Tutup Iklan

Wagub Jateng Dorong Adanya Wisata Halal di Tawangmangu, Ini Maksudnya

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, mendorong wisata halal di Tawangmangu untuk membidik wisatawan dari negara muslim.

 Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, meresmikan Masjid Al Fatih IIBS Al Azhar, di Karangpandan, Karanganyar, Senin (18/10/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, meresmikan Masjid Al Fatih IIBS Al Azhar, di Karangpandan, Karanganyar, Senin (18/10/2021). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR – Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen, mendorong diwujudkannya wisata halal di Tawangmangu, Karanganyar.

Wacana ini disampaikan Wagub saat menghadiri acara peresmian Masjid Al Fatih Al Azhar International Islamic Boarding School (IIBS) di Desa Salam, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Senin (18/10/2021). Maksud Wagub dari wisata halal adalah memberikan kenyamanan dan makanan yang halal kepada pengunjung.

Wagub Taj Yasin melihat Tawangmangu sebagai ikon wisata di Karanganyar bisa dikembangkan lebih jauh. Salah satunya dengan mendorong wisata halal yang menyasar target wisatawan dari negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim, seperti Maroko, Turki, Arab Saudi dan lain-lain.

Baca Juga: Libur Maulid Nabi, Tawangmangu Cenderung Sepi

“Saya mengapresiasi dengan Pondok Pesantren Isy Karima Karangpandan yang menyiapkan dan mengemas makanan itu secara mandiri. Makanan yang diolah secara sehat dan sesuai dengan ketentuan agama. Tentu ini akan membuat wisatawan dari negara-negara seperti Maroko, Turki dan Saudi Arabia datang ke sini,” papar Wagub saat peresmian Masjid Al Fatih, seperti dikutip dari rilis resmi Pemkab Karanganyar.

Lebih jauh, Taj Yasin mencontohkan Pondok Sulamainiyah di Turki. Di sana pondoknya lebih modern namun mampu mengemas dan mengolah makanan secara halal. Mulai dari sapi yang dipelihara secara mandiri di pondok tersebut, kemudian dipotong juga sesuai dengan syariat. Daging tersebut kemudian diolah menjadi makanan siap saji, dikemas dan diedarkan secara luas.

“Saya melihat Al Azhar  IIBS juga membuat santrinya entrepreneur, profesional, dan hafiz,” tambahnya.

Baca Juga: Gerindra Karanganyar Gelar Vaksinasi, Jumlah Peserta Jauh Berkurang

Wagub juga berharap santri tidak hanya menghafal Al Quran, namun juga tahu artinya dan mengamalkan dalam kehidupan. Hadirnya Al Azhar IIBS diharapkan dapat melahirkan generasi generasi penghafal Al Quran.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengucapkan terima kasih dan bangga diresmikan Masjid Al Fatih. Pihaknya berharap Al Azhar IISB melahirkan anak anak yang hafiz Al Quran dan SDM yang berakhlak mulia. Selain itu, mereka juga diharapkan memiliki pegetahuan yang unggul dan mampu menguasai teknologi.

“Semoga terwujud Karanganyar yang Baldatun Thoyibatun Warufur ghofur. Masyarakat kaya raya dan sejahtera,” pungkasnya.


Berita Terkait

Espos Plus

Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Berita Terkini

Ibu-Ibu Jatisuko Karanganyar Dapat Pelatihan Menjahit dari Desa

Pemerintah Desa Jatisuko, Kecamatan Jatipuro, Karanganyar, berinisiatif menggelar pelatihan menjahit bagi ibu-ibu rumah tangga setempat untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Innalillahi, Warga Matesih Karanganyar Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Wardi, warga Dusun Sidodadi, Desa/Kecamatan Matesih, Karanganyar, ditemukan sudah membusuk di kamar rumahnya, Kamis (9/12/2021).

Gelar Sarjana Tak Jamin Lulus Seleksi Perangkat Desa Gabus Sragen

Sejumlah lulusan SMA atau sederajat memiliki total skor cukup tinggi dibandingkan peserta lulusan perguruan tinggi dalam Seleksi Perangkat Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Misteri Peri Cantik Penggoda di TPU Bonoloyo Solo, Pernah Diisengin?

Ada mitos peri cantik penggoda di TPU Bonoloyo Solo yang kerap menyamar menjadi perempuang berbau wangi kamboja.

Sebelum Dibuang, Bayi Baru Lahir di Sukoharjo Dibekap Ibu Kandungnya

Dengan alasan malu karena telah melahirkan bayi hasil hubungan di luar nikah, seorang wanita berusia 20 tahun asal Nguter Sukoharjo tega membunuh anak kandungnya sendiri tersebut.

Kerap Picu Kecelakaan, Kerusakan Jalan Karangudi-Made Sragen Dikeluhkan

Kerusakan jalan Karangudi-Made, Ngrampal, Sragen, kerap memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dimeriahkan Jikustik, HUT ke-160 De Tjolomadoe Pecahkan Rekor MURI

Peringatan HUT ke-160, De Tjolomadoe dimeriahkan Jikustik dan hadirnya rekor baru dari MURI.

Ekspedisi Ekonomi Digital, Pelayanan Prima Artugo Mudahkan Pelanggan

Di era serba digital, keinginan konsumen dalam memperoleh barang rumah tangga dinilai semakin kompleks.

Seperti Reuni, 15 PGOT Terciduk Kumpul Bareng di Rumah Kosong Sukoharjo

Sebanyak 15 pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT) terciduk tengah berkumpul di sebuah rumah kosong di Gembongan, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo.

Ekspedisi Ekonomi Digital, Ini Cara Pelaku UKM Menjadi Member BNI Xpora

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tengah merintis dan berminat meningkatkan kapasitas bisnis di pasar global.

Tersetrum, Buruh Bangunan di Klaten Alami Luka Bakar Hingga 30%

Seorang pekerja bangunan tersetrum listrik di proyek pembangunan rumah salah satu warga di Kecamatan Jatinom, Klaten. Korban selamat dari maut, namun ia mengalami luka bakar hingga 30 persen di tubuhnya.

Warung Seafood Legenda di Semarang Belum Garap Online, Begini Alasannya

Di saat banyak pelaku usaha berlomba-lomba mulai menggarap pasar online di era serba digital ternyata masih ada pengusaha kuliner yang belum tertarik menggarap online food.

Yuk, Belajar Bertani, Beternak dan Budi Daya Ikan di Taman Winasis Solo

Di Taman Winasis Kota Solo, pengunjung bisa menimba ilmu tentang pertanian urban, peternakan hingga perikanan.

Kampung Belanda Solo: Dulu Ada 150 Bangunan Kuno, Kini Hanya Separonya

Kampung Belanda di Solo yang kini dikenal Kampung Loji Wetan kini hanya menyisakan bangunan kuno sebanyak 75.

Round Up: 1 Ekskavator Tenggelam Sedalam 3 Meter di Rawa Jombor Klaten

Satu ekskavator yang beroperasi di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, terguling, Selasa (7/12/2021) siang.