Waduh, Belum Semua Penyedia Jasa Konstruksi di Karanganyar Daftarkan Pekerja ke BPJS

Pemberi kerja jasa konstruksi wajib mendaftarkan pekerja dalam program JKK dan JKM kepada BPJS Ketenagakerjaan.

 Ilustrasi Infrastruktur (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Infrastruktur (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, KARANGANYAR — Sejumlah pelaksana proyek di Kabupaten Karanganyar belum tertib mendaftarkan perlindungan untuk tenaga kerja proyek jasa konstruksi. Akibatnya, hak tenaga kerja proyek jasa konstruksi tidak terpenuhi saat terjadi kecelakaan kerja hingga menyebabkan kematian.

Solopos.com berbincang dengan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Karanganyar, Gunadi Hery Urando, perihal itu. Gunadi menyampaikan aturan perihal ketentuan perlindungan tenaga kerja sektor jasa konstruksi.

Pemerintah menggunakan UU No. 24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Melalui aturan turunan PP No. 44/2015 menyatakan pemberi kerja pada skala usaha besar, menengah, kecil, dan mikro di bidang usaha jasa konstruksi yang mempekerjakan pekerja harian lepas, borongan, dan perjanjian kerja waktu tertentu wajib mendaftarkan pekerja dalam program JKK dan JKM sesuai penahapan kepesertaan.

Baca juga: Judi Capjiki di Warung Pinggir Jalan di Mojogedang Karanganyar Terbongkar

Melalui Permen Ketenagakerjaan RI No. 44/2015 pasal 2 ayat (1) menyatakan pemberi kerja jasa konstruksi wajib mendaftarkan pekerja dalam program JKK dan JKM kepada BPJS Ketenagakerjaan. Selain aturan tersebut, pemerintah juga menggunakan Pasal 47 ayat (1) UU No. 2/2017 tentang Jasa Konstruksi.

“Kalau di Pemkab Karanganyar sudah memasukkan kepesertaan perlindungan tenaga kerja. Tetapi, kecenderungan penyedia jasa konstruksi itu mendaftarkan kepesertaan tenaga kerja saat pencairan dana. Artinya itu [pendaftaran kepesertaan] tidak dilaksanakan pada awal kegiatan. Hampir semua daerah begitu,” ujar Gunadi saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (23/9/2021).

Besaran Iuran

Gunadi memberikan contoh iuran kepesertaan tenaga kerja yang mengerjakan proyek senilai Rp200 juta. Dia menghitung mengacu aturan yang berlaku bagi penyedia jasa konstruksi berstatus CV maupun PT. Nilai iuran kepesertaan tidak sebanding dengan nilai kontrak yang diterima penyedia jasa konstruksi.

“Iurannya hanya Rp395.455. Sekali bayar sampai selesai masa pemeliharaan. Dan dihitung berdasarkan nilai kontrak. Jadi, mau berapapun jumlah tenaga kerja, iuran tetap segitu dengan nilai kontrak Rp200 juta. Kalau terjadi risiko, pekerja sudah terlindungi,” jelasnya.

Baca juga: 62 Anggota SAR Soloraya Berlatih Evakuasi di Ketinggian, Semangat!

Selain itu, Gunadi juga menyampaikan perusahaan jasa konstruksi tidak diminta menyebutkan by name dan by address tenaga kerja yang didaftarkan pada kepesertaan perlindungan tenaga kerja. Sayangnya, Gunadi menyebut rata-rata pelaksana proyek di bawah Rp200 juta tidak patuh mendaftarkan perlindungan tenaga kerja proyek.

“Padahal yang namanya risiko tidak melihat itu proyek besar atau kecil. Dan proyek besar kecenderungannya untuk memenuhi persyaratan pencairan termin. Nanti Kalau sudah kejadian kecelakaan kerja bisa berurusan dengan hukum,” beber dia.

Proyek Besar

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya DPUPR Kabupaten Karanganyar, Asihno Purwadi, membenarkan informasi perihal syarat penyedia jasa konstruksi harus mengikutsertakan pekerja konstruksi pada kepesertaan perlindungan tenaga kerja.

Baca juga: Bupati Karanganyar Imbau Warga Taat Prokes & Doa Malam Selama Pandemi Covid-19

Dia mencontohkan proyek besar pembangunan Masjid Agung Kabupaten Karanganyar. Penyedia jasa konstruksi sudah mendaftarkan pekerja konstruksi setelah penandatanganan kontrak.

“Tapi memang tidak semua penyedia jasa konstruksi tertib. Padahal itu penting untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diharapkan. Kami upayakan terus penyedia jasa konstruksi tertib perihal itu. Harusnya sebelum pekerjaan dimulai [pekerja konstruksi] sudah didaftarkan,” tutur Asihno saat dihubungi Solopos.com, Kamis.


Berita Terkait

Berita Terkini

Mi Seblak Ada di Tambongwetan Klaten, Rasa Kencurnya Menggugah Selera

Mi seblak bikinan Teh Nita dinilai sangat kuat dengan citarasa ala Jawa Barat (Jabar), yakni kuat dengan resep kencurnya.

Boyolali Genjot Vaksinasi Pelajar, Berharap PTM Digelar Penuh

Cakupan vaksinasi di Kabupaten Boyolali berdasarkan data kartu tanda penduduk (KTP) mencapai 80,14 persen.

DLH Boyolali Dorong Penanganan Sampah Rampung di RT

RT bisa mengelola sampah melalui bank sampah atau membikin galian kecil yang biasa disebut jugangan untuk menampung sampah organik.

9.000 PKL dan Warung di Wonogiri Dapat Bantuan Rp10,8 Miliar

Polres Wonogiri dan Kodim 0728/Wonogiri menjamin penyaluran bantuan senilai Rp1,2 juta/penerima itu tepat sasaran.

Dana Insentif Pemkot Solo Anjlok, dari Rp78 Miliar Jadi Rp21 Miliar

Dana insentif daerah (DID) yang diterima Pemkot Solo sebagai bentuk penghargaan atas raihan opini WTP tahun ini malah anjlok drastis.

Anggota Tikus Pithi Se-Jawa Dilatih Jurnalistik oleh Solopos Institute

Puluhan anggota Tikus Pithi Hanata Baris dari sejumlah wilayah di Jawa mengikuti pelatihan jurnalistik bersama Solopos Institute di Solo.

Kebakaran di Klandungan Sragen Menimpa Dapur Rumah Warga

Kebakaran yang terjadi di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal Sragen, menimpa dapur warga yang berdekatan dengan lokasi penyimpanan jerami. Kerugian ditaksir Rp10 juta.

SGS 2021 Jadi Harapan Pusat Perbelanjaan Solo untuk Dongkrak Transaksi

Pengelola pusat perbelanjaan di Kota Solo sangat berharap para event Solo Great Sale atau SGS 2021 bisa mendongkrak jumlah kunjungan dan transaksi di mal.

Peralihan Musim, BMKG Jateng: Waspadai Puting Beliung di Soloraya!

BMKG Jateng mengimbau warga wilayah Soloraya termasuk Sukoharjo untuk mewaspadai potensi bencana angin kencang saat peralihan musim kemarau penghujan.

Picu Kerumunan, Padang Rumput Tegalharjo Wonogiri Ditutup

Padang rumput luas di wilayah Desa Tegalharjo ini ramai dikunjungi warga setelah viral di media sosial Instagram.

Hujan Abu Tipis di Selo Boyolali, Aktivitas Warga Tetap Normal

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Selasa malam pukul 19.41 dan 19.48 WIB.

11 Siswanya Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Kepala SMPN 8 Solo

Klaster penularan Covid-19 di sekolah yang menggelar PTM di Solo meluas ke jenjang SMP, yakni SMPN 8 dan SMPN 4 dengan total 12 siswa positif.

Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Dalam setahun, omzet yang diperoleh Suwono, 70, bisa mencapai Rp1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp500 juta.

Awas Nabrak Lur! Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan Depan TSTJ Solo

Warga berharap tiang listrik di tengah jalan depan objek TSTJ, Jebres, Solo, bisa digeser ke tepi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Wagub Jateng Dorong Adanya Wisata Halal di Tawangmangu, Ini Maksudnya

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, mendorong wisata halal di Tawangmangu untuk membidik wisatawan dari negara muslim.