Waduh, 10% Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten Belum Bersertifikat
Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). (Solopos.com-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 10% dari total lahan terdampak pembangunan jalan tol Solo-Jogja di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah belum bersertifikat. Ke depan, Badan Pertanahan Negara (BPN) Klaten bakal menerjunkan tim beranggotakan 60 petugas guna mengidentifikasi sekaligus menginventarisasi lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja.

Kepala BPN Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan puluhan petugas itu berasal dari BPN Klaten dengan dibantu pegawai dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten. BPN Klaten memiliki waktu 30 hari untuk menyelesaikan tahap identifikasi dan inventarisasi lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja.

"Hari ini, kami akan ke Semarang [membahas kelanjutan jalan tol Solo-Jogja]. Semoga, surat penugasan keluar pekan ini. Di waktu sebelumnya, kami sudah melakukan survei awal. Dari total bidang yang ada, 90% di antaranya sudah bersertifikat," katanya saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (23/9/2020).

Kisah Mbah Sarikem Wanita Tertua di Sragen, Usianya 1,1 Abad

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, panjang jalan tol Solo-Jogja mencapai 93 km. Dari panjang tersebut, 35,6 km berada di Jateng. Jalan tol Solo-Jogja yang melintasi Klaten mencapai 28 km.

Luas lahan di Klaten yang terdampak jalan tol Solo-Jogja berkisar 4.071 bidang dengan luas 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan.

Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol adalah Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

Penlok

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah meneken penetapan lokasi (penlok) jalan tol Solo-Jogja, 15 September 2020. Surat keputusan (SK) gubernur tertuang dalam nomor 590/48 Tahun 2020 tentang Penetapan Lokasi (Penlok) Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Tol Solo-Jogja.

Kisah Mbah Sarikem Wanita Tertua di Sragen, Usianya 1,1 Abad

Warga Klaten yang memiliki lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja diminta tidak mengutak-atik alias tidak mengalihkan kepemilikan lahannya ke orang lain.

"Penlok jalan tol Solo-Jogja kan sudah keluar. Kami akan mengidentifikasi sekaligus menginventarisasi lahan terdampak jalan tol itu," kata Kepala BPN Klaten, Agung Taufik Hidayat.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengimbau masyarakat terdampak jalan tol Solo-Jogja tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah. Pascadilakukan penlok, tahapan pembangunan jalan tol Solo-Jogja akan memasuki tahapan ganti untung.

"Soal ganti untung, yang akan menghiting dari tim appraisal," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom