Waktu Coblosan Habis, Pasien Covid-19 dan Petugas KPU Bersitegang di Technopark Sragen

 Covid-19 sragen, virus corona sragen, pilkada sragen, pilkada sragen 2020, pilkada 2020, politik,

SOLOPOS.COM - Covid-19 sragen, virus corona sragen, pilkada sragen, pilkada sragen 2020, pilkada 2020, politik,

Solopos.com, SRAGEN – Puluhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Technopark Ganesha Sukowati sempat bersitegang dengan petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen setelah waktu pemungutan suara berakhir, Rabu (9/12/2020).

Para pasien asimptomatik itu bersikeras bisa menggunakan hak pilihnya. Tetapi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen meminta KPU menghentikan pemungutan suara karena waktu menunjukkan sudah lebih dari pukul 13.00 WIB.

Proses pemungutan suara bagi seratusan pasien Covid-19 asimptomatik di Technopark Sragen itu direncanakan hanya selama satu jam, yakni mulai pukul 12.00 WIB-13.00 WIB.

Pada awalnya, pukul 12.00 WIB, sebanyak delapan orang tenaga kesehatan (nakes) masih berproses mengenakan alat pelindung diri (APD) level III. Mereka merupakan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen.

Proses pemakaian baju hazmat dan APD lainnya untuk delapan orang itu membutuhkan waktu selama 20 menit. Kemudian pihak pengawas pemungutan suara juga membutuhkan APD level III.

Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetya sendiri datang dengan membawa APD. Budhi, sapaan akrabnya, mengawasi sendiri tahapan pemungutan suara di Technopark karena tidak ada petugas mulai dari pengawas TPS, panitia pengawas desa/kelurahan (PPD), hingga panitia pengawas kecamatan (panwascam) di Sragen Kota tida ada yang berani mengawasi langsung.

Budhi memakai hazmat dan APD lainnya dengan dibantu Sekretaris DKK Sragen Fanny Fandani dan Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit DKK dr. Sri Subekti dengan membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Praktis proses pemungutan suara di Technopark dengan menerjunkan tujuh nakes dalam pelayanan pencoblosan dan satu nakes untuk pemberian tanda tinta itu dimulai pukul 12.30 WIB. Artinya, waktu yang tersisa untuk pencoblosan tinggal 30 menit.

Semua berproses seperti gambaran saat simulasi pada Selasa (8/12/2020) sore. Pemilih datang tanpa menyentuh surat suara. Nakes menunjukkan surat suara kosong dan pemilih diminta menentukan pilihan dan dicobloskan oleh nakes.

Saat itu pencoblosan diketahui pemilih dan disaksikan pengawas dari Bawaslu yang tidak lain Ketua Bawaslu Sragen. Budhi pun harus mengawasi satu per satu nakes yang membantu menggunakan hak pilih itu. Pemungutan terus berjalan hingga jarum jam menunjukkan pukul 13.05 WIB.

Ketua Bawaslu Sragen Budhi meminta kepada Ketua KPU Sragen Minarso untuk menghentikan pemungutan karena waktu sudah menunjukkan lebih dari pukul 13.00 WIB. Setelah berunding dengan Bawaslu, Minarso pun menyampaikan pengarahan kepada para pasien yang  masih berkumpul di lokasi pencoblosan sebanyak lebih dari 20 orang. Surat suara masih tersisa.

“Bapak dan Ibu, karena waktu sudah lebih dari pukul 13.00 WIB maka pemungutan suara dihentikan atas masukan dari Bawaslu,” ujar Minarso.

Ucapan Minarso itu langsung ditanggapi perwakilan pasien yang meminta tetap bisa menggunakan hak pilih.

“Kalau tidak boleh nyoblos di sini saya pulang dulu. Saya akan nyoblos di TPS dengan rumah yang kebetulan dekat dan kemungkinan masih buka. Kami ini bukan orang sakit. Kami sehat,” ujar salah satu perwakilan pasien itu.

Minarso pun berkoordinasi dengan Komisioner KPU lainnya yang hasilnya terletak pada keputusan Bawaslu. Minarso kemudian berkoordinasi dengan Bawaslu hingga akhirnya bersepakat untuk melanjutkan pemungutan suara sampai sisa surat suara yang ada habis. Akhirnya, semua pasien itu terakomodasi dalam penggunaan hak pilihnya hingga pukul 13.20 WIB.

Komisioner KPU Sragen Prihantoro P.N. menjelaskan pemilih yang diterima KPU pada Selasa (8/12/2020) malam sebanyak 150 orang. Setelah dilakukan verifikasi dengan persyaratan pemilih dalam pilkada, ujar dia, ternyata tinggal 120 orang.

“Makanya dalam pemungutan suara di Technopark itu, kami menyiapkan 120 surat suara dari tujuh TPS penyangga di wilayah Sragen Kulon dan Sine. Ternyata setelah Rabu, ada pasien yang masuk dalam daftar pemilih itu yang pulang tetapi juga ada tambahan pemilih baru. Jadi data di Technopark itu dinamis. Namun prinsipnya semua pemilih baik lama dan baru di Technopark terakomodasi. Sisa surat suara sebanyak tiga lembar untuk sementara karena masih direkap,” ujar Prihantoro.

 

 

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.