Wali Kota Gibran Pastikan Hetero Space Segera Dibangun di Solo, Apa sih Itu?
Ilustrasi Hetere Space (Istimewa-Pemprov Jateng)

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memastikan Hetero Space segera dibangun di Solo menggunakan lahan eks Kantor DPU Solo.

Gibran berharap keberadaan fasilitas ruang bersama ini menjadi gong untuk menggerakkan perekonomian Solo.

Hetero Space harus dapat menggerakkan banyak orang, baik ibu-ibu, bapak-bapak, maupun anak muda. Hetero Space harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutur Gibran, Jumat (5/3/2021) siang.

Baca juga: Tak Cuma Porang, Budidaya Koro Pedang Juga Lagi Ngetren di Wonogiri

Sebenarnya apa sih Hetero Space? Fasilitas ini merupakan ruang strategis untuk berkolaborasi dalam pengembangan usaha atau lebih dikenal dengan istilah co-working space.

Mengutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), fasilitas ruang bersama tersebut adalah co-working space besutan Pemerintah Provinsi Jateng bekerja sama dengan Impala Space.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng, Ema Rachmawati, pada Januari 2020, pernah menjelaskan tentang konsep Hetero Space. Menurut dia, fasilitas yang disediakan di co-working space ini cukup lengkap.

Baca juga: Makan Korban Jiwa di Karanganyar, Ternyata Begini Cara Kerja Jebakan Tikus Listrik

Bisa Digunakan Siapa Saja

Mulai dari ruang kantor bersama, ruang meeting, ruang kelas, event space, dan juga private office. Siapa saja bisa menggunakan fasilitas di Hetero Space tersebut.

Ema berharap dengan semangat ruang tumbuh berkembang yang tanpa batas dan heterogennya latar belakang pegiat UMKM maupun start up, akan memberi kontribusi berarti bagi Jawa Tengah maupun Indonesia.

Baca juga: DPC Partai Demokrat Karanganyar Tolak Hasil KLB, Sebut Kemungkinan Pemalsuan Nama

Sementara itu, dari sisi nama, Hetero Space diambil dari kata “heterogen”, yang berarti terdiri atas berbagai unsur yang berbeda sifat atau berlainan.

Ema menyebut selain menyediakan fasilitas berupa ruang untuk berkolaborasi, di tempat itu juga akan diadakan berbagai pelatihan yang bisa diikuti oleh UMKM dan masyarakat umum di Jateng.

Dia menambahkan dalam setahun 2020 setidaknya ada 192 kegiatan dengan berbagai tema bahasan. Di antaranya keuangan, desain dan branding, go-online, hingga legalisasi, dan perizinan.



Berita Terkini Lainnya








Kolom