Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). (Antara-Aprillio Akbar)

Solopos.com, JAKARTA -- Pengaruh Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sangat besar dalam pengambilan keputusan dan sikap partai itu sejak PAN berdiri. Namun kini, sebagian politikus PAN sudah mulai ingin meninggalkan pengaruh Amien yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial.

Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengatakan partainya kini mencoba menghilangkan ketergantungan tersebut. Meski Bara tak menyebut secara gamblang akan mengabaikan Amien Rais sebagai tokoh sentralndi partai, tetapi Bara mengisyaratkan hal tersebut.

Menurutnya, sebagai partai yang sudah mengikuti empat kali periode Pemilu, PAN harus melepaskan ketergantungannya kepada satu tokoh. Hal itu dinilai penting agar partai bisa bertahan menjadi partai dengan perolehan suara yang membuatnya selalu berada di parlemen.

"Sebagai partai, kami sudah empat kali mengikuti pemilihan umum dari tahun 1999. Persentase kita hanya berkisar dari 6-7 persen. Makanya kita kuncinya itu secara institusi harus kuat dan harus meninggalkan ketergantungan berlebihan kepada satu orang," tutur Bara saat ditanya pengaruh Amien Rais dalam keputusan PAN, di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (9/7/2019).

"Itu adalah kunci kalau kita ingin lebih besar lagi mendapatkan persentase, lebih besar lagi pada Pemilu-Pemilu berikutnya di masa depan," ujarnya.

Bara mengatakan, dalam pengambilan keputusan, PAN selalu mengedepankan kepentingan partai secara menyeluruh dan juga kepentingan bangsa. Jadi menurutnya tidak bisa mengambil keputusan partai hanya karena kepentingan satu orang atau lazim disebut ABS alias asal bapak senang.

"Tidak bisa kalau kita mengeluarkan keputusan itu selalu kita, selalu khawatir apakah orang ini setuju atau tidak, suka atau tidak, itu tidak bisa. Ini adalah kepentingan bersama, itu harus kita lihat dulu, itu harus kita tempatkan kepentingan bangsa dan kepentingan partai secara bersamaan begitu," tandasnya.

Berdasarkan pengakuan dari Bara, mayoritas DPW PAN lebih condong untuk mendukung PAN bergabung bersama koalisi pemerintah Jokowi. Hal itu pun bertolak belakangan dengan sikap Amien Rais yang selama ini dikenal menjadi pendukung Prabowo dan selalu mengkritik kepemerintahan Jokowi.

Sebelumnya, Bara juga tak memungkiri jika partai berlambang matahari itu bisa saja bergabung dengan pemerintah Jokowi - Maruf Amin dalam Kolisi Indonesia Kerja (KIK).

Menurut Bara, bila benar nantinya PAN bergabung di koalisi Jokowi hal itu lantaran didasari adanya sesuatu yang sangat fundamental dan penting terkait kepentingan bangsa yang perlu ditangani bersama. Apalagi lanjut Bara, mengingat perbedaan pandangan politik yang selama ini terjadi akibat Pemilu 2019.

Dia menilai, Jokowi perlu membuat pemerintahan yang bersifat inklusif dengan cara merangkul kekuatan lain di luar partai yang selama ini mendukungnya. "Jadi dalam semangat itu kita sepakat untuk bisa membantu Jokowi untuk membangun suatu pemerintahan yang inklusif. Dengan manifestasinya adalah PAN bergabung dengan pemerintahan," kata Bara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, hari ini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten