Logo Liga 1 Indonesia musim 2019. (Instagram-@liga1match)

Solopos.com, JAKARTA - VAR (Video Assistant Referee) merupakan teknologi untuk membantu wasit. Sejumlah liga-liga top Eropa mulai menggunakan teknologi ini. Kini, VAR diwacanakan ada di Liga 1 Indonesia.

Wacana itu muncul dalam rapat Komite Eksekutif PSSI yang berlangsung di Jakarta pada akhir pekan lalu. PSSI pun setuju dengan hal tersebut. Mereka lantas meminta PT LIB selaku opertor liga untuk mengkaji biaya anggaran, sementara PSSI sendiri menyiapkan kajian yang terkait regulasi berdasarkan peraturan FIFA.

"PSSI tentunya juga akan menyiapkan wasit-wasit terbaik yang nantinya bertugas di belakang layar dalam pengoperasian VAR," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, seperti dikutip dari situs resmi PSSI.

Tapi, Direktur Utama Interm PT Liga Indonesia Baru (LIB) sekaligus Anggota Komite Eksekutif PSSI, Dirk Soplanit, menilai penggunaan VAR tak bisa terburu-buru. Sebab, PT LIB harus menyiapkan banyak hal.

"Kami kemarin malam sempat rapat Exco untuk menjajaki kemungkinan penggunaan VAR. Tapi prosesnya memang tidak mudah, yang pertama kualifikasi wasit, infrastruktur di stadion memungkinkan atau tidak. Banyak hal yang harus dibicarakan. Memang perkiraan kami dengan syarat yang ada paling cepat kalau normal kami bisa menerapkan sampai 2021," ujar Dirk, dilansir detik.com, Selasa (28/5/2019).

"Tetapi dengan model seperti begini, bukan VAR tapi ada alat kontrol yang misalnya ada kejadian yang menjurus kontroversi, ya pakai alat rekaman atau apa yang bisa digunakan. Tapi ini masih dibicarakan, paling bertahaplah, soalnya infrastruktur tak murah," dia menambahkan.

Penggunaan VAR mencuat setelah banyaknya kasus kontroversial di sejumlah pertandingan. Kinerja wasit dianggap belum sepenuhnya memuaskan karena kerap melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten