Tutup Iklan

Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi, Banyak Pengunjung Sulit Masuk Mal Solo

Banyak pengunjung yang kesulitan masuk mal di Kota Solo karena adanya ketentuan wajib punya aplikasi PeduliLindungi.

 Pengunjung antre dengan menjaga jarak aman untuk melakukan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi saat hendka masuk Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo, Minggu (29/8/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Pengunjung antre dengan menjaga jarak aman untuk melakukan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi saat hendka masuk Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo, Minggu (29/8/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Pusat perbelanjaan atau mal di Solo sudah mulai buka kembali dan menerima pengunjung sejak beberapa hari lalu setelah selama kurang lebih 1,5 bulan tutup karena PPKM darurat hingga PPKM level.

Namun, pengelola pusat perbelanjaan mencatat jumlah pengunjung belum kembali normal seperti sebelum PPKM darurat. Banyak calon pengunjung yang terkendala masuk mal dan pusat perbelanjaan karena belum memasang aplikasi PeduliLindungi pada ponsel mereka.

Seperti diketahui, ada aturan dan kebiasaan baru bagi warga yang hendak berkunjung ke mal dan pusat perbelanjaan, yaitu menunjukkan aplikasi PeduliLindungi. Hal itu untuk mengetahui apakah warga tersebut sudah divaksin Covid-19 atau belum.

Baca Juga: Kasus Pemerasan Pejabat Pemkot Solo, Polisi Dalami Kemungkinan Korban Lain

Tak sedikit pengunjung mal yang belum memasang aplikasi tersebut pada ponsel mereka. Berdasarkan pantauan Solopos.com di Solo Paragon Mall, Minggu (29/8/2021), para pengunjung antre untuk memindai QR code pada papan aplikasi PeduliLindungi.

Satuan keamanan mengawasi para pengunjung untuk menjaga jarak dan memberikan cairan hand sanitizer. Petugas lain memandu para pengunjung yang belum memasang aplikasi PeduliLindungi.

Sejumlah pengunjung kesulitan memasang aplikasi karena kepasitas memori ponsel penuh. Ada juga pengunjung yang menunjukkan bukti cetak vaksinasi. Pengunjung tersebut boleh masuk meskipun tak punya aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Penataan Lahan Eks HP 16 Solo: 15 Rumah Selesai Dibangun, 200-An Unit Lainnya Baru Fondasi

Pengunjung Harian Belum Pulih

Head of Marcomm Solo Paragon Lifestyle Mall, Veronica Lahji, menjelaskan mulai ada peningkatan jumlah kunjungan pada akhir pekan itu dibandingkan hari uji coba pertama pembukaan mal beberapa hari lalu.

Tetapi jumlah pengunjung harian belum pulih atau belum bisa menyentuh angka maksimal yang diizinkan. “Kami ada fashion Uniqlo cukup menarik pengunjung, juga ada Sociolla. Tenant mulai bersosialisasi dengan pengunjung,” katanya kepada Solopos.com, Minggu (29/8/2021).

Vero menjelaskan mal merupakan area publik yang dikunjungi semua kalangan tetapi kini menjadi tersegmentasi dengan adanya kewajiban menunjukkan aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Tersangka Pemerasan 3 Pejabat Pemkot Solo Ngaku Orang Dekat Mantan Wali Kota, Begini Ceritanya

Segmentasinya hanya warga yang sudah divaksin yang bisa masuk mal. Belum lagi adanya larangan bagi anak-anak kurang dari 12 tahun, ibu hamil, dan kelompok usia di atas 70 tahun untuk masuk mal.

Selain itu, lanjutnya, meskipun capaian vaksinasi Kota Solo tergolong tinggi tetapi pencapaian wilayah sekitar belum setara dengan capaian Kota Solo. Padahal pengelola mal juga berharap kunjungan dari wilayah luar kota.

Sediakan Help Desk

Solo Paragon Mall menyediakan petugas help desk di setiap pintu masuk untuk membantu sosialisasi mengenai aplikasi PeduliLindungi. Para petugas menghadapi tantangan untuk membantu memasang aplikasi di gawai pengunjung.

Baca Juga: Ada Hall dan Food Court, Terminal Tirtonadi bakal Jadi Pusat Kegiatan Baru Warga Solo

“Ada yang handphone-nya yang enggak kuat dipasangi aplikasi. Memori kurang, enggak punya kuota, handphone jadul. Itu masih banyak,” paparnya.

Menurut Vero, para petugas memberikan akses Internet dengan penambatan atau thetering bagi pengunjung yang tidak punya kuota Internet. “Paragon mengikuti kebijakan pemerintah. Kami memberikan penekanan edukasi kepada mereka [pengunjung],” jelasnya.

Vero menjelaskan pengelola mal menaruh perhatian pada vaksin sebagai syarat masuk mal sesuai kebijakan pemerintah. Ia berharap pemerintah menjadikan mal sebagai pusat vaksinasi bagi pengunjung tanpa mensyaratkan domisili sesuai KTP.

Baca Juga: Bermedia Sosial Sing Apik, Perangi Hoaks hingga Sopan Bermedia Sosial

“Aplikasi dan enggak ada kuota bisa teratasi. Tetapi kalau belum vaksin mau apa,” ungkapnya. Berdasarkan aplikasi PeduliLindungi ada 1.545 pengunjung dari kapasitas 30.000 pengunjung di dalam gedung Solo Paragon Mall pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB.

Pembatasan Usia Pengunjung

Public Relations Solo Grand Mall (SGM), Ni Wayan Ratrina, menjelaskan jumlah kunjungan secara umum masih tergolong landai. Sebab ada masyarakat yang belum dapat vaksin Covid-19.

Selain itu ada yang sudah divaksin tapi gawainya tidak mendukung untuk dipasangi aplikasi PeduliLindungi. Belum lagi adanya pembatasan usia orang boleh masuk mal.

Baca Juga: HUT ke-19, DMC Solo Bagikan Paket Sembako dan Bersihkan Masjid

Salah satu karyawan toko fashion di Solo Paragon Mall, Reny, menjelaskan tidak ada masalah bagi karyawan mengenai aplikasi PeduliLindungi tetapi ia menemukan ada calon pengunjung yang tidak bisa masuk mal akibat terkendala aplikasi.

Ia mengatakan sejumlah masyarakat enggan divaksin sehingga perlu adanya peningkatan sosialisasi mengenai vaksinasi. Dia juga berharap vaksinasi bisa merata supaya jumlah pengunjung mal meningkat.


Berita Terkait

Berita Terkini

Lantik Perwira Baru, KSAU Tekankan Sikap Adaptif dan Inovatif

KSAU menyatakan bahwa dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi global membuat tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Udara semakin kompleks dan unpredictable.

Wadahi 200 Penyandang Disabilitas Sragen, Yayasan Jaya Abadi Dibentuk

Yayasan Penyandang Disabilitas jaya Abadi Kecamatan Sambirejo, Sragen, dideklarasikan pada Rabu (8/12/2021). Yayasan ini mewadahi 200 difabel.

Polres Sukoharjo Kumpulkan Pengurus 13 Perguruan Silat, Ada Apa Ya?

Pengurus dari 13 perguruan silat yang ada di Kabupaten Sukoharjo diundang Polres setempat untuk mengikuti pertemuan di Hotel Tosan, Solo Baru.

Diyakini Bekas Lautan Purba, Air Sumur di Tawangrejo Klaten Terasa Asin

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Selama ini warga mengandalkan pasokan air dari sumur Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Jelang Nataru, Dai Kamtibmas Karanganyar Dapat Pembinaan

Dai Kamtibmas di Karanganyar diharapkan bisa mengambil peran dalam terciptanya iklim kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2022.

Hati-Hati di Jalan Lur, Hujan Lebat, Pohon Ambruk di Barat PKU Sragen

Pohon tumbang terjadi di sekitar PKU Sragen setelah hujan deras menguyur selama lebih dari satu jam.

Jos! Tim Taekwondo UMS Boyong 5 Medali Emas dan 4 Perunggu

Tim Taekwondo UMS mengirimkan 18 atletnya untuk mengikuti kejuaraan nasional taekwondo yang digelar Pengprov Taekwondo Sulawesi Tengah pada tanggal 8-10 November 2021.

727 Peserta Tak Lolos CBT Seleksi Perangkat Desa Wonogiri

Peserta CBT seleksi perangkat desa Wonogiri yang memenuhi batas minimal sebanyak 1.869 orang.

PPKM Level 3 Batal, Pelaku Pariwisata Percaya Diri Pasang Target Tinggi

Pembatalan PPKM Level 3 membuat pelaku bisnis perhotelan optimistis bisa menaikkan target okupansi pada libur Nataru nanti.

Seleksi Perangkat Desa Wonogiri Terhenti 40 Menit, Peserta Sempat Panik

Setelah bisa diatasi, peserta dapat mengerjakan soal sampai akhir dengan waktu dari nol lagi.

Sumberbulu Karanganyar Raih Sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan

Di Jateng hanya ada dua desa wisata yang meraih sertifikat desa wisata berkelanjutan. Salah satunya adalah Desa Wisata Sumberbulu di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.

Meteran Listrik Disambar Petir, Air Bersih Desa Tawangrejo Klaten Macet

Sumur Pamsimas itu dimanfaatkan warga dua RW di Dukuh Jetis, Desa Tawangrejo, Bayat, Klaten.

Belum Dievakuasi, Mobil SAR UNS Solo Terjebak Lahar Semeru Tak Terlihat

Mobil SAR UNS Solo yang terjebak dan tertimbun lahar dingin saat menolong korban erupsi Gunung Semeru belum bisa dievakuasi karena banyak kendala.

Bupati Karanganyar Kirim 3 Truk Bantuan dan 15 Sukarelawan ke Lumajang

PUDAM Tirta Lawu dan SAR Karanganyar berhasil mengumpulkan bantuan sembako dan lainnya sebanyak tiga truk untuk korban erupsi Semeru di Lumajang.

Sukarelawan Boyolali Kirim Sayuran ke Kawasan Gunung Semeru

Berdasarkan informasi yang didapat dari jaringan RAPI di Lumajang, masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru masih membutuhkan beberapa jenis bantuan, di  antaranya adalah sayur-sayuran.