Salah satu sudut kompleks Resosialisasi Argorejo yang lebih dikenal dengan Lokalisasi Sunan Kuning. (Antra-I.C. Senjaya)

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang mengundur waktu penutupan kompleks Resosialisasi Argorejo yang lebih dikenal sebagai lokalisasi Sunan Kuning. Jika sebelumnya dicanangkan bahwa Sunan Kuning sudah ditutup pada Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2019, maka penutupan baru akan dilakukan pada akhir bulan ini.

"Tadinya akan ditutup 15 Agustus, namun kami targetkan akhir Agustus ini sudah ditutup," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/8/2019).

Menurut dia, salah satu kendala dalam proses penutupan tersebut adalah penyiapan dana untuk tali asih para warga binaan yang merupakan wanita pekerja seks di kompleks tersebut. Alokasi dana tali asih untuk warga binaan pemkot di Sunan Kuning itu, menurutnya dianggarkan dalam APBD Perubahan 2019. Sementara, perubahan APBD 2019 tersebut masih dalam tahap evaluasi oleh Gubernur Jawa Tengah.

Ia mengharapkan proses evaluasi perubahan APBD tersebut bisa segera diselesaikan dan ditetapkan perdanya oleh DPRD Kota Semarang. Hendrar sendiri tidak menjelaskan secara detail nilai uang tali asih yang akan diberikan. "Angka pastinya di Dinas Sosial," katanya.

Namun demikian, setelah penutupan kompleks Sunan Kuning akan menjadi tempat yang bersahabat bagi masyarakat. Selain itu, para mantan penghuni Sunan Kuning juga bisa mandiri dan bebas dari usaha yang sifatnya prostitusi.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota Semarang berencana menutup kompleks resosialisasi Argorejo sebelum 17 Agustus 2019.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten