Waduh, Akun Instagram Polresta Solo Nyaris Jadi Korban Phising
Unggahan di akun resmi Instagram Polresta Solo tentang phising, Senin (1/3/2021). (Instagram @polrestasurakarta)

Solopos.com, SOLO -- Akun resmi media sosial Instagram Polresta Solo baru saja menjadi target percobaan kejahatan dunia maya berupa phising pada Senin (1/3/2021) pagi.

Jajaran Polresta Solo meminta pengguna media sosial, khususnya akun dengan pengikut dalam jumlah banyak agar lebih waspada. Jangan asal mengklik tautan.

Panit Humas Polresta Solo Aiptu Iswan Tri Wahudiono, mewakili Kasubaghumas Polresta Solo AKP Umi Supriati, kepada wartawan, Senin, mengonfirmasi akun Instagram Polresta Solo dengan 50.000-an pengikut baru saja menjadi sasaran phising.

Baca Juga: Soal Penanganan Prostitusi, Ini Saran Sosiolog Kepada Wali Kota Solo Gibran

Menurutnya, skema phising sedang gencar membidik akun-akun populer di Instagram. Ia menjelaskan phising biasanya dimulai dengan kiriman surat elektronik (surel). Biasanya isi surel itu berbunyi "your account will be permanently deleted for copyright infringement".

Artinya, akun Anda akan dihapus secara permanen karena pelanggaran hak cipta. Menurutnya, isi pesan itu terlihat asli dan resmi dari Instagram. Ia mencontohkan alamat yang tercantum seperti mail@theinstagram.team atau info@theinstagram.team.

Baca Juga: Aniaya Adik Kandung, Pria Asal Jebres Solo Dijerat Pasal KDRT

Kredensial

“Biasanya ada tulisan pemilik akun hanya memiliki waktu 24 jam atau 48 jam untuk mempertimbangkan. Lalu, ada tombol peninjauan di kolom itu. Saat mengeklik tombol peninjauan, pemilik akun dibawa ke halaman phising yang meyakinkan. Penipu memasang gambar yang terkesan perlindungan hak cipta dan menawarkan ke tautan ke appeal atau banding,” paparnya.

Ia menyebut halaman phising selalu muncul dalam bahasa Inggris. Setelah mengeklik tautan appeal, pemilik akun akan diminta memasukkan kredensial Instagram. Lalu, pesan lain bakal muncul untuk verifikasi akun dengan surel dan mengisi data.

Baca Juga: Laki-Laki Terjun Dari Jembatan Sungai Grogol Sukoharjo Ditemukan Di Pucangsawit Solo

“Kemudian akan muncul balasan untuk merespons. Lalu halaman pindah ke Instagram asli. Setelah data dicuri, akun diambil alih. Biasanya phising meminta tebusan untuk pengembalian akun hingga menyebar spam,” imbuhnya.

Ia menyebut berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, pengguna akun jangan asal mengeklik tautan yang tidak jelas. Pengguna Instagram dapat menggunakan aplikasi resmi, jangan asal mengisi data, serta memeriksa alamat tautan Instagram.



Berita Terkini Lainnya








Kolom