Sejumlah pekerja melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara DPD RI di Gedung Budi Sasono, Sukoharjo, Senin (18/3/2019). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo bakal menambah jumlah petugas penyortir dan pelipat surat suara Pemilu 2019. Hal itu untuk menyiasati mepetnya waktu hingga hari pencoblosan 17 April atau kurang dari sebulan lagi.

KPU akan menambah jumlah petugas pelipat surat suara hingga dua kali lipat. Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda mengatakan sortir dan pelipatan surat suara baru selesai untuk pemilihan presiden (pilpres).

Pelipatan surat suara pilpres ini rampung dikerjakan pekan lalu. Berdasarkan hasil sortir dan pelipatan surat suara Pilpres, terdapat 4.715 surat suara rusak. Surat suara ditemukan dalam kondisi rusak karena beberapa faktor di antaranya noda tinta hitam di salah satu gambar pasangan calon, warna hitam putih pada gambar pasangan calon, dan lainnya.

"Dari total 682.937 surat suara pilpres yang kami terima, sudah rampung disortir dan dilipat. Hasilnya ada 4.715 surat suara yang rusak," katanya, Selasa (19/3/2019).

Temuan surat suara rusak itu sudah dilaporkan ke KPU Provinsi Jawa Tengah dan diteruskan ke KPU Pusat. KPU saat ini tinggal menunggu kiriman surat suara pengganti yang rusak serta surat suara DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten yang hingga kini belum diterima.

"Kami masih melipat surat suara DPD. Diperkirakan pelipatan surat surat DPD selesai sehari hingga dua hari ke depan," katanya.

Nuril belum tahu kapan logistik surat suara pemilihan DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten akan dikirim ke Sukoharjo. Dia masih menunggu pengiriman logistik surat suara tersebut dari percetakan pemenang lelang.

Penyortiran dan pelipatan surat suara pemilu legislatif DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten nantinya harus dikebut karena waktunya sangat mepet.

"Kalau perlu nanti kami akan tambah jumlah pelipat surat suaranya sampai dua kali lipat. Kalau sekarang jumlah tenaga pelipat surat suara DPD ada 180 orang. Tapi untuk DPR dan DPRD tentu akan dilipatgandakan," katanya.

Nuril tak memungkiri mepetnya waktu pelipatan logistik surat suara menguras energi dan tenaga. Pelipatan surat suara ditargetkan rampung sebelum akhir bulan ini. Setelah itu masih harus didistribusikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo Bambang Muryanto meminta KPU gerak cepat terkait sortir dan pelipatan surat suara. Beberapa temuan surat suara rusak karena sobek atau terlipat, diminta segera diatasi dengan surat suara pengganti.

Apalagi sampai saat ini surat suara DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten belum diterima KPU Sukoharjo. "Kami harapkan sortir bisa selesai cepat, jadi kalau surat suara lainnya datang bisa segera dikerjakan segera,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten