Kategori: Sepak Bola

Waduh, Para Pemain Barcelona Dikabarkan Terpecah Menjadi 3 Kubu


Solopos.com/Chrisna Chaniscara

Solopos.com, BARCELONA — Kondisi internal Barcelona belum kunjung membaik usai polemik Lionel Messi dengan para petinggi klub. Konflik kini bahkan disebut mulai melebar ke para pemain. Don Balon melansir ada tiga “faksi” di ruang ganti tim yang menjadi sinyal perpecahan di antara pemain Barcelona.

Messi dikabarkan tengah tak akur dengan sejumlah pemain senior lain termasuk Gerard Pique. Pique tak mendukung sikap Messi yang berulah dengan mengancam hengkang hingga memicu konflik dengan dewan klub.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Hal itu membuat Messi marah besar sehingga keduanya tak lagi terlibat pembicaraan. Problem ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi pelatih Barcelona, Ronald Koeman, karena pemainnya telah terpecah menjadi beberapa kubu.

Setelah Luis Suarez dan Arturo Vidal pindah, di kubu Messi hanya terdapat Jordi Alba dan kiper Marc-Andre Ter Stegen. Sementara pihak Pique didukung Sergio Busquets, Sergi Roberto, serta Antoine Griezmann yang disebut pernah ribut dengan Messi di sesi latihan.

Ajakan Physical Distancing Di Tengah Aksi Mahasiswa Univet Sukoharjo Tuntut Pencabutan Omnibus Law

Sedangkan kubu terakhir adalah mereka yang mencoba netral dan tidak terlibat dalam keributan. Mereka antara lain Frenkie de Jong, Ansu Fati, Junior Firpo, Clement Lenglet, Samuel Umtiti, Ousmane Dembele, dan Philippe Coutinho.

Messi kini disebut lebih bahagia setelah kembali ke Timnas Argentina untuk persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Conmebol. Dari sejumlah foto yang beredar, La Pulga lebih banyak tersenyum ketika berlatih bersama Tim Tango.

Mau Olahraga Lari saat Pandemi? Simak Tips dari Komunitas Pelari Cantik Nona Runners Solo

“Leo bahagia di Timnas dan tampil bagus di klubnya . Dari kejauhan kami ingin semuanya diselesaikan, sehingga dia bisa bermain dan fit,” ujar Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, seperti dilansir Sport.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi