Tak Ikut Adiwiyata, Kepala Sekolah Di Kota Madiun Bakal Dicopot
Wali Kota Madiun, Maidi. (Abdul Jalil/Maidunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Wali Kota Madiun, Maidi, mendadak naik pitam saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Adiwiyata yang dihadiri sejumlah pengelola sekolah negeri dari tingkat SD hingga SMA/SMK, Selasa (11/2/2020). Penyebabnya adalah fakta masih ada sekolah yang tidak mengikuti program Adiwiyata.

Saat memberikan materi pada acara bertemakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup itu, Maidi menyampaikan tahun ini ada sembilan sekolah negeri dari Kota Madiun yang maju untuk penghargaan Adiwiyata Mandiri.

Maidi mendadak geram mengetahui fakta bahwa tidak semua sekolah di Kota Madiun ikut dalam program Adiwiyata. Dia pun meminta kepada para pengelola sekolah untuk mendaftar supaya bisa mendapatkan penghargaan tersebut mulai tingkat provinsi, nasional, bahkan Adiwiyata Mandiri.

Setelah Hapus Retribusi PKL, Pemkot Madiun Berencana Gratiskan Kios

"Ini yang maju provinsi [Adiwiyata provinsi] ada tiga; SDN Ngegong, SDN 3 Kanigoro, dan SDN 1 Klegen. Semua SDN yang belum maju provinsi harus ikut. Tidak boleh ditawar. Semuanya harus ikut!" kata Maidi dengan nada tinggi.

Menurutnya, sekolah yang tidak menerapkan prinsip Adiwiyata sangat meremehkan lingkungan hidup. Padahal sekolah adalah tempat bagi anak-anak dalam belajar dan tumbuh kembang. Sehingga lingkungan hidupnya harus berprinsip Adiwiyata.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga membacakan satu per satu sekolah negeri yang belum mengikuti program Adiwiyata. Nada bicaranya agak meninggi setelah melihat dalam daftar bahwa SDN 5 Madiun Lor juga belum mendapatkan penghargaan Adiwiyata Provinsi.

Jadi yang Tercepat Susun Laporan Keuangan, Pemkot Madiun Dipuji BPK Jatim

SDN 5 Madiun Lor atau dikenal juga dengan nama SDN Endrakila ini merupakan salah satu sekolah terfavorit di Kota Madiun. Bahkan, anak-anak pejabat di lingkungan Pemkot Madiun banyak yang bersekolah di sini.

"SDN 5 Madiun Lor, provinsi belum. Piye jane? Kepala Dinas Pendidikan mana ini? Bisa mengatur enggak ini. Wong Endrakila [SDN 5 Madiun Lor] kok belum. Itu sekolah terbaik kota hlo jarene. Nyapo turu po piye," kata dia.

Bahkan dalam forum itu, Maidi mengancam akan mengganti kepala sekolah tersebut kalau tidak bisa masuk Adiwiyata provinsi. SDN 5 Madiun Lor baru mendapatkan Adiwiyata tingkat kota pada 2013. Setelah itu, SDN tersebut belum mendapatkan penghargaan Adiwiyata lagi.

Puluhan Penelepon Iseng Serang Layanan Call Center Pemkot Madiun

"Ini sekolahnya bagus. Ayo masuk provinsi. Sampai tidak menang. Saya ganti kepala sekolahnya," tegasnya yang menyebut SDN ini seharusnya sudah dalam kategori Adiwiyata Mandiri.

Maidi juga geram karena ada sejumlah SMA/SMK negeri yang tergolong favorit, tetapi belum mendapatkan Adiwiyata Mandiri. Bahkan belum mendapatkan Adiwiyata provinsi. Dia menyebut SMAN 1 Madiun yang baru mendapat predikat Adiwiyata kota, itu pun sudah tahun 2013.

Selain itu ada SMKN 4 Madiun yang juga baru mendapatkan Adiwiyata kota pada 2013. Maidi menganggap kepala sekolah jenjang SMA ini seenaknya hingga tidak mengindahkan program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup. Bahkan, dia menuding para kepala sekolah tingkat SMA seenaknya dalam mengelola sekolah sejak pengelolaannya di bawah pemerintah provinsi.

"Saya bisa kirim surat ke gubernur untuk meminta ganti kepala sekolahnya," tegasnya.

3 Pos Pelayanan Pemkot Madiun Dinilai Rawan Pungli, Mana Saja?

Dia pun meminta kepada para pengelola SMA/SMK negeri untuk mengikuti penghargaan Adiwiyata provinsi, nasional, hingga mandiri.

Maidi menegaskan saat ini ada peraturan dari pemerintah pusat yang menyebutkam kalau sampai Adiwiyata Mandiri di suatu daerah kurang, maka kepala daerah tersebut tidak mendapatkan penghargaan. "Kalau Adiwiyata-nya paling banyak ya akan mendapatkan penghargaan. Tapi kalau enggak, ya enggak. Berarti kan ngisinke aku ta kui," ujarnya.

Namun, saat Madiunpos.com ingin menanyakan lebih lanjut terkait pernyataan bernada ancaman itu, justru Maidi meradang. Dia enggan memberikan komentar apa pun yang ditanyakan wartawan. Dia justru menuduh wartawan membuat opini yang macam-macam.

"Sapa ngancam. Kowe aja neka-neka ta. Ngoncam ngancam. Wawancara hari ini enggak apik. Aku enggak ngomong. Wes enggak ngomong. Mulai hari ini saya tidak mau ketemu wartawan. Wartawan diladeni malah," kata Maidi sambil meninggalkan lokasi acara yang ada di Hotel Sun City Kota Madiun.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho