Kategori: Film

Wajib Ditonton, Ini Rekomendasi Film Pendek Indonesia Selain Tilik


Solopos.com/Jafar Sodiq Assegaf

Solopos.com, SOLO -- Viralnya film pendek Tilik membuat sang sutradara Wahyu Agung Prasetyo menuai pujian dari sineas film nasional seperti Joko Anwar, Yosep Anggi, hingga Ernest Prakarsa. Film yang menampilkan karakter Bu Tejo itu juga membuka mata netizen untuk kembali melirik karya anak bangsa.

Wajib Tahu! Ini 15 Tanda Kamu Ditaksir Jin...

Jika dikulik lagi, selain film Tilik ada banyak film produksi sineas Indonesia yang patut direkomendasikan. Berikut kumpulan film pendek Tanah Air yang patut ditonton sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber:

Anak Lanang

Film ini juga merupakan salah satu film pendek Indonesia yang juga digarap oleh Wahyu Agung Prasetyo, sutradara film Tilik. Anak Lanang memenangkan Outstanding Achivemenet dalam Indonesian Film Festival (IFF) Australia ke 14. Film ini berlatar belakang di Yogyakarta, berdurasi 15 menit dan mengusung konsep oneshot alias syuting dengan satu kamera.

Anak Lanang menceritakan tentang empat bocah laki-laki SD yang baru saja pulang sekolah, naik satu becak. Obrolan mengalir dengan cepat, menggunakan bahasa Jawa dengan dialek Yogyakarta. Dalam film ini kita akan menyaksikan perdebatan tak berfaedah yang kocak dan membuat gregetan.

Unbaedah

Film ini merupakan film lain yang diperankan Siti Fauziah pemeran Bu Tejo dalam film Tilik. Dalam film ini ia juga memerankan karakter ibu-ibu yang ceriwis, menyebalkan, dan suka korupsi makanan.

Unbaedah bercerita saat suasana bulan puasa. Baedah yang terbiasa ndobel ini melakukan aksinya kembali pada acara tujuh harian kematian tetangganya. Mardiyah yang tidak mendapatkan nasi akibat ulah Baedah ini kemudian marah. Dia mengajak tetangganya untuk menakut menakuti Baedah dengan berpura-pura menjadi arwah.

Film karya Iqbal Ariefurrahman ini berhasil menang dalam kategori film favorit dalam ajang Anti Corruption Film Festival (ACFFest) ditahun 2019.

Pesawat BJ Habibie Nyangkut di Gardu Tol Semarang

Loz Jogjakartoz

Film ini merupakan garapan Kebon Studio Film yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Film ini adalah garapan sutradara Sidharta Tata. Loz Jogjakartos memperlihatkan sisi kelam dari Kota Jogja, pada malam hari.

Film pendek ini tak hanya terlihat unik dan bergaya, tapi juga jenaka dan seru. Karakter tokoh dalam Loz Jogjakartoz terinspirasi dari keberagaman warga lokal. Dalam film ini bercerita beberapa penguasa jalanan saling bersinggungan satu sama lain gara-gara seekor burung mahal.

Indie Bung

Film ini adalah film yang bercerita tentang dua orang pemuda di sebuah wedhangan yang ngobrol tentang pembuatan sebuah film, padahal mereka sendiri sama sekali tidak mengetahui bagaimana proses pembuatan film sebenarnya.

Film Garapan Yuleo Rizki mahasiswa UMY ini, terpilih sebagai salah satu film terbaik dalam ajang Pop Up Cinema Jakarta Internasional Film Festival tahun 2014. Indie Bung dikemas dengan alur cerita yang ringan, lucu, dan kreatif. Visualisasi dan imajinasi dari kedua pemuda ini ampuh memantik gelak tawa.

Quotes Julid Bu Tejo di Filim Tilik yang Bikin Geregetan

Lemantun

Lemantun menceritakan hiruk pikuk sebuah keluarga yaitu seorang ibu yang mewariskan lemari tua di rumah untuk anak anaknya. Memiliki alur cerita yang sederhana dan memiliki ledakan emosi yang luar biasa. Film ini dibintangi Tatik Wardiono, Agus Kencrot, Titik Renggani, hingga Freddy Rotterdam.

Selain tampil di JAFF 2014, Lemantun juga meraih penghargaan film fiksi terbaik XXI Short Film Festival 2015, pilihan juri Indonesian Motion Picture Associations (IMPAS) dan juri resmi festival.

Indah Pranataning Tyas

Dimodifikasi pada Minggu, 23 Agustus 2020 15:27

Share
Dipublikasikan oleh
Jafar Sodiq Assegaf