Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

 Antrean warga yabg mengikuti vaksinasi dosis kedua terlihat mengular di sentra vaksinasi massal XT Square, Jumat (17/9) pagi. (Harian Jogja/Yosef Leon)

SOLOPOS.COM - Antrean warga yabg mengikuti vaksinasi dosis kedua terlihat mengular di sentra vaksinasi massal XT Square, Jumat (17/9) pagi. (Harian Jogja/Yosef Leon)

Solopos.com, JOGJA — Ratusan warga memadati sentra vaksinasi massal XT Square di Jalan Veteran, Pandeyan, Umbulharjo pada Jumat (17/9) pagi untuk melakukan vaksinasi dosis kedua. Antrean yang terjadi sejak pukul 07.30 Wib itu terlihat mengular dan saling berdesakan.

Pantauan Harian Jogja antrean warga terjadi di zona kerajinan lantai dua, zona kuliner, dan area museum. Warga yang melakukan registrasi vaksin dibagi petugas ke tiga lokasi yang berbeda itu untuk mengurai kepadatan.

Setelah registrasi di pintu masuk, warga diarahkan untuk mengambil formulir screening menuju lantai dua zona kerajinan. Mereka harus mengantre dan kemudian diarahkan ke area museum. Setelah berangsur lengang, antrean lalu berlanjut lagi ke zona kuliner dan terakhir di gedung utama untuk pelaksanaan vaksinasi di Jogja.

“Saya sejak jam 09.00 Wib tadi pagi, sesuai undangan saja datangnya. Tapi pas saya datang antrean sudah panjang begini,” kata Sulistiawan, 37, warga Sleman salah seorang warga yang ikut vaksinasi dosis kedua.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Akhir Pekan, Pemkot Jogja Siapkan Isoter

Sulistiawan menyebut, padatnya antrean vaksinasi di Jogja itu diduga karena banyak warga yang ingin lebih dulu mendapatkan vaksin. Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular cukup panjang.

Kepala Seksi Mobilisasi dan Pemberdayaan Linmas Sat Pol PP Kota Jogja, Maulana Darmawan menjelaskan kepadatan warga. Ini disebabkan Pemkot Jogja merapel pelaksanaan vaksin pertama di kompleks balaikota yang seharusnya selama tiga hari menjadi satu hari.

“Jadi yang dosis pertama di balaikota dulu itu tiga hari berturut-turut disatukan menjadi satu hari di XT Square ini,” kata Maulana.

Baca juga: Tsunami akibat Gempa Megathrust Mengancam, 7 dari 8 EWS di Kulonprogo Malah Rusak

Merapel Vaksinasi Jogja

Maulana menyebut, pada pagi tadi kondisi antrean memang membludak. Setelah petugas mengarahkan ke gedung yang kosong dan hari beranjak siang, antrean perlahan-lahan mulai agak berkurang. “Nanti sampai pukul 15.00 WIB, kita juga coba pantau agar antrean tetap jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, Endang Sri Rahayu mengungkapkan, pihaknya merapel peserta vaksin itu guna mengefektifkan berbagai fasilitas vaksin berikut sarana prasarana dan sumber daya manusianya. Karena penyiapan berbagai fasilitas itu baik dilakukan selama satu hari maupun tiga hari sama saja.

Meski terdapat antrean panjang, Endang menyebut sejauh ini pelaksanaan vaksinasi di Jogja masih berjalan cukup lancar. Kepadatan hanya terjadi di area screening saja. Masuk ke lokasi vaksin, kepadatan sudah tidak terjadi.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Terungkap! Mahasiswi di Sleman Minum Racun Tikus Gegara Tugas Kuliah

Mahasiswi di Sleman yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos diduga melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Pilu, 4 Tahun Asmara Nani Satai Beracun Digantung Aiptu Tomi

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, pilu mendengar pernyataan Aiptu Tomi, yang hadir sebagai saksi pada persidangan kasus satai beracun di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Selang 18 Menit, Gempa M 4,8 Guncang Laut Selatan Yogyakarta

Gempa bumi juga terjadi di laut selatan Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.39 WIB.

Banjir Lahar Merapi Mengintai, BPBD Sleman Tambah Sensor EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman mewaspadai potensi banjir lahar hujan Merapi saat cuaca ekstrem.

Dorong Pemulihan Ekonomi, 4.500 PKL dan Warung di Bantul Terima Bantuan

Kodim 0729 Bantul menyalurkan bantuan tunai untuk 4.500 PKL dan warung di Kabupaten Bantul pada Rabu (13/10/2021) untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

Duh! Pelaku Perusakan Bus Arema FC Masih di Bawah Umur & Tenggak Miras

Pelaku perusakan bus milik Arema FC di sebuah hotel di Kota Jogja yang diringkus polisi masih di bawah umur dan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Belum Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Seorang perempuan menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pelaksanaan PTM Tingkat SMP Di Kulonprogo Sudah 90 Persen

Capaian angka sebesar 90 persen untuk pelaksanaan PTM di level SMP menjadi angin segar dunia pendidikan di Kulonprogo.

Besok, Sekolah-Sekolah di Sleman yang Gelar PTM akan Di-Swab

Disdik Sleman akan menggelar sampling tes swab bagi siswa dan guru di sekolah yang menggelar PTM. Tes swab ini akan digelar di tiga kapanewon (kecamatan).