Waduh! Ternyata Karanganyar Masih Kekurangan 1.140 Guru Kelas
Ilustrasi guru kelas SD. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, KARANGANYAR-- Kabupaten Karanganyar ternyata masih kekurangan 1.140 orang guru kelas. Namun, kekurangan tersebut akan dipenuhi melalui rekrutmen PPPK secara bertahap.

Data tersebut dihimpun Solopos.com dari badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) Kabupaten Karanganyar. Kepala Bidang (Kabid) Pengangkatan dan Mutasi BKPSDM Kabupaten Karanganyar, Isnan Nur Aziz, menyampaikan data tersebut muncul hingga Jumat (5/3/2021).

"Per hari ini [Jumat] itu kekurangan 1.140 orang guru kelas [sekolah dasar] di Karanganyar," ujar Isnan saat berbincang dengan wartawan seusai menghadiri acara mutasi dan penataan kepala SD dan SMP di aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Jumat (5/3).

Baca jugaUjian SD di Karanganyar akan Digelar Luring di Sekolah, Setuju Tidak?

Isnan menyampaikan hal itu saat Solopos.com menanyakan kekurangan guru yang terjadi di Kabupaten Karanganyar. Perihal solusi, BKPSDM mengacu kebijakan pemerintah pusat yakni merekrut guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.

"Rencana kami melakukan pengisian PPPK. Tahun 2021 ini. Proses awal akan dimulai April ini tetapi nanti diharapkan Juni bisa mulai rekrutmen," ungkapnya.

Isnan menyebutkan syarat guru PPPK di Karanganyar, yakni berstatus guru honorer dan masuk dalam data pokok peserta didik (dapodik). Meski sudah masuk dapodik pun, ada batas waktu yang dinyatakan memenuhi kriteria.

"Guru tersebut masuk dapodik itu selambat-lambatnya 30 Juni 2020. Kalau lebih dari itu ya tidak bisa. Tidak memenuhi syarat," ujar dia.

Baca jugaBelasan Ribu Guru di Klaten Masuk Daftar Peserta Vaksinasi Covid-19

Penataan Kepala Sekolah

Ditanya tentang penataan kepala SD dan SMP pada Jumat ini, Isnan menyebutkan Pemkab Karanganyar melantik 118 orang kepala SD dan SMP. Jumlah itu terdiri dari 102 orang kepala SD dan 16 orang kepala SMP.

"Dari jumlah [118 orang kepala sekolah itu], ada yang mutasi dan ada yang memang rekrutmen baru. Untuk kepala SD itu ada 29 orang yang rekrutmen baru sedangkan SMP ada tujuh orang. Selebihnya mutasi," jelas dia.

Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Tarsa, menyampaikan penataan 118 orang kepala SD dan SMP itu hasil rekrutmen Desember 2020. Tarsa menyebutkan bahwa seleksi melibatkan salah satu perguruan tinggi di Soloraya.

"Mereka ini kan awalnya guru di Karanganyar kemudian naik menjadi kepala sekolah. Jadi saya rasa bisa langsung menyesuaikan diri. Bedanya kan dulu hanya kelola satu kelas sekarang mengelola satu sekolah," ungkap Tarsa saat ditanya pesan untuk kepala sekolah yang dilantik.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menghadiri kegiatan tersebut. Dia menyampaikan selamat kepada 118 orang kepala SD dan SMP yang hari itu dilantik. Kepala sekolah baru diharapkan dapat mengelola dan mendidik anak-anak dengan baik.

 

 



Berita Terkini Lainnya








Kolom