Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

Chrisna Chaniscara - Solopos.com
Minggu, 28 November 2021 - 20:21 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anjing. (Solopos-dok)

Solopos.com, SOLO — Komunitas pencinta anjing, Sahabat Anjing Surakarta (SAS) mendapati fakta memilukan banyaknya anjing yang ditelantarkan. Kawasan kebun teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, disebut menjadi salah satu lokasi penelantaran anjing di Soloraya.

Kebanyakan anjing yang dibuang adalah anjing kampung, anjing berpenyakit, hingga anjing yang sudah tidak dikehendaki pemiliknya. Hal ini perlu segera direspons untuk menjamin kesejahteraan hewan serta antisipasi perdagangan daging anjing.

SAS juga mengungkapkan kebanyakan anjing yang dibuang di sekitar kebun teh Kemuning adalah anjing peliharaan atau berpemilik. Mereka ditelantarkan karena mengidap penyakit serius seperti distemper (virus yang menyerang saraf otak dan saluran pernapasan) dan penyakit mematikan lain.

Baca Juga: Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

“Ada juga yang dibuang atau ditelantarkan karena pemiliknya sudah bosan. Mereka memilih Kemuning karena cenderung sepi, jadi tidak ketahuan. Anjing juga bebas berlarian karena kebun teh luas. Jangan heran kalau banyak anjing liar di sana,” ujar Koordinator SAS, Fredy Irawan, saat berbincang dengan Solopos.com, belum lama ini.

Selain itu anjing kampung dan anjing ras campuran juga banyak dibuang di kawasan itu. Dari penelusuran SAS, sejumlah breeder (peternak) cenderung membuang anjing hasil persilangan anjing kampung dengan anjing ras (mix).

Hal itu karena anjing mix sulit dijual. “Biasanya anjing ras peliharaan mereka kebobolan kawin dengan anjing kampung kalau seperti itu,” imbuhnya.

Baca Juga: Belum Teken UMK Solo 2022, Gibran: Saya Butuh Waktu

Gerakan Rescue

Fredy memiliki teman yang kerap menyelamatkan anjing telantar di Kemuning. Anjing-anjing itu kemudian dirawat di selter pribadi. Namun sang rekan belakangan ini tak lagi intens bergerak karena mengalami stroke. “Selternya juga sudah kelebihan kapasitas. Ada 20-an anjing di sana, kami sedang mencari adopter,” ujar Fredy.

Ia mengakui gerakan rescue anjing yang dibuang atau ditelantarkan di Soloraya saat ini memiliki sejumlah keterbatasan. Oleh karena itu, SAS fokus mengedukasi warga supaya muncul kesadaran hidup berdampingan dengan makhluk lain, termasuk anjing.

Selain itu SAS mengupayakan sterilisasi anjing liar untuk pengendalian populasi. “Jangan sampai praktik pembuangan anjing ini ikut memicu perdagangan anjing untuk konsumsi.”

Baca Juga: Meluas ke SMP, Jumlah Pelajar Positif Covid-19 di Solo Jadi 12 Orang

Co-founder Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Karin Franken, mengatakan upaya penyelamatan (rescue) hewan peliharaan seperti anjing penting dilakukan di tengah banyaknya kasus penelantaran.

Karin mendorong rescuer memiliki ilmu dan fasilitas penunjang seperti selter sehingga anjing dapat terawat dengan baik. “Rescuer harus punya pengetahuan soal perilaku anjing dan kemampuan mengelola selter, apalagi saat ini masa pandemi,” ujarnya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif