Waduh, Kualitas Air 4 Sungai Besar di Jogja Memburuk, Ini Penyebabnya

Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja mengungkap kualitas air di empat sungai besar di Kota Madiun mengalami penurunan kualitas.

 Kali Code. (Ilustrasi)

SOLOPOS.COM - Kali Code. (Ilustrasi)

Solopos.com, JOGJA — Dinas Lingkuhan Hidup (DLH) Kota Jogja melaporkan Indeks Kualitas Air (IKA) empat sungai yang melintas di Kota Jogja terus memburuk dari tahun ke tahun. Kualitas air empat sungai itu memburuk karena pencemaran limbah rumah tangga dan industri kecil.

Sub Koordinator Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Intan Dewani, mengatakan sejak tiga tahun terakhir, IKA empat sungai di Jogja yang meliputi Sungai Winongo, Code, Gajahwong, dan Manunggal terus mengalami penurunan.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Pada 2019, IKA sungai berada di angka 41 dan pada semester II 2022 angkanya anjlok menjadi 38,44.

Intan menyampaikan dalam pengukuran IKA suatu sungai, pihaknya menggunakan delapan parameter untuk melihat sejauh mana tingkat pencemarannya. Kualitas pengukuran ditunjukkan dengan skala angka sampai 100. Semakin rendah indeks yang ditunjukkan oleh suatu sungai menyatakan semakin buruk kualitas airnya.

Baca Juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Progo, Ini Ciri-Cirinya

“Penyebabnya pencemaran limbah, dari berbagai macam parameter memang tidak menunjukkan disebabkan apa secara spesifik, tapi kami hitung berdasarkan delapan parameter,” kata Intan, Kamis (29/9/2022).

Intan menjelaskan, parameter paling dominan yang membuat kualitas air sungai di Jogja memburuk adalah pengaruh bakteri e-coli. Bakteri ini bisa berasal dari limbah rumah tangga berupa tinja atau aktivitas mandi, cuci, kakus (MCK) dari warga yang berada di bantaran sungai. Kemudian juga dari limbah industri kecil yang disinyalir masih membuang sisa aktivitasnya langsung ke sungai.

Dari empat sungai besar yang melintas di Jogja meliputi Winongo, Code, Gajahwong dan Manunggal, secara umum menunjukkan kualitas yang buruk. Berdasarkan pengujian, tidak ada sungai yang secara khusus menunjukkan pencemaran paling tinggi atau paling rendah. DLH meminta warga untuk peduli dan menjaga kelestarian sungai untuk keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Ketahuan Selingkuh, Sepeda Motor Dibuang di Selokan Mataram Sleman

“Sebenarnya kan ini upaya kita bersama dan butuh kesadaran masing-masing untuk tidak membuang limbah ke sungai. Harus dengan pengolahan lebih dulu,” ujarnya.

Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Endang Rohjiani mengatakan DLH bisa menindak industri atau peternakan yang masih membuang limbah langsung ke sungai tanpa proses pengolahan lebih dulu. Menurutnya masih banyak peternakan sapi, babi atau industri yang tergolong besar langsung membuang limbahnya ke sungai.

“Kami masih sering mendapat laporan bahwa ada industri atau peternakan yang langsung membuang limbah sisa aktivitasnya ke sungai. Artinya ini kan perlu penindakan,” kata Endang.

Di sisi lain, perlu pula koordinasi antar wilayah karena beberapa sungai di Jogja ada yang berbatasan langsung dengan wilayah Sleman atau Bantul. Endang mencontohkan seperti sungai Gajahwong yang dilintasi oleh Sleman dan juga Bantul, ada titik di sungai ini yang ketika musim kemarau airnya menghitam namun jernih saat ke bagian hilir.

Baca Juga: RS Saras Adyatma Bantul Resmi Beroperasi, Pelayanan Kesehatan Masih Digratiskan

“Tidak tahu mungkin ada polutan semacam larutan oli mungkin di dasar sungai sehingga kalau airnya agak surut dia menjadi hitam,” katanya.

Peran komunitas, lanjut Endang, mungkin hanya berdampak kecil sekali terhadap upaya pelestarian sungai. Aksi bersih-bersih hanya sia-sia dilakukan jika kesadaran bersama belum mampu diwujudkan.

“Kita ya ada aksi bersih-bersih atau mengimbau warga yang saluran pembuangan rumah tangganya langsung ke sungai untuk mengganti dengan IPAL komunal, tapi ini kan kecil sekali dampaknya,” pungkas dia.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Kualitas Air Sungai di Jogja Semakin Buruk

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Akhir November, Jogja Diprediksi Berawan Sepanjang Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Rabu 30 November 2022.

      Bangun Rest Area di Exit Toll Jogja-Solo, Pemerintah Siapkan Lahan 9 Hektare

      Pemda DIY siapkan lahan sekitar 9 hektare di kawasan exit toll Jogja-Solo di Bokoharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, untuk dibangun rest area.

      Kalah Judi Online, Seorang Pria Bobol Minimarket & Mesin ATM di Jogja

      Kehabisan uang gara-gara main judi online, seorang pria bobol minimarket berjejaring di Jalan Raya Bantul, Gedongkiwo, Mantrijeron.

      Kecelakaan Adu Banteng Motor Vs Mobil di Sleman, Pemotor Meninggal di Lokasi

      Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan adu banteng di wilayah Cebongan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.

      Nilai UMK Sleman Dipastikan Lebih Tinggi dari UMP Yogyakarta

      upah minimum kabupaten (UMK) 2023 di Kabupaten Sleman nilainya dipastikan lebih tinggi dari nilai UMP DIY.

      Cocok Buat Jalan-Jalan! Selasa Ini, Jogja Diperkirakan Berawan Sepanjang Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Selasa 29 November 2022.

      Besaran UMK Jogja Akan Ditentukan Selasa, Begini Skema Penghitungannya

      Pemerintah Kota Jogja akan melakukan sidang pleno untuk menentukan upah minimum kota (UMK) tahun 2023 pada Selasa (29/11/2022).

      Dongkrak Pendapatan Daerah, Tiket Masuk Pantai Parangtritis Naik Tahun Depan

      Pemkab Bantul berencana menaikkan tiket masuk ke kawasan pantai selatan, salah satunya di Pantai Parangtritis.

      Putra Jokowi Nikah di Sleman, Industri Pariwisata DIY Manfaatkan Kaesang Effect

      Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DI Yogyakarta memanfaatkan Kaesang Effect saat acara pernikahan Kaesang Pangarep-Erina Gudono.

      Tanah Jalan Jogja-Gunungkidul Rawan Gerak, Kendaraan Besar Dilarang Lewat

      Hanya kendaraan kecil yang diperbolahkan lewat Jalan Raya Jogja-Wonosari di wilayah Piyungan, Kabupaten Bantul.

      Gubernur Tetapkan UMP 2023 Naik 7,65%, Segini Besaran Upah Pekerja Yogyakarta

      Gubernur DI Yogyakarta telah memutuskan untuk menaikkan upah minimum provinsi pada 2023 naik sebesar 7,65%.

      2 Menteri Jadi Saksi Akad Nikah Kaesang-Erina, Salah Satunya Basuki Hadimuljono

      Dua menteri dijadwalkan akan menjadi saksi dalam pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono.

      Tahun Depan Ada Rencana ke Jogja? Berikut Deretan Event Unggulan Selama 2023

      Berikut ini deretan agenda wisata unggulan selama 2023 di Kota Jogja.

      Ada Pemeliharaan, Cek Jadwal Pemadaman Listrik di Jogja Hari Ini (28/11/2022)

      Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Sleman, DI Yogyakarta, pada hari ini, Senin, 28 November 2022.

      Siapkan Payung! Jogja Diprediksi Hujan Deras Senin Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Senin 28 November 2022.

      Siap-Siap! Besok, Gubernur Umumkan Kenaikan UMP 2023, Nilainya Di Bawah 10%

      Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta berencana mengumumkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) pada Senin (28/11/2022).