Wakil Ketua DPRD Karanganyar Ingin Belajar di Sekolah Segera Dilakukan, Begini Alasannya
Ilustrasi new normal di sekolah. (Antara-Syaiful Arif)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah yang tak kunjung dilaksanakan membuat Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Anung Marwoko, gundah. Ia khawatir kelamaan di rumah membuat anak-anak kehilangan masa sekolah mereka.

Oleh karena itu, ia menilai PTM di sekolah harus segera dilaksanakan agar karakter anak bisa terbentuk.

Saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (25/2/2021), Anung bercerita dia berbincang dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo. Dari perbincangan itu ia mengetahui vaksinasi hanya untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas lantaran usia di bawah itu memiliki imunitas tubuh yang kuat. Dari situ dia mempertanyakan kenapa proses PTM tidak segera direalisasikan.

Baca juga: Pemakaman Pimpinan MTA Ahmad Sukina Dibanjiri Para Pelayat

“Kemarin saya berbincang saat divaksin dan mengetahui fakta tersebut jadi berpikir kalau tidak ada alasan lagi untuk menunda PTM dilaksanakan. Karena siswa itu kan pastinya di bawah 18 tahun usianya. Masalahnya hanya tinggal memvaksin tenaga pengajar saja yang memiliki risiko tinggi. Sisanya tinggal menerapkan protokol kesehatan,” ujar Anung.

Prioritaskan Vaksinasi Guru

Anung mengaku khawatir apabila PTM tidak dilaksanakan dan hanya menunggu wabah Covid-19 usai akan membuat anak-anak melewatkan masa sekolah. Selain itu, dia mengatakan fungsi PTM juga untuk membentuk karakter pelajar sesuai usia mereka.

“Saya sendiri merasakan anak saya baru masuk SMP dari SD. Tapi setahun ini tidak merasakan sekolah dan hanya di rumah. Jangan sampai tiba-tiba anak-anak dari SD dengan mentalitas anak SD tiba-tiba sudah SMA begitu saja tanpa merasakan sekolah tatap muka saat SMP. Makanya dengan beberapa kondisi dan fakta ini saya mendorong agar PTM segera dilaksanakan,” kata dia.

Baca juga: Dinkes Jateng: Vaksin Untuk Pelaku Ekonomi Ditarget April

Untuk merealisasikan hal tersebut, menurut Anung, guru harus menjadi prioritas utama vaksinasi dibandingkan kelompok risiko lainnya. “Seharusnya guru itu masuk prioritas seperti nakes agar bisa secepatnya melaksanakan PTM. Bukan malah anggota DPRD seperti saya ini dulu dan guru malah setelahnya,” ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merencanakan PTM bisa dilaksanakan pada Juli 2021. Untuk melaksanakan rencana tersebut, pemerintah menargetkan 5 juta guru, tenaga pendidik, dan kependidikan untuk menerima vaksin Covid-19 pada Juni 2021.



Berita Terkini Lainnya








Kolom