Waduh! Warga 1 RT di Polanharjo Klaten Tergusur Proyek Tol Solo-Jogja
Patok proyek jalan tol Solo-Jogja terpasang di tepi persawahan wilayah Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kamis (30/7). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Warga satu RT di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten terpaksa pindah lantaran tergusur proyek jalan tol Solo-Jogja.

Warga satu RT yang harus direlokasi itu tercatat sebagai warga RT 014/RW 005 Desa Kranggan. Ada 15 rumah di RT tersebut.

Kepala Desa (Kades) Kranggan, Gunawan Budi Utomo, mengatakan warga di dua RT di desa itu harus direlokasi lantaran tergusur proyek jalan tol Solo-Jogja. Warga tersebut masuk wilayah RT 014/RW 005 dan RT 009/RW 004.

Klarifikasi Hana Hanifah Disebut Telanjang Saat Digerebek dan Sering Ditawar Pria di IG

Wilayah satu RT yang seluruh rumah warganya bakal tergusur proyek tol Solo-Jogja di Klaten yakni di RT 014. Sementara di RT 009, separuh rumah warga tergusur proyek tol.

“Di RT 014 itu ada sekitar 15 rumah sementara di RT 009 ada 23 rumah [bakal tergusur pembangunan jalan tol],” ujar Gunawan saat ditemui wartawan di sela sosialisasi dan konsultasi publik pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Solo-Jogja di desa setempat, Selasa (4/8/2020).

Jumlah warga terdampak proyek jalan tol Solo-Jogja itu sebanyak 112 keluarga. Pemerintah desa berencana mengajukan izin ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memanfaatkan lahan tanah kas desa yang berada di zona kuning sebagai tempat relokasi permukiman warga terdampak jalan tol.

Ini Tahapan Pembebasan Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten

Menyiapkan Tanah Kas Desa 2.000 Meter Persegi

Luas tanah kas desa yang disiapkan sekitar 2.000 meter persegi. “Seandainya mendapatkan izin dari Kementerian, kami akan relokasi ke sana [tanah kas desa],” tutur dia.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Kranggan, Yosef, 32, mengaku kaget bakal menjadi salah satu warga terdampak pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Yosef menjelaskan bidang tanah miliknya yang bakal dilintasi jalan tol berupa sawah.

“Sama sekali belum tahu bakal terdampak. Baru tahu itu setelah mendapatkan undangan [sosialisasi dan konsultasi publik]. Kalau untuk kepentingan umum ya setuju-setuju saja. Harapannya karena ini demi kepentingan umum, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Semoga yang katanya ganti untung itu benar-benar mendapatkan ganti untung yang layak,” jelas warga Dukuh Ngentak, Desa Kranggan tersebut.

Wah! Ribuan Butir Jeruk Penuhi Jalan Tol Soker Sragen, Ternyata Ini Penyebabnya

Warga lainnya, Agung Setiyoko, 42, menyatakan akan patuh dengan program pemerintah. Tetapi, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan terkait pembangunan jalan tol Solo-Jogja agar jangan sampai timbul permasalahan di kemudian hari.

“Pertama masalah irigasi pertanian. Besok itu tanah di desa kami dibelah jalan tol di sisi barat dan timur jalan tol. sementara, sekarang air mengalir dari barat ke timur. Ini harus dipertimbangkan betul terkait irigasi pertanian jangan sampai mematikan banyak petani,” tutur dia.

Kasus ‘Obat Covid-19’ Anji-Hadi Pranoto, Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

Agung juga berharap warga bisa mendapatkan ganti rugi yang layak dari tanah mereka yang dilintasi jalan tol Solo-Jogja.

“Ada aspek historis. Kami sudah hidup bertahun-tahun di tempat tersebut. itu harus dipertimbangkan. Tinggal di sana menjadi sejarah hidup kami. Kami berharap nilai historis ini juga diperhitungkan. Kalau bisa ada ganti untung hingga warga bisa tetap hidup yang layak di tempat yang baru,” urai dia.

Agung menuturkan rumah serta tanah pekarangan miliknya dengan total luas lahan 600 meter persegi bakal terdampak proyek tol. Selama ini, Agung tinggal di wilayah Dukuh Ngentak.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom