Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

 Ilustrasi anjing. (Solopos-dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anjing. (Solopos-dok)

Solopos.com, SOLO — Komunitas pencinta anjing, Sahabat Anjing Surakarta (SAS) mendapati fakta memilukan banyaknya anjing yang ditelantarkan. Kawasan kebun teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, disebut menjadi salah satu lokasi penelantaran anjing di Soloraya.

Kebanyakan anjing yang dibuang adalah anjing kampung, anjing berpenyakit, hingga anjing yang sudah tidak dikehendaki pemiliknya. Hal ini perlu segera direspons untuk menjamin kesejahteraan hewan serta antisipasi perdagangan daging anjing.

SAS juga mengungkapkan kebanyakan anjing yang dibuang di sekitar kebun teh Kemuning adalah anjing peliharaan atau berpemilik. Mereka ditelantarkan karena mengidap penyakit serius seperti distemper (virus yang menyerang saraf otak dan saluran pernapasan) dan penyakit mematikan lain.

Baca Juga: Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

“Ada juga yang dibuang atau ditelantarkan karena pemiliknya sudah bosan. Mereka memilih Kemuning karena cenderung sepi, jadi tidak ketahuan. Anjing juga bebas berlarian karena kebun teh luas. Jangan heran kalau banyak anjing liar di sana,” ujar Koordinator SAS, Fredy Irawan, saat berbincang dengan Solopos.com, belum lama ini.

Selain itu anjing kampung dan anjing ras campuran juga banyak dibuang di kawasan itu. Dari penelusuran SAS, sejumlah breeder (peternak) cenderung membuang anjing hasil persilangan anjing kampung dengan anjing ras (mix).

Hal itu karena anjing mix sulit dijual. “Biasanya anjing ras peliharaan mereka kebobolan kawin dengan anjing kampung kalau seperti itu,” imbuhnya.

Baca Juga: Belum Teken UMK Solo 2022, Gibran: Saya Butuh Waktu

Gerakan Rescue

Fredy memiliki teman yang kerap menyelamatkan anjing telantar di Kemuning. Anjing-anjing itu kemudian dirawat di selter pribadi. Namun sang rekan belakangan ini tak lagi intens bergerak karena mengalami stroke. “Selternya juga sudah kelebihan kapasitas. Ada 20-an anjing di sana, kami sedang mencari adopter,” ujar Fredy.

Ia mengakui gerakan rescue anjing yang dibuang atau ditelantarkan di Soloraya saat ini memiliki sejumlah keterbatasan. Oleh karena itu, SAS fokus mengedukasi warga supaya muncul kesadaran hidup berdampingan dengan makhluk lain, termasuk anjing.

Selain itu SAS mengupayakan sterilisasi anjing liar untuk pengendalian populasi. “Jangan sampai praktik pembuangan anjing ini ikut memicu perdagangan anjing untuk konsumsi.”

Baca Juga: Meluas ke SMP, Jumlah Pelajar Positif Covid-19 di Solo Jadi 12 Orang

Co-founder Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Karin Franken, mengatakan upaya penyelamatan (rescue) hewan peliharaan seperti anjing penting dilakukan di tengah banyaknya kasus penelantaran.

Karin mendorong rescuer memiliki ilmu dan fasilitas penunjang seperti selter sehingga anjing dapat terawat dengan baik. “Rescuer harus punya pengetahuan soal perilaku anjing dan kemampuan mengelola selter, apalagi saat ini masa pandemi,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

+ PLUS Koperasi Simpan Pinjam Makin Dibutuhkan, Gagal Bayar Harus Dicegah

Kini koperasi simpan pinjam makin dibutuhkan masyarakat. Seiring dengan itu sistem pengawasan yang makin ketat dibutuhkan demi mencegah gagal bayar.

2 Pekan Setelah Nataru, Solo Kembali Catat Tambahan Kasus Baru Covid-19

Pemkot Solo kembali mencatat tambahan kasus baru Covid-19 dua pekan setelah libur Nataru, masing-masing dua kasus pada Minggu dan satu kasus pada Senin.

Lagi, Polres Karanganyar Razia Knalpot Brong di Tawangmangu, 15 Keciduk

Polres Karanganyar menggencarkan razia sepeda motor dengan knalpot brong di kawasan wisata, terutama Tawangmangu.

Colek dan Pukul Biduanita lalu Kabur, Bento Kalikotes Dinilai Pengecut

Perwakilan paguyuban seniman dan seniwati Klaten (Sekaten) mengatakan Bento Kalikotes pengecut karena menghilang setelah melecehkan dan memukul biduanita saat hajatan.

Asal Mula Nama Pertapaan Bancolono Tawangmangu Petilasan Brawijaya V

Ini asal mula nama Pertapaan Bancolono, Tawangmangu, Karanganyar yang merupakan petilasan Brawijaya V.

Penyuntikan Vaksin Booster di Sragen Dimulai Besok, Ini Syaratnya

Dinkes Sragen hingga Senin (17/1/2022) sore masih mengambil stok vaksin untuk booster di Semarang. Ada tiga jenis vaksin yang disiapkan untuk penyuntikan vaksin booster besok.

15 Hari 763 Kendaraan Kena Tilang ETLE di Sukoharjo, Ini Pelanggarannya

Kamera ETLE akan ditambah di sejumlah wilayah di Sukoharjo, diharapkan melalui langkah tersebut tingkat kesadaran masyarakat dalam berkendara semakin meningkat.

Proyek Hall di Pedaringan Solo Ternyata Sudah Ditawarkan ke Investor

Gedung Solo Convention and Exhibition (SCE) berkapasitas belasan ribu orang yang akan dibangun di Pedaringan, Jebres, Solo, sudah ditawarkan kepada investor.

Diduga Karena Tungku Belum Padam, Dapur Warga Karanganyar Kebakaran

Dapur warga Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar kebakaran pada Minggu (16/1/2022). Penyebabnya diduga karena tungku belum padam.

Wedang Ronde Porsi Jumbo di Sukoharjo, Murah dan Menghangatkan

Wedang ronde porsi jumbo dengan harga murah dan segar dapat dibeli di warung milik pria asal Sukoharjo.

Polresta Solo Ungkap 8 Kasus Narkoba, 10 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 10 orang pelaku baik pengedar, kurir, maupun pemakai.

Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam.

Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Pemkot Solo berencana membangun gedung pertemuan atau hall yang diklaim sangat besar dan mampu menampung hingga 15.000 orang.

Vaksinasi Anak Dosis II Boyolali Dimulai, Targetkan 5.360 Sasaran

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Boyolali hingga Senin ini sudah mencapai 94.514 sasaran atau sekitar 98,7 persen dari target 95.713 sasaran.