Tutup Iklan

WADUK BADE BOYOLALI : Kemarau, Volume Air Waduk Menyusut Drastis

 Petani menjaring ikan di Waduk Bade, Kecamatan Klego, Boyolali,  Senin (16/9/2013). Volume air waduk tersebut mulai menyusut drastis pada musim kemarau ini. (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Petani menjaring ikan di Waduk Bade, Kecamatan Klego, Boyolali, Senin (16/9/2013). Volume air waduk tersebut mulai menyusut drastis pada musim kemarau ini. (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)

 Petani menjaring ikan di Waduk Bade, Kecamatan Klego, Boyolali,  Senin (16/9/2013). Volume air waduk tersebut mulai menyusut drastis pada musim kemarau ini. (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)


Petani menjaring ikan di Waduk Bade, Kecamatan Klego, Boyolali, Senin (16/9/2013). Volume air waduk tersebut mulai menyusut drastis pada musim kemarau ini. (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI –Volume air Waduk Bade di Kecamatan Klego, Boyolali menyusut drastis dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Senin (16/9/2013), penyusutan air itu meninggalkan bekas gradasi warna di dinding tanggul bagian timur waduk. Penyusutan air dipengaruhi oleh penguapan karena panas kuat serta hembusan angin kencang, sebagaimana diterangkan petugas operasional waduk itu, Marji.

“Mulai Juli, air menyusut drastis. Ya karena kemarau jadi penguapan kuat,” ujar Marji saat ditemui Solopos.com di kediamannya, Senin.

Volume air waduk itu saat ini, lanjut dia, tinggal 1,387 juta m3. Sementara volume waduk mencapai 2,4 juta m3 pada Juli lalu. Sedangkan pada Agustus, volume air mencapai 1,528 juta m3.

Dia tak mengelak terdapat pengaliran air ke sejumlah area persawahan. Yakni, 1.300 m3 ke Karangmojo, Juli lalu; 900 m3 ke Munggur dan 500 m3 ke Banyuurip. “Peruntukannya mengaliri sawah yang ditanami palawija. Distribusi air sesuai permintaan, tapi juga mempertimbangkan kekuatan debet dengan daya jangkau,” tukasnya.

Sementara petani area sawah di sebelah selatan waduk itu, terangnya dia, masih ada kegiatan penanaman padi. Marji mengungkap petani sawah tadah hujan tersebut mengambil air waduk dengan pompa. “Semestinya tak boleh, tapi ya bagaimana. Pertimbangan kemanusiaan, mereka harus menyelamatkan tanaman,” imbuhnya.

Salah satu petani di wilayah itu, Sunarto, 46, menerangkan tanaman padi rata-rata berusia 70 hari. “Dalam proses hamil, padi sekitar 20-30 hari baru bisa dipanen,” tandasnya.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Harga Minyak Goreng Naik Terus Sampai 2022, Ini Sebabnya Bund

Harga minyak goreng diprediksi akan terus naik hingga 2022 karena berbagai faktor.

Dilamar Sang Kekasih, Awkarin Pamer Cincin

Setelah dilamar kekasih, Awkarin pun pamer foto yang memperlihatkan jari-jarinya telah dihiasi cincin.

Miris! Warga di Bali Ini Tarik Air Danau Demi Bisa Minum & MCK

Sejumlah warga desa di Pulau Dewata Bali mengalami krisis air bersih selama bertahun-tahun.

Alumni ISI Solo Gelar Konser Karawitan di Taman Budaya Jawa Tengah

rangkian acara Pameran Seni Rupa dan Pertunjukan Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Solo

3 Pemuda Boyolali Hendak Basmi Klitih Bak Hero, Malah Begini Nasibnya

Sebanyak 3 pemuda Boyolali, Jateng, yakni AA, 18, MAT, 18, dan AAT, 19, ditangkap polisi karena nekat membawa sajam, tetapi mereka mengaku akan menggunakan sajam untuk membasmi klitih.

Ikatan Cinta 30 November 2021: Andin Gak Boleh Dekat Reyna, Al Gimana?

Di bawah ini terdapat sinopsis atau bocoran sinetron Ikatan Cinta episode malam ini, Selasa, 30 November 2021 yang tayang di RCTI 19.45 WIB.

Mahasiswa Fakultas Hukum dan Bisnis UDB Solo Kunjungi Griya Solopos

Sejumlah mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Bahasa Inggris, Fakultas Hukum dan Bisnis, Universitas Duta Bangsa (UDB) Solo berkunjung ke Griya Solopos, Kamis (25/11/2021).

Misteri Gunung Tidar: Pakunya Tanah Jawa

Gunung Tidar yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, diyakini sebagai paku bumi Tanah Jawa.

Tanggul Sungai Dawe Jebol, Rumah dan Jalan di Kudus Terendam Banjir

Tanggul jebol sepanjang 15 meter dan tinggi sekitar satu meter akibat intensitas hujan yang tinggi

Kerajaan Mataram Islam di Balik Asale Tanah Jawa

Kerajaan Mataram Islam memiliki  peninggalan bersejarah yang menjadi bagian dari kisah tanah Jawa yang tidak terlupakan.

Jateng Belum Berniat Tutup Tempat Wisata saat Libur Nataru

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng belum berencana menutup destinasi wisata di wilayahnya saat libur akhir tahun atau Nataru nanti.

Gibran Jamin Keamanan Mahasiswa Papua Belajar di Solo

Selain menjamin Kota Solo aman ditinggali mahasiswa asal Papua, Gibran Rakabuming Raka juga menyebut Kota Bengawan layak dijadikan tujuan belajar mengingat biaya hidup yang murah dan lokasinya yang strategis.

Pilih Aneka Ayam Panggang Hanya di I Am In Love

Menu I Am In Love ini dikemas dalam aneka menu nasi boks yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Tolak Hadiah Sepeda Bupati Sragen, Siswa SD Justru Minta Bus Remote

Seorang siswa SD menolak hadiah sepeda yang ditawarkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dan memilih hadiah bus remote dengan spesifikasi khusus.

Dua Pekan Operasi Zebra Candi 2021, 605 Kecelakaan Terjadi di Jateng

Ditlantas Polda Jateng mencatat selama dua pekan pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2022 terdapat 605 kejadian kecelakaan di Jateng, dengan jumlah korban meninggal mencapai 31 orang.