Kategori: Solo

Wali Kota Gibran Izinkan Loji Gandrung Jadi Tempat Jualan UMKM


Solopos.com/Mariyana Ricky P.D

Solopos.com, SOLO — Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengizinkan Rumah Dinas Loji Gandrung dimanfaatkan untuk gelaran pameran usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Kali pertama, pameran UMKM dilaksanakan pada Sabtu-Minggu (17-18/4/2021). Pameran Kreatif Ramadhan UMKM Solo bertajuk Pasar Seni Loji itu diikuti 40 pengusaha asli Kota Bengawan.

Baca Juga: Pantau Arus Mudik, 25 25 Kamera CCTV Disebar di Sukoharjo

Rencananya, kegiatan serupa bakal digelar rutin setiap pekan, utamanya pada Sabtu dan Minggu selama bulan puasa. ”Di Loji Gandrung kalau Sabtu dan Minggu bisa digunakan untuk jualan takjil,” kata dia, Jumat (16/4/2021). Bagian rumah dinas yang digunakan adalah halaman depan, kantong parkir, hingga teras. Jika event kali pertama ramai pengunjung, maka hingga Lebaran akan terus dibuka.

“Kalau nanti ramai, ya, sampai Lebaran kami buka. Sabtu dan Minggu saja,” imbuhnya. Putra sulung Presiden Joko Widodo ini merencanakan hal tersebut dengan tujuan peningkatan ekonomi. Sehingga sasarannya diperuntukkan bagi UMKM. “Kami pakainya tenda saja, karena ini memang menyasarnya UMKM yang kecil-kecil itu,” katanya.

Penjual yang disasar yakni perwakilan dari tiap-tiap kecamatan di Kota Solo. Sehingga nantinya lima kecamatan di kota Solo membawa perwakilan UMKM-nya. Aturan perwakilan UMKM menyesuaikan Surat Edaran (SE) yang sudah ada.

“Saat ini kami juga sudah membuat sentra takjil di lima titik. Harapannya kalau bisa menambah satu lagi bisa lebih menggerakkan ekonomi,” katanya.

Rumah Dinas Loji Gandrung secara turun temurun merupakan kediaman yang ditinggali oleh Wali Kota Solo. Termasuk ayahnya Joko Widodo saat menjadi Wali Kota. Namun Gibran memutuskan untuk tidak tinggal di rumah dinas tersebut.

Rumah dinas yang juga bangunan bersejarah ini, sekarang lebih sering digunakan untuk menerima tamu atau agenda resmi Wali Kota dan ibu Wali Kota. ”Saya masih tinggal di rumah pribadi. Loji Gandrung untuk menerima tamu saja,” ucapnya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Masjid Agung Baitunnur, Pusat Islam di Kabupaten Blora Sejak Tahun 1722

Sementara, salah seorang pengusaha asal Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Taqobalallahu Ridho, mengaku event kali Pasar Seni Loji kali pertama yang diikutinya itu masih sepi. “Mungkin masih kurang sosialisasi karena acaranya mendadak, jadi sepi. Ke depan harapannya lebih ramai. Pekan depan kemungkinan ada lagi,” kata dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi