Wali Kota Solo Gibran Pastikan Siswa Divaksin Sebelum PTM Di Sekolah
Ilustrasi sekolah (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mendukung rencana Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang mewacanakan siswa sekolah divaksin Covid-19 sebelum pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai.

Pemberian vaksin pada anak usia sekolah bisa diberikan setelah guru dan dilakukan bertahap. Sesuai target Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, sekolah bisa mulai dibuka pada Juli. “Makanya Solo kami kejar terus vaksinasinya. Terutama gurunya dulu,” katanya kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Setelah vaksinasi kepada guru selesai, giliran siswa sekolah Solo yang divaksin. Kendati begitu, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu enggan memerinci lebih jauh, terkait rencana vaksinasi terhadap siswa. “Nanti kami koordinasi lagi,” kata Gibran.

Baca Juga: Walah, Ternyata Sudah 9 Legislator DPRD Solo Positif Covid-19, Semua Dari PDIP

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Dwi Ariyatno, mengatakan kuota vaksinasi pada guru hingga saat ini menyasar 1.470 orang. Jumlah itu termasuk pegawas sekolah, baik PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA baik negeri maupun swasta.

“Mekanisme pendaftaran, kami bikin google form online. Di dalammya ada 11 pertanyaan screening awal tentang riwayat kesehatan,” katanya melalui telepon, Selasa (2/3/2021).

Sampai saat ini, Gibran mencatat ada 6.800 guru, dari jenjang TK, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta. Mereka yang mendaftar duluan mendapatkan jatah vaksin sesuai kuota awal.

Baca Juga: 6 Rekannya Positif Covid-19, 20 Anggota DPRD Solo Malah Kunker ke Bandung & Surabaya

Zona Hijau

“Karena kuota terbatas sementara jumlah pendaftar banyak, kami prioritaskan yang memenuhi kriteria,” bebernya.

Ihwal rencana PTM, Gibran mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Daerah yang dianggap sudah zona hijau risiko Covid-19 diizinkan menggelar PTM.

Namun, ketentuan tersebut bisa berubah tergantung kebijakan Mendikbud. Pada sisi lain, untuk merampungkan vaksinasi hingga Juli dibutuhkan jumlah vaksin yang tidak seidkit.

Baca Juga: Hampir 1.000 Usulan Musrenbangcam Wonogiri Ditolak Gara-Gara Tak Sesuai Visi-Misi Bupati

Jumlah guru terdata sebanyak 6.800-an orang, belum termasuk guru SMA dan SMK. Belum lagi jumlah siswa yang akan divaksin di Solo.

“Soal zona sekolah itu juga belum pasti karena ada sekolah yang lokasinya sudah hijau tapi siswanya dari zona kuning atau merah. Nah, siswa dari zona merah tetap pembelajaran jarak jauh [PJJ] agar tidak saling tercampur antarsiswa zona merah dan hijau,” tandasnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom