasi 2 Truk Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Evakuasi kedua truk yang terlibat kecelakaan di Jl. Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) membutuhkan dua crane.

Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Kecelakaan maut melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) diduga karena sopir mengantuk.

Dua Orang Meninggal Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Polisi menyebut dua orang meninggal dalam kecelakaan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Bluar! Dikira Truk BBM Terbakar di Jl. Solo-Semarang Boyolali, Ternyata

Salah seorang warga menyampaikan kesaksian saat kecelakaan melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Breaking News! Dua Truk Alami Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Dua unit truk terlibat kecelakaan di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Selasa (17/5/2022).

Mirip Punya Pemkot, Di Keraton Solo Juga Ada Wahana Kereta Listrik Lho

Di kawasan wisata Keraton Solo ada wahana baru kereta listrik yang bentuknya mirip kendaraan listrik wisata milik Pemkot Solo, mau coba?

Rudy Ikut Donor, DPC PDIP Solo Himpun 221 Kantong Darah

DPC PDIP Solo mengadakan aksi donor darah dan berhasil menghimpun 221 kantong dari pengurus dan kader. Aksi dipimpin langsung oleh FX Hadi Rudyatmo yang juga menjadi donor.