Foto Ilustrasi Vaksin (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Wabah penyakit bisa diantisipasi dengan pembuatan vaksin yang sesuai. TNI mengatakan pemerintah harus membangun laboratorium untuk membikin vaksin.

Solopos.com, JAKARTA - Pemerintah harus membangun laboratorium yang dapat memproduksi vaksin untuk penyakit menular yang mewabah di dalam negeri.

Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayor Jenderal TNI Daniel Tjen, mengatakan wabah virus dapat melumpuhkan seluruh sektor yang ada di sebuah negara.

Untuk itu, pemerintah harus membangun laboratorium yang memadai untuk membuat vaksin dari setiap virus yang dapat mewabah di dalam negeri.

“Vaksin itu harus sesuai dengan jenis virus yang mewabah di suatu daerah. Indonesia pernah memiliki pengalaman menggunakan vaksin flu burung yang tidak sesuai dengan virus yang mewabah di dalam negeri,” katanya di Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Daniel menuturkan pembangunan fasilitas untuk deteksi dini tersebut juga dapat menghemat anggaran negara, karena harga vaksin yang dibeli dari luar negeri relatif mahal. Apalagi, setiap orang harus mendapatkan beberapa ampul vaksin untuk mengobatinya.

Menurut dia, pembelian vaksin dari luar negeri juga berisiko diintervensi oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi yang terjadi di dalam negeri.

Pasalnya, pemerintah tidak dapat mengontrol proses pembuatan vaksinnya, karena di luar wilayah Indonesia.

“Misalnya virus flu burung dibawa dari Indonesia ke Hong Kong. Itu kan sangat berisiko dimasuki investor yang ingin mengambil keuntungan dengan menjual vaksin itu kembali ke dalam negeri,” ujar dia.

Kasus flu burung, lanjut Daniel, harus menjadi pelajaran bagi semua pemangku kepentingan, agar Indonesia memiliki kemandirian dalam memproduksi vaksin dari setiap virus yang dapat mewabah di dalam negeri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten