Wah Pendaftar Perempuan STT "Warga" Surakarta Gratis Biaya Pendidikan Rp10 Juta, Kuota Terbatas Hlo!

Pendaftar perempuan STT "Warga" Surakarta bakal mendapatkan gratis biaya pendidikan hingga Rp10 juta. Tanpa syarat dan kuota terbatas!

 Kampus STTW Surakarta. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Kampus STTW Surakarta. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Sekolah Tinggi Teknologi Warga atau STT “Warga” Surakarta memberikan biaya pendidikan gratis bagi pendaftar perempuan yang diterima.

Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada perempuan-perempuan karena telah tertarik dengan bidang keteknikan yang identik dengan pekerjaan berat.

PromosiKota Solo Pernah Jadi Pesemaian Sastra Patriotik dan Revolusioner

Baca Juga: Doa Agar Mudah Melahirkan Menurut Islam, Dibaca Suami ya!

Potongan biaya pendidikan untuk pendaftar perempuan STT “Warga” Surakarta ini senilai Rp10 juta bagi yang diterima di program studi DIII Teknik Mesin dan Rp7,8 juta untuk program studi DIII Teknik Elektronika.

“Kami dari Yayasan Pendidikan Warga memberikan suatu apresiasi pendaftar perempuan atau calon mahasiswi yang punya passion di bidang keteknikan ini diberi apresiasi dibebaskan biaya dana pendidikannya. Sehingga ketika masuk hanya membayar SPP dan dana penunjang saja. Adapun biaya pendidikan ini untuk mahasiswi yang masuk di DIII Teknik Mesin sebesar Rp10 juta. Dan untuk DIII Teknik Elektronika bebas dana pendidikan sebesar Rp7,8 juta,” ujar Kaleb Priyanto kepada Solopos.com, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Viral Influencer Dapat Vaksin Dosis Ketiga, Moderna yang Dipakai untuk Nakes?

Akan tetapi, gratis biaya pendidikan untuk pendaftar perempuan STT “Warga” Surakarta ini terbatas untuk 10 mahasiswi dan dibuka hingga 31 Agustus 2021.

“Ini diberikan kepada 10 pendaftar perempuan pertama. Sampai saat ini baru ada tiga pendaftar perempuan dan masih ada tujuh kuota yang akan mendapatkan potongan dana pendidikan. Dan ini dibuka pendaftarannya hingga 31 Agustus 2021, dengan catatan kuota belum terpenuhi,” ujar pria berusia 32 tahun ini.

Baca Juga: Potret Selvi Ananda Ini Dibilang Mirip Artis Korea, Setuju Lur?

Bagi lulusan SMA atau sederajat perempuan yang tertarik mendapatkan gratis biaya pendidikan di STT “Warga” Surakarta bisa mendaftar langsung ke kampus yang beralamatkan Jl Raya Solo – Baki KM 2, Kwarasan, Sukoharjo dengan sistem one day service tanpa tes.

“Untuk pendaftar yang langsung ke kampus, kami mengedepankan protokol kesehatan sehingga tes secara tertulis tidak kami laksanakan. Kami terima begitu saja, mendaftar langsung terima,” imbuh dia.

Baca Juga: Doa Agar Lulus CPNS 2021 dan Amalannya yang Dibaca 1.000 Kali

Atau bagi kamu yang berdomisili di luar Soloraya, bisa mendaftar melalui online dan mengikuti tesnya di pmb.sttw.ac.id.

Adapun syarat-syarat mendaftar program ini adalah sebagai berikut:

  • Berijazah atau memiliki SKL SMA (IPA atau IPS), MA, dan SMK (semua jurusan)
  • Pas foto 3 x 4 berwarna dua lembar
  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Membayar uang pendaftaran Rp200.000
  • Bagi calon mahasiswa jalur prestasi akademik, menyerahkan surat keterangan dari kepala sekolah
  • Bagi calon mahasiswa jalur prestasi seni, budaya, dan olahraga diwajibkan menyerahkan fotokopi sertifikat kejuaraan dan menunjukkan aslinya
  • Membawa Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga:  Yuk Masak Olahan Daging Kurban Sisa Ala Chef Arnold, Mudah Kok!

Potongan Biaya Pendidikan di STT “Warga” Surakarta

Tak hanya untuk perempuan, terdapat beberapa program potongan bagi pendaftar lainnya.

Untuk lulusan SMA sederajat yang mendaftar hingga 7 Agustus 2021 baik online maupun datang langsung ke kampus, bisa mendapatkan potongan biaya pendidikan Rp500.000.

Baca Juga: Ahli Satu Ini Ungkap Kunci Mengatasi Pandemi Covid-19, Apa Itu?

Selain itu, bagi lulusan SMA/SMK Warga, mereka juga mendapatkan potongan biaya pendidikan senilai Rp2 juta.

Kemudian, juga ada potongan untuk yang berprestasi baik akademik/non akademik, mereka juga akan mendapatkan potongan biaya pendidikan senilai Rp1 juta.

Kaleb mengatakan, selain tiga potongan biaya pendidikan itu, STT “Warga” Surakarta juga akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang tingkat ekonominya tergolong pra sejahtera.

Baca Juga: Biodata Terlengkap Amanda Manopo, Pemeran Andin di Ikatan Cinta

“Beasiswa bagi keluarga pra sejahtera kita memberikan potongan SPP setiap semester senilai Rp1 juta. Ini khusus yayasan berikan bagi masyarakat keluarga pra sejahtera tiap semester Rp1 juta di semua prodi. Adapun syaratnya,menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan ditambah nanti ada survei dari kampus untuk verifikasi,” ungkap Kaleb.

Sebagai informasi, untuk penerimaan mahasiswa baru tahun ini, STT “Warga” Surakarta membuka untuk DIII Teknik Mesin sebanyak 240 mahasiswa, DIII Teknik Elektronika 100 mahasiswa dan SI Teknik Mesin 40 mahasiswa.

Akan tetapi, untuk program studi S1 Teknik Mesin sudah ditutup pendaftarannya karena kuota sudah terpenuhi.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Sejarah Tugu Lilin, Dibangun di Solo setelah Gagal di Beberapa Kota

Sebelum dibangun di Solo, Tugu Lilin gagal dibangun di beberapa kota seperti Batavia, Surabaya, dan Semarang.

10 Berita Terpopuler: Kecelakaan Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Ulasan tentang kecelakaan lalu lintas di Jl. Solo-Semarang tepatnya Karanggondang, Penggung, Boyolali, Kamis (19/5/2022) pukul 14.15 WIB menjadi berita terpopuler di Solopos.com Jumat (20/5/2022).

20 Mei Hari Kebangkitan Nasional, Mengapa Tidak Tanggal Merah?

Berdasarkan Kepres No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bukan tanggal merah atau hari libur nasional

Selamat Harkitnas! Begini Sejarah 20 Mei Jadi Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei sebenarnya merupakan hari lahirnya sebuah organisasai bernama Boedi Oetomo atau Budi Utomo pada 20 Mei 1908 atau 37 tahun sebelum Indonesia merdeka.

Media Jangan Telan Mentah-Mentah Hasil Survei

Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik media yang menelan mentah-mentah hasil survei termasuk tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi.

Sejarah Hari Ini: 20 Mei 1908 Berdirinya Budi Utomo Sebagai Harkitnas

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 20 Mei.

2 Survei Kepuasan Jokowi Jauh Beda, Rocky: Surveyor Sedang Cari Remah

Rocky Gerung menyoroti dua hasil survei terhadap tingkat kepuasan Presiden Jokowi yang saling bertolak belakang padahal dirilis hampir bersamaan.

Kenaikan TDL Pelanggan 3.000 VA Berpotensi Tambah Beban Industri

Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik abagi pelanggan 3.000 volt ampere (VA) disesalkan pelaku industri yang tengah berjuang untuk bangkit setelah dihajar pandemi Covid-19.

Kompolnas: Briptu Tajir HSB Lakukan Kejahatan Korporasi

Albertus Wahyurudhanto mengatakan kasus penambangan emas ilegal, baju bekas, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat oknum Polri Briptu HSB merupakan kejahatan korporasi.

Akun Medsos Pejabat Singapura Diserbu Pendukung UAS

Hal itu merupakan buntut dari deportasi yang dilakukan Singapura terhadap UAS pada Senin (16/5/2022) lalu.

Fahri Hamzah: Pejabat Singapura Idap Islamphobia

Fahri Hamzah menilai pejabat Singapura mengidap  islamophobia lantaran menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke negara tersebut, beberapa hari lalu.

Kejagung Segera Tangkap Semua Tersangka Mafia Minyak Goreng

Febrie menyebutkan tersangka Lin Che Wei sempat membagikan uang hasil kejahatan mafia minyak goreng ke sejumlah pihak.

Dicap Halu, Yusuf Mansur: Saya Sedang Mengajari Bangsa Ini Bermimpi

Yusuf Mansur mengatakan, dirinya sedang mengajari bangsa Indonesia bermimpi agar mencapai taraf kehidupan yang lebih baik. 

Tampil di Youtube Anak, Yusuf Mansur Sebut Dirinya Asal Ngomong

Yusuf Mansur mengaku dirinya bukan orang yang pandai, karenanya ia tidak banyak berpikir tapi banyak bertindak.

Menteri Muhadjir Sarankan UAS Jaga Lisan Agar Tak Diusir Singapura

Muhadjir Effendy menyarankan UAS untuk menjaga lisan agar tidak menyakiti hati orang lain.