Aliran Sungai Bengawan Solo tampak hitam dan berbusa setelah hujan deras, Minggu (10/11/2019) sore. (Istimewa/Perumda Toya Wening Solo)

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengusulkan sebuah solusi untuk mengatasi pencemaran air Sungai Bengawan Solo yang terus terjadi selama bertahun-tahun.

Solusi itu yakni pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di hilir tiap anak Sungai Bengawan Solo atau menjelang tempuran.

Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan berdasarkan data dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), air di sungai itu sudah tidak ada yang layak dikonsumsi tanpa diolah.

“Air di Sungai Bengawan Solo itu 0% yang layak dikonsumsi. Sumber pencemaran sebagian besar dari anak-anak sungainya," jelas Rudy, sapaan akrab Wali Kota, kepada wartawan, pekan lalu.

Bupati Karanganyar Sebut Fortunernya Tak Kuat Nanjak, Netizen: Ganti Sopir Bukan Mobil

Saat pertemuan bersama Gubernur Jawa Tengah, pekan lalu, Rudy mengaku sudah mengusulkan agar membuat IPAL di hilir anak sungai atau di titik pertemuan anak sungai dengan Bengawan Solo.

Di bantaran dibuat bak-bak pengolahan sehingga air limbah yang mengalir ke anak sungai itu diolah dulu sebelum dialirkan ke Sungai Bengawan Solo.

Rudy mengatakan sumber dana pembuatan IPAL itu berasal dari pemerintah dan pengusaha atau kolaborasi. Solusi tersebut, sambung Rudy, disambut positif oleh semua pihak yang diundang.

“Solusi ini solusi orang bodoh kalau saya boleh bilang, sama-sama mengorbankan sungai, tapi ini anak sungainya sehingga tidak mencemari Bengawan Solo. Ini kalau bicara Bengawan Solo-nya lo,” ujarnya.

Murah Meriah! Mi Ayam Rp3.000 di Boyolali Ludes dalam 3 Jam

Apabila rencana tersebut direalisasikan, Solo akan membuat empat IPAL di masing-masing anak sungai yakni di hilir Kali Pepe, Kali Wingko, Kali Jenes, dan Kali Anyar.

“Tapi ya jangan Solo saja yang melakukan, tapi semua kota kabupaten yang dilalui Bengawan Solo. Misalnya, Sukoharjo bangun di Kali Samin biar limbah ciu tidak masuk ke Bengawan Solo," ucapnya.

Selain untuk mengolah air limbah baik rumah tangga maupun industri, Rudy menyebut IPAL tersebut juga bisa berfungsi ganda untuk mengendalikan banjir.

Tiap 21 Menit Palang Joglo Solo Bakal Dilintasi KA, Netizen: Tua Neng Dalan Lur!

Dijumpai terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengakui sudah mengantongi data terkait pelaku industri yang selama ini terindikasi menimbulkan pencemaran di sungai yang berhulu di Wonogiri itu.

Dia berharap dalam waktu dekat persoalan Sungai Bengawan Solo bisa diselesaikan. "Sekarang lagi kerja semua, mudah-mudahan nanti bisa segera dibereskan. Data-datanya kami sudah ada. Saya beri waktu satu tahun silakan semua memperbaiki sistemnya [IPAL]. Jangan buang limbah di sungai [Bengawan Solo]. Kalau anda melanggar, penegak hukum akan turun dengan kewenangannya,” ucapnya saat berkunjung ke Solo, Kamis (5/12/2019).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten