Waduh! Air Laut di Indonesia Terkontaminasi Paracetamol

Hasil penelitian menunjukkan bahwa air laut di Indonesia tercemar obat-obatan, salah satunya paracetamol.

Chelin Indra Sushmita/Newswire
Jumat, 1 Oktober 2021 - 12:12 WIB

SOLOPOS.COM - ilustrasi pencemaran laut karena sampah plastik (ilustrasi/freepik)

Solopos.com, JAKARTA — Sejumlah hasil penelitian mengungkapkan bahwa air laut di Indonesia terkontaminasi obat-obatan, salah satunya paracetamol. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Direct pada Agustus 2021 menganalisis sampel yang dikumpulkan dari empat lokasi Teluk Jakarta dan satu lainnya di pantai utara Jawa Tengah.

Hasil penelitian itu menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Muara Angke, yaitu 610 nanogram per liter dan Ancol sebesar 420 ng/L. Hasil ini diperoleh dari studi pertama yang menganalisis gambaran kualitas air laut yang terkontaminasi obat, khususnya paracetamol, di perariran Indonesia.

“Konsentrasi tinggi yang terdeteksi, dibandingkan dengan tingkat lain yang dilaporkan dalam literatur ilmiah, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang dan, terutama, dampak pada peternakan kerang di dekatnya,” jelas para peneliti dalam studi, sebagaimana dikabarkan Detik.com, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Mandalika, Sirkuit Terindah di Dunia? Ini Faktanya

Meskipun demikian, para ilmuwan menyebut studi ini merupakan gambaran awal yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa parameter nutrisi melebihi batas baku mutu air laut Indonesia.

Sementara itu berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, wilayah pesisir dan laut Indonesia sangat rentan terhadap berbagai ancaman pencemaran, baik berasal dari aktivitas manusia, industri, jalur transportasi, maupun aktivitas lainnya. Adapun beberapa hal yang mencemari laut adalah tumpahan minyak, sampah laut, dumping, limbah industri, dan kecelakaan kapal bermuatan bahan tambang.

Baca juga: Semarang-Pekalongan Terancam Tenggelam, DPRD Jateng Minta Pembangunan Pabrik di Pesisir Pantura Disetop

Pencemaran di laut baik disebabkan manusia secara langsung maupun tidak langsung ke dalam lingkungan laut yang mengakibatkan dapat buruk sedemikian rupa seperti kerusakan pada keberlangsungan kehidupan laut sehingga berbahaya bagi kesehatan, gangguan terhadap kegiatan di laut termasuk penangkapan ikan.

Hal ini tentunya akan menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem, habitat, biota laut dan penurunan kualitas lingkungan pesisir. Ancaman pencemaran tersebut apabila tidak ditangani secara tepat dapat mengakibatkan semakin meluasnya dampak negatif terhadap kehidupan manusia dan biota.

 

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif