Tutup Iklan

Waduh! Warga Keracunan Makanan di Ngawi Bertambah Jadi 65 Orang

 Ilustrasi Keracunan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Keracunan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, NGAWI — Jumlah korban keracunan makanan di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, bertambah lagi, Selasa (22/6/2021). Saat ini warga yang mengalami keracunan setelah menyantap nasi kotak dari acara hajatan tiga bulan kelahiran tersebut sebanyak 65 orang.

Kepala Puskesmas Padas, Zain Ratna Priyanto, mengatakan ada tambahan pasien lagi pada Selasa, total warga yang mengalami keracunan makanan itu ada 65 orang. Rinciannya, 57 orang dari Desa Sukowiyono dan lima orang dari Desa Sambiroto, Kecamatan Padas. Sedangkan tiga orang lainnya dari Desa Lego Kulon, Kecamatan Kasreman.

Dia menuturkan tidak semua korban keracunan makanan dirawat di Puskesmas Padas, Ngawi. Sebagian besar menjalani rawat jalan. Sedangkan warga yang menjalani rawat inap ada 20 orang.

Baca juga: Puluhan Warga Keracunan Massal di Ngawi, Polisi Turun Tangan Selidiki

Zain memerinci 13 orang menjalani rawat inap di Puskesmas Padas, lima orang dirawat di Puskesmas Karangjati. Kemudian dua orang yang keracunan makanan dirujuk di RSUD dr. Soeroto, Ngawi.

“Untuk yang dirawat di Puskesmas Karangjati, yaitu dua orang dari Desa Sambiroto dan tiga orang dari Desa Sukowiyono,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Bertambahnya korban keracunan makanan itu membuat ruang rawat inap di Puskesmas Padas, Ngawi penuh. Sehingga, sebagian korban keracunan makanan itu dirawat ke Puskesmas Karangjati.

“Pasien yang baru dirawat di Puskesmas lain [Karangjati] karena [Puskesmas Padas] penuh,” ujar dia.

Baca juga: Alhamdulillah, 36 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Pernikahan di Madiun Sembuh

Alami Gejala Keracunan Makanan

Zain menyampaikan untuk kondisi pasien yang dirawat di Puskesmas Padas sudah mulai membaik. Pada Selasa ini ada satu warga yang diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.

Puluhan orang ini mengalami keracunan makanan setelah menyantap nasi kotak dari hajatan syukuran tiga bulan kelahiran anak. Warga yang menggelar hajatan tersebut adalah warga Desa Sukowiyono. Hajatan tersebut digelar pada Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Gawat, Bocah Korban Keracunan Makanan di Ngawi Kejang-Kejang

Nasi kotak tersebut diberikan kepada puluhan warga pada Minggu siang. Setelah menyantap hidangan tersebut, para warga mulai mengalami gejala keracunan, seperti mual dan muntah serta demam pada Senin dini hari.

Hampir semua warga yang memakan nasi kotak tersebut mengalami keracunan. Namun, gejala yang ditimbulkan memang tidak sama. Ada yang Senin dini hari telah merasakan gejala itu, tetapi ada juga warga yang baru merasakan gejala itu pada Senin siang.

Berita Terkait

Berita Terkini

Aneh! Anak di Madiun Melahirkan, Keluarga Sebut Dihamili Makhluk Halus

Aparat Polres Madiun menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang disebut melahirkan karena dihamili mahkluk halus.

Hendak Mandi, Petani Ponorogo Malah Temukan Mayat

Seorang petani di Probolinggo menemukan sosok mayat tetangganya saat berada di sawah.

KPK Geledah Rumah Plt Bupati Probolinggo, Polisi Ikut Berjaga

KPK menggeledah rumah Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prianjoko, setelah sebelumnya melakukan OTT kepada Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari.

Okupansi Hotel di Pasuruan Meningkat, Gegara Kasus Covid-19 Turun

Tingkat okupansi atau hunian hotel di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) mulai mengalami peningkatan seiring turunnya kasus Covid-19.

Marak Lahan Hutan Ditanami Porang, Bencana Banjir Intai Madiun

Wali Kota Madiun, Maidi, menyebut adanya potensi banjir di wilayahnya akibat alih fungsi lahan di hutan menjadi perkebunan tanaman porang.

Gadis 14 Tahun Asal Kediri Dibunuh Kekasihnya, Karena Hamil?

Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan gadis 14 tahun di Kediri setelah menemukan handphone korban di lokasi kejadian.

Permintaan Oksigen Medis di Madiun Raya Menurun Drastis

Permintaan oksigen medis di wilayah Madiun Raya mengalami penurunan seiring penambahan kasus harian Covid-19 di wilayah tersebut yang kian turun.

Hari Pertama PTM Madiun, Pelajar SD Swab Antigen Sebelum Masuk Kelas

Pembelajaran tatap muka hari pertama di Kota Madiun dilaksanakan Senin (27/9/2021). Sejumlah sekolah mensyaratkan tes swab antigen Covid-19 sebelum masuk kelas.

Unipma Siap Gelar PTM, Mahasiswa Wajib Vaksin Covid-19 Dosis Satu

Pembelajaran tatap muka di Universitas PGRI Madiun (Unipma) direncanakan mulai pertengahan Oktober 2021.

Poligami, Pejabat BUMN Surabaya Divonis Penjara 14 Bulan

Seorang pejabat BUMN di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dijatuhi hukuman penjara 1 tahun dan 2 bulan karena melakukan poligami tanpa seizin istri pertama.

Duh, 3 Siswa di Madiun Diketahui Positif Covid-19 saat Skrining PTM

Pemkot Madiun menggelar skrining atau pemeriksaan Covid-19 bagi siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka atau PTM di sekolah.

Korban Penculikan Pengusaha Sragen Melahirkan, Polisi Lakukan Tes DNA

Tim penyidik Satreskrim Polres Madiun Kota masih memeriksa pengusaha asal Sragen, DN, 36, karena diduga menculik dan mencabuli remaja 14 tahun asal Kota Madiun.

Gadis 14 Tahun Asal Kediri Ini Diduga Dibunuh Kekasihnya

Polisi berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap gadis asal Kediri, A, 14, melalui handphone korban yang ditemukan di lokasi kejadian.

Pabrik Kerupuk Ponorogo Kebakaran, Kerugian Capai Rp50 Juta

Sebuah pabrik kerupuk di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) mengalami kebakaran hingga meludeskan puluhan kantong berisi kerupuk.

Jahanam! Ustaz di Trenggalek Cabuli 34 Santriwati Pakai Dalil Ini

Seorang ustaz di Trenggalek cabuli 34 santriwati dengan dalil murid harus menurut kepada guru.

Pengumuman, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp45.000

PT Kereta Api Indonesia menurunkan tarif rapid test antigen dari Rp85.000 menjadi Rp45.000 mulai 24 September 2021.