Tutup Iklan

Waduh! Praktik Ayam Kampus di Kota Semarang Marak

Satpol PP Kota Semarang mengungkapkan praktik prostitusi mahasiswi atau ayam kampus di tempat indekos cukup marak.

 Ilustrasi prostitusi (JIBI/Solopos/Dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi prostitusi (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, SEMARANG – Praktik ayam kampus, atau mahasiswi yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) diyakini marak di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Praktik prostitusi yang dilakukan mahasiswi di Semarang ini pun disinyalir digelar di tempat-tempat indekos.

Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto. Bahkan, Fajar mengaku pernah memergoki salah satu indekos di Kota Semarang yang digunakan sebagai tempat prostitusi mahasiswi atau ayam kampus pada Agustus lalu.

Fajar pun mengaku akan terus menggencarkan operasi yustisi guna memberantas praktik prostitusi mahasiswi atau ayam kampus di tempat indekos di Kota Semarang.

Baca juga: Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis Dimakamkan, Keluarga: Ini Takdir

“Kita akan lakukan yustisi di daerah kampus. Kita tidak mau kampus dikotori tindakan asusila yang dikenal dengan ayam kampus,” kata Fajar, dikutip dari laman Internet Pemkot Semarang, Sabtu (16/10/2021).

Fajar mengatakan pihaknya akan menentukan waktu yang tepat untuk menggelar operasi yustisi di tempat-tempat indekos di Kota Semarang.

Beberapa lokasi yang menjadi target sasaran operasi yustisi Satpol PP Kota Semarang antara lain kawasan Tembalang, Gunungpati, Semarang Timur, Tlogosari, dan Semarang Tengah.

Kawasan itu memang banyak diisi indekos para mahasiswi. Hal itu dikarenakan lokasi tersebut berdekatan dengan kampus-kampus perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

“Kami tidak ingin kampus dijadikan tempat asusila,” tegas Fajar.

Baca juga: Polda Jateng Ungkap Praktik Prostitusi di Tempat Karaoke & Panti Pijat Semarang

Kepala Satpol PP Kota Semarang ini pun mengaku akan menindak tegas indekos yang dijadikan tempat praktik prostitusi ayam kampus. Jika sebelumnya pihaknya hanya melakukan penyegelan, maka nantinya oknum yang tertangkap juga akan ditindak.

“Jika oknum yang tertangkap basah itu oknum mahasiswi, maka akan kami kembalikan pada rektornya masing-masing. Mereka kan fokus di sini belajar, bukan kerja sampingan apalagi jadi ayam kampus. Makanya, kalau ketemu akan kita kembalikan ke rektornya,” tutur mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang itu.

Dalam operasi yustisi di tempat indekos, Satpol PP Kota Semarang nantinya juga akan menggandeng Dinas Tata Ruang dan Bapenda. Hal itu dilakukan sebagai upaya penertiban izin pendirian atau penggunaan bangunan tempat hunian menjadi tempat indekos.


Berita Terkait

Espos Plus

Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Berita Terkini

Miris! 14 Anak di Tegal Jadi Korban Kekerasan Seksual pada 2021

Sebanyak 14 anak di Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng), menjadi korban kekerasan seksual pada tahun 2021 ini.

Kecelakaan Maut di Demak Sebabkan 3 Orang Meninggal, Sopir Bus Ditahan

Sopir bus kecil yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Semarang-Demak, Kabupaten Demak, ditahan untuk menjalani pemeriksaan akibat peristiwa yang menyebabkan tiga orang meninggal itu.

Suku Jawa dan Sunda Damai Lewat Nama Jalan

Perdamaian antara Suku Jawa dan Sunda setelah Perang Bubat sekitar 661 tahun lalu ditandai dengan penamaan jalan di wilayah masing-masing.

3 Lokasi di Gunung Muria Ini Cocok Lokasi Proyek Nuklir, Tapi...

Hasil penelitian pada 1991-1996 menyebutkan tiga lokasi di Kabupaten Jepara yang berada di sekitar Gunung Muria cocok dijadikan tempat pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Deklarasi Dukungan Airlangga Capres Muncul dari Semarang

Sejumlah orang yang tergabung dalam Relawan Airpres mendeklarasikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk maju sebagai capres pada Pilpres 2024 di Kota Semarang, Jateng.

Alami Hipotermia, Pendaki Gunung Merbabu Dievakuasi

Seorang pendaki Gunung Merbabu dievakuasi tim SAR gabungan di pos kedua Suwanting karena mengalami hipotermia.

Jelang Nataru, Penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang Melonjak

Menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat adanya lonjakan penumpang.

Ini Strategi Wagub Jateng Kurangi Angka Kemiskinan

Wakil Gubernur Jawa Tengah atau Wagub Jateng, Taj Yasin, menyebut Progam Desa Sejahtera bisa mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Jateng.

Kapolda Jateng Pastikan Tak Ada Penyekatan, Cuma Check Point

Kapolda Jateng mengatakan selain membuat check point, pihaknya juga akan mengaktifkan lagi posko PPKM mikro di desa dan kelurahan.

Satu Nelayan Yang Hilang di Mandalika Jepara Ditemukan Meninggal

Sunarji, warga Pati, satu dari dua nelayan yang hilang saat melaut di Perairan Mandalika, Kabupaten Jepara, ditemukan meninggal.

Selamat! HB FC Salatiga Lolos 10 Besar Piala Soeratin Jateng

Tim Hati Beriman atau HB FC memastikan langkahnya ke babak 10 besar Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah (Jateng).

Ribuan ASN di Pati Dikabarkan Terima Bansos, Ternyata...

Memang ada ASN di Pati yang menerima bansos. Melihat kondisi ASN penerima bansos bikin Dinas Sosial Pati dilema.

Ini Nama-Nama Korban Kecelakaan Maut Bus Mini di Demak

Kecelakaan maut yang melibatkan bus mini di Jalan Raya Semarang-Demak, Kabupaten Demak, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 20 orang luka-luka.

PPKM Level 3 Batal, Ini Skenario Jateng Hadapi Nataru

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, telah menyiapkan sederet skenario untuk menghadapi libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru.

Cepu Raya Didorong Jadi Pusat Studi Migas Nasional

Bupati Blora berencana menjadikan wilayah Cepu Raya sebagai kawasan pusat studi migas nasional.

Capaian Vaksinasi 3 Daerah di Jateng di Bawah 70%, Mana Saja?

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut ada tiga daerah di Jateng yang capaian vaksinasi masih rendah, di bawah 70%.