Wajah Rusak, Identitas Mayat Wanita Terapung di Bengawan Solo Sragen Masih Buram
Sejumlah sukarelawan berusaha mengevakuasi jasad perempuan tanpa identitas di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh/Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Selasa (8/9/2020). (Istimewa/PMI Sragen)

wanita yaSolopos.com, SRAGEN -- Hingga hari kedua sejak ditemukan pada Selasa (8/9/2020), identitas mayat wanita yang mengapung di Sungai Bengawan Solo, Sragen, masih buram.

Mayat yang ditemukan di Dukuh/Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen, itu belum diketahui siapa dan dari mana.

Kondisi wajah yang sudah rusak membuat mayat tersebut sulit dikenali. Hal itu menjadikan polisi kesulitan untuk mengungkap identitas wanita tersebut. Polisi memperkirakan wanita itu sudah meninggal dunia sejak tiga hari lalu.

Jadi Bandar Sabu-Sabu, Sopir Truk LPG Asal Solo Diciduk Seusai Nyabu di Vila Tawangmangu

“Perkiraan meninggalnya sudah di atas tiga hari. Jadi, pada bagian wajah sudah rusak sehingga tak bisa dikenali lagi. Kami sudah kirim informasi terkait penemuan jasad wanita itu ke mana-mana, tapi belum ada warga yang mengakui dia sebagai anggota keluarganya,” jelas Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Suharno, kepada Solopos.com, Rabu (9/9/2020).

Saat ditemukan, mayat wanita yang mengapung di Bengawan Solo itu mengenakan kaus lengan pendek warna hitam, bercelana panjang jin warna biru tua, ikat pinggang warna biru, dan bersandal jepit warna hitam merek Herles.

Pada bagian belakang kaus itu bertuliskan Brutus, sementara bagian depan bergambar tokoh kartu Popeye. Mayat wanita bertinggi 168 cm dan memiliki rambut lurus sepanjang 30 cm.

Gara-Gara Covid-19, Target Pelanggan Baru PLN Madiun Tersendat

Diperkirakan Berusia 30 Tahun

Sedangkan kulitnya sawo matang dan diperkirakan berusia 30 tahun. Mayat wanita itu kali pertama diketahui oleh Sugiyanto, 40, petani setempat saat ingin mengecek mesin diesel penyedot air.

Pada saat itu, dia curiga karena mencium bau busuk yang sangat menyengat. Setelah ditelusuri, bau busuk tersebut ternyata berasal dari sosok mayat wanita yang tertelungkup mengapung di Sungai Bengawan Solo.

Gila-Gilaan, Moge Perang Asal Rusia Ini Cuma Buat Dagang Kopi Keliling

Sugiyanto kemudian melaporkan temuan mayat itu kepada warga sekitar dan dilanjutkan ke Polsek Ngrampal.

Sejumlah sukarelawan dari berbagai lembaga seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR Himalayu, Relawan Ganefo, PMI Sragen, PSC 119 Sragen, TNI, Polsek, perangkat desa setempat, warga sekitar, dan lain-lain langsung datang ke lokasi.

Tim Inafis dari Polres Sragen dan petugas medis dari puskesmas setempat juga datang ke lokasi. Proses evakuasi mayat wanita yang mengapung di Bengawan Solo itu disaksikan oleh ratusan warga sekitar.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom