Tutup Iklan

Waduh! Buruh Sukoharjo Sebut Rumus Baru UMK Beratkan Pekerja

Serikat buruh Sukoharjo menilai penghitungan upah minimum kabupaten atau UMK 2022 mendatang justru memberatkan pekerja.

 Ilustrasi Upah Buruh (Dok/JIBI/Bisnis)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Upah Buruh (Dok/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, SUKOHARJO — Formulasi penghitungan Upah Minum Kabupaten atau UMK Kabupaten Sukoharjo 2022 berubah seiring dengan penerapan PP No 36/2021 tentang Pengupahan. Namun, rumus baru penghitungan upah tersebut dianggap cenderung memberatkan pekerja dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Biasanya, Dewan Pengupahan Sukoharjo mulai membahas UMK pada pertengahan hingga akhir Oktober. Lantaran formulasi penghitungan nominal UMK mengacu pada aturan baru, pembahasan nominal UMK dilaksanakan pada akhir November.

Instrumen penghitungan upah seperti rasio paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, hingga median upah. Sedangkan laju inflasi atau pertumbuhan ekonomi masih dipakai sebagai instrumen penghitungan upah namun menggunakan laju inflasi atau pertumbuhan ekonomi provinsi, bukan kabupaten/kota.

Perwakilan serikat pekerja Sukoharjo, Sigit Hastono, mengatakan rumus penghitungan UMK berubah seiring penerapan regulasi baru yang menjadi turunan UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja. Formulasi penghitungan upah tak sesuai kondisi riil berdasar hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di pasar tradisional.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Puji Totalitas Ratu Para Badminton Asal Sukoharjo

“Ini seperti degradasi atau kemunduran sistem penghitungan upah. Dahulu, skema penghitungan upah merujuk UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan kemudian berubah menggunakan PP No 78/2015 tentang Pengupahan. Sekarang berubah lagi mengacu pada PP No 36/2021. Hampir 50 persen instrumen penghitungan upah dipangkas dalam penerapan regulasi baru,” ujarnya kepada Solopos.com, Senin (25/10/2021).

Menunggu Petunjuk Teknis

Sigit menyebut tak menutup kemungkinan pembahasan UMK 2022 di Dewan Pengupahan Sukoharjo berakhir buntu saat pertemuan tripartit. Perwakilan serikat pekerja mengusulkan kenaikan upah agar daya beli masyarakat tidak turun.

Sebaliknya, perwakilan pengusaha tak ingin upah pekerja naik karena perusahaan tengah bertahan sekuat tenaga akibat dampak pandemi Covid-19. Kondisi serupa terjadi saat pembahasan UMK 2021. Kala itu, penentuan usulan nominal UMK Sukoharjo diambil alih Bupati Sukoharjo lantaran pertemuan tripartit tak membuahkan hasil.

Baca Juga: Tak Mau Kecolongan, Tim Gabungan Nguter Sukoharjo Rutin Patroli Prokes

“Seolah-olah pembahasan UMK dilaksanakan saat injury time atau batas waktu penentuan nomimal UMK yang harus diusulkan kepada Gubernur Jawa Tengah,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disperinaker Sukoharjo, Suharno, mengatakan masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat ihwal formulasi penghitungan upah. Ia juga masih menunggu instrumen data seperti laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah yang dihitung Badan Pusat Statistik (BPS) Sukoharjo.

Pemkab Sukoharjo bakal memfasilitasi pembahasan nominal UMK dengan menggelar pertemuan tripartit setelah Gubernur Jawa Tengah menetapkan UMP. “Kemungkinan pembahasan nominal UMK dilaksanakan pada akhir November,” katanya.


Berita Terkait

Espos Plus

Cerpen Selendang Bidadari

+ PLUS Cerpen Selendang Bidadari

Siapa tahu keberadaan bidadari itu bukanlah sekadar dongeng seperti pemikirannya selama ini. Mereka sedang mandi saat ini dan Darodin ingin mencuri selendangnya, satu saja.

Berita Terkini

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Saham asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader saham asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi saham dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.

Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.

Bukan Jebakan Tikus, Petani Tanon Sragen Pilih Pasang Pagar Plastik

Sejumlah petani di Kecamatan Tanon, Sragen, memilih memakai pagar plastik daripada memakai jebakan tikus yang beraliran listrik karena berbahaya.

Wisata Heritage Diharapkan Bisa Hapus Stigma Negatif Kestalan Solo

Pengelola hotel di Kelurahan Kestalan, Banjarsari, Solo, mendukung rencana penataan kawasan sebelumnya terkenal sebagai lokasi mangkal PSK jadi tempat wisata heritage.

Semeru Meletus, BPBD Klaten Siaga Antisipasi Bahaya Erupsi Merapi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi.

Tiga Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu Karanganyar

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.