Tutup Iklan

Wali Kota Madiun Bantah Tudingan Tak Perhatian pada Atlet

Wali Kota Madiun, Maidi, membantah tudingan Pemkot Madiun kurang memperhatikan para atlet.

 Wali Kota Madiun, Maidi. (Istimewa/Pemkot Madiun)

SOLOPOS.COM - Wali Kota Madiun, Maidi. (Istimewa/Pemkot Madiun)

Solopos.com, MADIUN — Wali Kota Madiun, Maidi, membantah tudingan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kurang memperhatikan para atlet. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Madiun menyampaikan itu menanggapi pernyataan salah satu atlet Kontingen Jatim di PON XX Papua, Susi Dewi Wulandari, dan orangtuanya beberapa hari lalu.

Wulan, sapaan akrabnya, menyampaikan kekecewaan pada Pemkot Madiun. Dia menyebut Pemkot Madiun kurang perhatian pada para atlet. Kini, Wali Kota Maidi menanggapinya. Maidi membantah pernyataan Wulan.

Baca Juga : Mustakim Peraih Emas PON Papua Lari 58 Km dari Salatiga ke Klaten

“Sekarang kurang perhatian gimana. Bisa berangkat wes (sudah) bersyukur. Sudah disalurkan. Dapat emas lolos kami beri bonus,” ujar Maidi seperti dilansir Detikcom, Senin (18/10/2021).

Maidi juga mengklaim setiap atlet Kota Madiun mendapatkan fasilitas khusus, seperti penyaluran kerja. Maidi juga menyebut Pemkot menyiapkan anggaran khusus untuk pembinaan atlet. Pemkot Madiun mengalokasikan Rp1 miliar tahun ini.

“Dapat penghargaan lolos kami beri bonus. Lulus SMA melanjutkan kuliah, kami beri beasiswa. Uang pembinaan itu kalau tidak salah Rp1 miliar (tahun ini). Karena ada Covid-19 ini tidak optimal. Mungkin ini yang dikira kurang perhatian,” kata Maidi.

Baca Juga : WTP 6 Kali Beruntun, Sragen Dapat Insentif Rp14 Miliar Tahun Depan

Saat ditanya atlet Kota Madiun yang ikut Kontingen Jatim di PON XX Papua, Maidi menuturkan ada. Tetapi, dia mengaku tidak hafal siapa saja.

“Enek ketoke (ada sepertinya). Lewat mana gitu loh. Ada pokoknya, gabung mana gitu. Ada pokoknya. Belum menghadap, namanya tidak hafal saya,” tutur dia.

Maidi juga menyampaikan Pemkot Madiun akan mengalokasikan Rp2,7 miliar untuk Porprov Jatim tahun depan. Diberitakan sebelumnya, Wulan menyampaikan keluh kesah perihal Pemkot Madiun yang menurut dia tidak peduli terhadap atlet.

Baca Juga : Pemkot Madiun Beli Lagi 4.880 Laptop, Siap-siap Dibagikan Akhir Tahun

Wulan berharap Pemkot Madiun lebih peduli terhadap nasib para atlet, yang membawa harum nama Kota Madiun. “Gimana ya, dulu waktu masih SMP, pihak Pemkot Madiun ingin memberikan uang. Tapi tidak sesuai kenyataan. Uang yang dijanjikan hanya turun tiga bulan. Padahal janjinya, uang akan diterima selama menjadi atlet Kota Madiun,” ujar Wulan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Periksa Teman Novia Widyasari, Ini Kata Polisi Soal Dugaan Pemerkosaan

Polisi memeriksa teman Novia Widyasari Rahayu, mahasiswi Mojokerto yang ditemukan meninggal diduga bunuh diri, tetapi polisi belum mau banyak bicara soal dugaan pemerkosaan terhadap Novia.

Erupsi Semeru, Ibu-Anak Ditemukan Meninggal Berpelukan di Reruntuhan

Korban Rumini, 28, dan ibunya, Salamah, ditemukan meninggal dalam kondisi berpelukan di reruntuhan rumah mereka Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021).

Update! 15 Orang Meninggal & 27 Hilang Akibat Erupsi Gunung Semeru

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB memperbarui data korban jiwa maupun korban yang hilang akibat erupsi Gunung Semeru.

Musim Tanam Padi di Madiun, Pembelian Pupuk Bersubsidi Malah Dibatasi

Petani di Kabupaten Madiun mengeluhkan ketersediaan pupuk bersubsidi dan pembatasan pembelian per petak sawah per petani karena dinilai tidak sesuai kebutuhan.

Korban Meninggal Erupsi Semeru Bertambah, BNPB Terus Perbarui Data

BNPB akan terus melakukan pemutakhiran data korban meninggal dalam bencana letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kali terakhir tercatat 14 orang meninggal.

Viral Surat Ibu Novia Widyasari ke Kapolres Mojokerto, Ini Isinya

Ibunda Novia Widyasari mengirim surat kepada Kapolres Mojokerto yang isinya menegaskan anaknya depresi dan menolak jasadnya diautopsi.

Ibu Novia Tolak Autopsi, Kasus Bunuh Diri Anaknya Dianggap Musibah

Ibu Novia Widyasari, mahasiswi Mojokerto yang bunuh diri di makam sang ayah, sudah ikhlas menerima kasus kematian anaknya sebagai musibah.

Kasus Novia Bunuh Diri, Ini Pengakuan Ibunya

Ibunda Novia Widyasari, mahasiswi Mojokerjo, Jatim, yang bunuh diri di kuburan ayahnya menolak jasad anaknya diautopsi dan meminta kasus tersebut tidak dibesar-besarkan.

Catatan Erupsi Gunung Semeru Sejak 1818-2021

Gunung Semeru memiliki catatan sejarah erupsi yang panjang sejak 1818 sampai sekarang.

Misteri Gunung Semeru: Paku Bumi Jawa Ditancapkan Para Dewa

Gunung Semeru menyimpan sederet kisah misteri, termasuk asal-usulnya yang disebut sebagai paku bumi Jawa yang dibawa para dewa.

Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Lumajang Diminta Jauhi DAS

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan aktivitas pada Sabtu (4/12/2021) sore.

Seluruh Rumah Warga di Satu Dusun Hancur Akibat Erupsi Gunung Semeru

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, melaporkan hampir seluruh rumah di satu dusun hancur akibat erupsi Gunung Semeru.

Potensi Erupsi Susulan Gunung Semeru, Ini Kata PVMBG

PVMBG mengaku terus memantu potensi terjadinya erupsi susulan di Gunung Semeru, Jawa Timur (Jatim), yang baru saja meletus dan mengeluarkan abu vulkanik.

Lewat Siaga Kita, Pekerja Informal di Madiun Terima Perlindungan Sosial

Pemkot Madiun memberikan jaminan sosial bagi pekerja informal melalui program Siaga Kita, yakni jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

Sejarah Erupsi Gunung Semeru di Lumajang Jatim

Gunung Semeru yang berada di Lumajang, Jawa Timur (Jatim), kembali meletus atau erupsi, berikut sejarah erupsi gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu.