Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat audiensi dan apresiasi siswa SMA dan SMK Kota Kediri di Aula SMK Negeri 2 Kediri, Senin (29/10/2018). (Antara-Istimewa)

Solopos.com, KEDIRI -- Menjelang Lebaran,  Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengimbau masyarakat bijak dalam berbelanja. Dia berharap masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok dan bukan sekadar konsumtif.

"Kalau punya uang banyak ditabung atau diinvestasikan untuk pendidikan putra-putrinya," katanya di Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019).

Wali Kota mengungkapkan setiap memasuki Ramadan maupun menjelang Hari Raya Idulfitri, harga-harga kebutuhan pokok cenderung naik, baik di pasar tradisional ataupun pasar modern.

"Untuk masalah harga memang ada sedikit goncangan, tapi insya Allah, kami jamin stabil. Di pasar pun harga juga hampir kembali seperti semula. Untuk itu, diimbau kepada masyarakat agar selalu bijak dalam berbelanja terutama untuk kebutuhan sehari-hari," kata Mas Abu, sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan Pemkot Kediri melakukan berbagai upaya menghadapi berbagai momen tertentu termasuk Lebaran, yang dapat memicu kenaikan inflasi.

Namun, TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Kota Kediri secara intensif melakukan beberapa upaya untuk terus mengendalikan inflasi di Kota Kediri.

Langkah pertama yakni melakukan rapat koordinasi para pimpinan pemangku kebijakan untuk merumuskan kebijakan pengendalian inflasi jelang Lebaran.

"Alhamdulillah tahun ini kami diundang di provinsi untuk high level meeting oleh Bank Indonesia. Di sana dibahas apa saja menjadi kendala," ujar Mas Abu.

Pemkot Kediri, tambah dia, memiliki beberapa kebijakan dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, yakni melakukan rapat dengan pelaku usaha dan pedagang besar, lalu sidak harga dan stok bahan kebutuhan pokok ke pasar tradisional dan modern serta gudang.

Selain itu, secara rutin memantau perkembangan harga bahan kebutuhan pokok secara berkala melalui website www.siskaperbapo.com, termasuk melakukan operasi pasar murni (OPM) di 46 kelurahan dan tempat umum selama Ramadan, yang setiap hari ada tiga titik lokasi dibagi rata.

Operasi pasar juga dilakukan di pasar tradisional. Pemkot juga berupaya melakukan peningkatan kerja sama government to government , government to business serta business to business.

Terkait inflasi, Wali Kota mengungkapkan pada April 2019 mencapai sebesar 0,36 persen. Penyebab inflasi adalah kenaikan harga bawang putih, karena terkendala larangan impor.

Namun, saat ini pemerintah telah membuka kran impor dan sudah mulai didistribusikan. Kini, harga bawang putih juga telah turun di harga Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp47.000 per kilogram.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten