Kategori: Solo

Wadaw! Calon Mobil Dinas Gibran Di Solo Kalah Kelas Dari Bupati Karanganyar Dan Wonogiri


Solopos.com/Kurniawan

Solopos.com, SOLO -- Gibran Rakabuming hampir pasti akan akan menggunakan mobil dinas atau mobdin bekas pendahulunya, FX Hadi Rudyatmo, pada masa-masa awal menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Mobil tersebut adalah Toyota Camry warna keluaran tahun 2012. APBD Solo 2021 belum menganggarkan pengadaan mobdin baru bagi Wali Kota. Artinya fasilitas mobdin yang akan dipakai Gibran masih kendaraan lama berusia hampir 10 tahun itu.

Harga seken atau bekas mobil berwarna hitam itu di kisaran Rp200 jutaan. Bila dibandingkan dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang mengendarai Jeep Wrangler Rubicon pengadaan 2019, mobdin Gibran kalah telak. Harga Jeep Wrangler Rubicon mencapai Rp1,9 miliar.

Baca Juga: Maturnuwun Pak Rudy: Banjir Karangan Bunga, Diarak Warga hingga Teteskan Air Mata

Mobil dinas Gibran sebagai Wali Kota Solo nantinya juga masih kalah dibandingkan mobdin Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, yang mengendarai Land Cruiser Prado keluaran 2016. Harga seken mobil ini masih tinggi, yaitu Rp850 juta hingga Rp1,1 miliar.

Harga tinggi mobil ini karena spesifikasi gahar Land Cruiser Prado. Politikus senior PDIP, Honda Hendarto, mengakui mobdin yang selama ini dipakai Wali Kota Solo kalah jauh bila dibandingkan kepala daerah lain. "Itu kalau dijual sekarang paling hanya Rp150 juta sampai Rp170 juta. Jika tidak salah harga barunya Rp400 jutaan," ujarnya, Kamis (18/2/2021).

Beberapa Kali Mogok

Kendati begitu, menurut Honda, kinerja Wali Kota Solo tidak kalah dari kepala daerah lainnya. Walau menggunakan mobdin yang terbilang tua, menurut Honda, kegiatan operasional Wali Kota tidak menurun. Gibran diharapkan bisa meneruskan tren yang sama meski dengan mobil dinas lama setelah nanti dilantik sebagai Wali Kota Solo.

Baca Juga: Lurah Pajang Solo Ajak Warga Cari Nama Kelurahan Baru Hasil Pemekaran, Punya Usul?

Honda mengatakan sebenarnya Pemkot Solo beberapa kali ingin mengganti mobdin Wali Kota dengan yang baru. Sebab menurut keterangan sopir Wali Kota, beberapa kali mobdin itu mengalami mogok.

"Seingat saya dua kali coba diajukan anggaran untuk penggantian mobdin. Karena menurut sopir Pak Rudy, mobdin sering rewel, beberapa kali mogok. Tapi Pak Rudy menolak," urainya.

Anggaran yang semula untuk pengadaan mobdin baru selanjutnya dialihkan untuk pendidikan. "Pak Rudy adalah sosok yang sederhana dan merakyat. Lebih mendahulukan kepentingan warganya ketimbang urusannya sendiri. Terima kasih, Pak Rudy," ungkapnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih