Aktivitas pedagang berjualan di kios Pasar Klewer Timur, Solo. (Ivanovich AldinoJIBI/Solopos)

Pemkot Solo memutuskan tetap melaksanakan revitalisasi Pasar Klewer timur kendati waktunya sangat mepet.

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo memutuskan tetap mengerjakan proyek revitalisasi Pasar Klewer timur dengan anggaran Rp48 miliar dari pemerintah pusat kendati waktunya mepet yakni hanya tiga bulan.

Proyek itu harus selesai akhir tahun ini karena usulan pengerjaan dengan mekanisme tahun jamak (multiyears) ditolak Kementerian Perdagangan (Kemendag). Surat edaran (SE) pengosongan kios Pasar Klewer timur telah disebarkan kepada para pedagang. (Baca: Dana Rp48 Miliar untuk Pasar Klewer Timur Cair, Pemkot Solo Dilema)

Merujuk SE Nomor 511.2/2.250/IX/2017, pedagang diminta segera menempati dhasaran di pasar darurat Alun-alun Utara (Alut) sisi barat paling lambat 19 September. Dalam penempatan itu, pedagang tidak dipungut biaya apa pun.

Namun selama beraktivitas di pasar darurat pedagang akan dikenai retribusi pelayanan pasar, antara lain pelayanan persampahan atau kebersihan Rp100/meter persegi/pedagang/hari, retribusi pelayanan pasar (RPP) Rp500/meter persegi/pedagang/hari.

“Kemendag tidak mengizinkan Pasar Klewer dilaksanakan multiyears. Jadi kami maraton kerjakan proses pembangunannya,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Subagiyo ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Rabu (13/9/2017).

Menurut Subagiyo, Pemkot diberi waktu menyelesaikan pembangunan Pasar Klewer timur sampai 31 Desember. Periode pelaksanaan proyek tersebut relatif mepet karena hanya tersisa waktu sekitar tiga bulan untuk merampungkan proyek dengan dana Rp48 miliar.

Dengan kondisi ini, tahapan pembangunan segera dikerjakan, termasuk sosialisasi kepada pedagang terkait penempatan ke pasar darurat di Alut paling lambat 19 September. Tahapan lain juga tengah menyiapkan lelang penghapusan aset bangunan Pasar Klewer sisi timur.

Diharapkan tender tersebut berjalan lancar dan bangunan pasar segera dibongkar. “Awal pekan depan mudah-mudahan sudah ada pemenang lelang,” harapnya.

Subagiyo menargetkan pembongkaran bangunan pasar akan dikerjakan sampai 4 Oktober. Kemudian pembangunan pasar bisa mulai dikerjakan 8 Oktober mendatang. Meski disisa waktu tiga bulan pengerjaan, Subagiyo tetap optimistis pembangunan pasar sisi timur selesai tepat waktu.

Sesuai rencana Pasar Klewer timur dibangun dua lantai plus basement. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan skenario penganggaran pembangunan Pasar Klewer timur berubah. Awalnya revitalisasi pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah ini akan didanai corporate social responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga pengerjaannya tidak terbatas waktu.

Namun, Kemendag melalui dana tugas pembantuan (TP) mengambil alih pembiayaan proyek tersebut. “Jadi mau tidak mau harus selesai tahun anggaran ini. Kami sebenarnya juga sudah minta multiyears, ternyata tidak bisa,” katanya.

Wali Kota mengatakan tahapan revitalisasi bakal dilakukan simultan demi memaksimalkan waktu pengerjaan. Pedagang dipindah ke pasar darurat, lalu bangunan pasar dirobohkan dan di sisi lain lelang juga dijalankan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten