Waduh! Talut Sepanjang 35 Meter di SDN 2 Kadipiro Karanganyar Longsor

Talut pagar sepanjang 35 meter di SD Negeri 2 Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, longsor pada Jumat (20/5/2022) dini hari.

 BPBD, TNI/ Polisi dan masyarakat membersihkan material longsoran talud pagar SD N 2 Kadipiro, Jumapolo pada Jumat (20/5/2022). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - BPBD, TNI/ Polisi dan masyarakat membersihkan material longsoran talud pagar SD N 2 Kadipiro, Jumapolo pada Jumat (20/5/2022). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR — Talut pagar SD Negeri 2 Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah longsor pada Jumat (20/5/2022) dini hari.

Talut yang longsor tersebut sepanjang 35 meter. Bencana alam tanah longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan selama lebih dari empat jam.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Sukarelawan Militan Jumapolo, Dwi Heri Wibowo, 52, mengatakan talut pagar SDN 2 Kadipiro longsor sekitar pukul 00.30 WIB. Longsor terjadi saat tengah malam sehingga tak ada aktivitas di SD tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Karena kejadian jam 00.30 WIB,” kata dia kepada Solopos.com.

Dia mengatakan talut pagar sekolah tersebut longsor sepanjang 35 meter. Dengan ketinggian talud mencapai dua meter.

Baca Juga : Hujan 2 Jam, Tebing dan Talut Setinggi 3 Meter Longsor di Karanganyar

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bagus Darmadi, mengatakan proses evakuasi material longsor dilakukan BPBD, sukarelawan, TNI, Polisi, dan warga setempat.

Pembersihan material longsoran dilakukan dengan kerja bakti menggunakan peralatan manual. Selama proses pembersihan, aktivitas kegiatan belajar mengajar masih tetap berjalan.

“Tidak mengganggu aktivitas sekolah karena yang longsor hanya talut pagar saja. Tidak sampai bangunan ruang sekolah,” tutur dia.

Pihaknya mengimbau warga di daerah rawan longsor terutama di kawasan tebing atau lereng Gunung Lawu untuk mewaspadai ancaman longsor.

Baca Juga : Detik-Detik Talut Longsor Menimpa Bocah di Ngargoyoso Karanganyar

Hal ini seiring tingginnya intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan. “Harus waspada longsor bagi warga yang di kawasan perbukitan. Terutama saat hujan lebih dari dua jam dan intensitasnya tinggi atau deras,” ungkapnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

+ PLUS Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

Di banyak negara berkembang di Asia dan Afrika, bahkan negara maju seperti di Jepang, becak masih menjadi sarana transportasi. Restorasi Meiji menjadi momentum sejarah lahirnya becak sebagai sarana transportasi di Jepang.

Berita Terkini

Disnakkan Sragen Ragukan Data Kasus PMK, Ternyata Ini Penyebabnya

Disnakkan Sragen meragukan data soal jumlah kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK yang mereka terima. Mereka meyakini kasus PMK yang ada di lapangan lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Antara Bus Bumel Biasa Saling Kejar-Kejaran, Ending-nya Tak Terduga

Sopir bus bumel trayek Solo-Wonogiri, Suparno alias Nano, 54, mengaku telah menjalani profesi sebagai sopir selama 27 tahun.

Pegawai Tirtonadi Solo Lakukan Pungli, Legislator: Warning Buat Gibran!

Ketua Komisi I DPRD Solo Suharsono mengatakan kasus pungli oleh pegawai kontrak di Terminal Tirtonadi harus menjadi peringatan untuk Gibran dan jajaran Pemkot Solo.

Manfaatkan Jaringan TKW, UMKM Jamur Krispi Sragen Tembus Hong Kong

Mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Sragen, Anik Purwanti, berhasil menjalani bisnis jamur krispi. Kini pasarnya tembus sampai Hong Kong dengan memanfaatkan jaringan para TKW di sana.

Di Sukoharjo, Gubernur Ganjar Ajak Bolo Ternak Tekan Penularan PMK

Ganjar menyaksikan proses penyuntikan vaksin PMK terhadap sapi di kandang milik warga Sukoharjo.

Aman! Seluruh Bus Bumel yang Mengaspal di Wonogiri Laik Jalan

Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri memastikan Bus Bumel yang masih beroperasi di Kabupaten Wonogiri laik jalan.

Jan Ethes Cucu Presiden Jokowi Tengah Libur Sekolah, Banyak Bermain?

Cucu Presiden Jokowi, Jan Ethes Srinarendra, yang baru lulus dari Taman Kanak-Kanak kini tengah menikmati libur sekolah. Apa saja aktivitasnya?

UMKM di Sragen Ini Temukan Teknik Menggoreng yang Hemat Migor 30 Persen

Pelaku UMKM jamur krispi di Sragen berhasil menemukan teknik menggoreng hemat minyak goreng. Teknik ini meraih juara I dalam lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) 2022 yang digelar Pemkab Sragen.

Update PMK Sukoharjo: 800 Kasus Terjangkit, 1.300 Ternak Sudah Divaksin

Jumlah total jatah vaksin PMK yang diterima Sukoharjo ada 2.100 dosis, dengan prioritas penyuntikan di zona hijau.

Terkuak! Penyebab Air Sungai Berbusa di Karangdowo Klaten

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengecek ke lokasi alur sungai di Dukuh Jetis, Desa Tulas, Kecamatan Karangdowo yang sempat berbusa, Rabu (29/6/2022) sore.

Berduaan di Kamar Hotel Klaten, Sejoli Remaja Ini Alasan Mampir Mandi

Sebanyak enam pasangan tak resmi terjaring razia tim gabungan, Kamis (30/6/2022). Dari keenam pasangan itu, ada satu pasangan yang masih usia remaja.

Alasan Makam Mbah Lenguk Tak Dipindah Saat Pasar Jamu Nguter Dibangun

Makam Mbah Lenguk ada di ujung lorong Pasar Jamu Nguter Sukoharjo yang terlindungi bangunan mungil mirip rumah lengkap dengan pintu kayu.

Koki Janda Semua, Warung Makan di Sukoharjo Ini Masakannya Suedeep!

Koki di warung makan Rudy 21 di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, semuanya berstatus janda.

Klaten Hari Ini: 30 Juni 2014, Pernah Ditemukan Ayam Terinfeksi Kolera

Delapan tahun lalu, tepatnya 30 Juni 2014, Solopos.com menurunkan berita tentang temuan ayam potong terinfeksi penyakit kolera yang dijual bebas di Pasar Kota Klaten.

Ngangeni Lur! Ini Nama Bus Bumel Trayek Solo-Wonogiri

Bus bumel trayek Solo-Wonogiri pernah berjaya pada era 1980 hingga awal tahun 2000. Namun sekarang, bus bumel berpotensi tergilas roda zaman.

Ironis, Sejumlah SD Inklusi di Karanganyar Tak Punya Guru Inklusi

Sejumlah SD inklusi di Karanganyar tak memiliki guru inklusi. Persoalan ini muncul setelah kewenangan pengelolan SLB ditarik pemerintah provinsi.