Wabah Distemper Bikin Banyak Kucing Mati di Karanganyar, Ini Penjelasan Dokter Hewan
Dokter Hewan Linda Kristina Indriati memeriksa kucing di Klinik Hewan Linda, Karanganyar, Rabu (29/1/2020). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Fenomena kematian massal kucing akibat virus distemper di Jaten, Karanganyar, dalam sepekan terakhir ditanggapi dokter hewan sebagai fenomena wajar ketika memasuki musim hujan.

Di musim tersebut, beberapa klinik hewan melayani kasus kucing terjangkit distemper lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

27 Kucing di Jaten Karanganyar Mati Massal Terjangkit Virus

Dokter Hewan Puskeswan Karanganyar, Fatkhurahman, mengatakan musim pancaroba merupakan momen virus distemper menyerang kucing.

Driver Ojol Asal Sragen Dibacok dan Dibegal Penumpang di Magelang

Virus tersebut menyerang organ pencernaan kucing yang akhirnya menyebabkan kucing mengalami gejala muntah, nafsu makan turun, diare yang berujung dehidrasi bahkan kematian.

Meski begitu, dia menegaskan virus distemper hanya menular antarhewan dan tidak ke manusia.

Driver Ojol Cantik Ini Melawan saat Dipepet Penumpang Laki-laki Nakal

“Di musim seperti ini biasanya memang kucing daya tahan tubuhnya lemah. Ada yang pilek dan lain-lain. Kemudian lemahnya kekebalan tubuh menjadi peluang bagi virus distemper atau panleu menyerang. Kalau sudah terkena virus tersebut mereka akan kehilangan nutrisi dan harapan hidupnya rendah. Kebanyakan berujung mati. Karena memang belum ada obatnya,” beber dia ketika berbincang dengan Solopos.com, Rabu (29/1/2020).

Menurut Fatkhurahman, periode wabah distemper biasanya terjadi di Desember hingga Maret. Kasus kucing distemper yang ditangani pun meningkat drastis.

Mahasiswi Cantik UNS Solo Sukses Jualan Sari Lemon Beromzet Ratusan Juta

Jika pada bulan lain hanya satu kasus, pada kurun waktu sepekan ini dia sudah menerima pasien kucing distemper sebanyak empat ekor.

“Memang siklusnya banyak. Pemicunya karena cuaca. Akan lebih berisiko untuk kucing yang belum divaksin. Harapan hidupnya lebih rendah dibandingkan yang sudah divaksin,” imbuh dia.

27 Tahun Mengurung Diri di Rumah, Perempuan Ini Ditemukan Mirip Genderuwo

Hal senada diungkapkan dokter klinik hewan Linda, Linda Kristina Indriati. Dia mengatakan pada Januari sudah menangani sekitar 20 kasus kucing kena distemper. Angka tersebut jauh lebih banyak dibandingkan bulan lain yang hanya sekitar 10 kasus.

Meskipun begitu, dia menganggap fenomena tersebut sudah sering terjadi ketika musim hujan.

Bocah Anggota PSHT Sragen Meninggal Seusai Latihan, Pelatih Bebas Jeratan Hukum

“Memang musimnya ini kucing rentan terjangkit distemper. Kalau kasus yang di Jaten itu kemungkinan karena banyak kucing dan dibiarkan interaksi jadi penyebaran virusnya lebih cepat. Makanya ada banyak sekali yang mati karena distemper,” beber dia.

Pada awal tahun ini dia juga mengungkapkan permintaan vaksin untuk kucing meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dia menjelaskan pada Januari sudah ada sekitar 40 kucing yang divaksin dari 50 kucing yang diperiksa.

Merinding! Cerita Driver Ojol Antar Makanan ke TPU Purwoloyo Solo

Dia menyarankan saat musim wabah distemper agar tidak membiarkan kucing berkeliaran di luar rumah.

“Permintaan memang naik terus. Karena sekarang pemilik kucing sudah semakin sadar kalau kesehatan hewan piaraan mereka itu perlu diperhatikan,” kata dia.

Gejala hingga Cara Pencegahan Virus Corona

Sementara itu, Founder Rumah Difabel Meong, Ning Hening, mengakui banyak pencinta kucing yang resah dengan wabah distemper yang menyerang hewan kesayangan mereka. Peluang hidup kucing yang terjangkit virus tersebut rendah.

Informasi dari jaringan pencinta kucing, sejak Oktober tahun lalu banyak kucing yang terjangkit virus tersebut.

Kisah Pilu Rehan, Bocah SD Wonogiri yang Terpaksa Sering Bolos karena Urus Nenek

“Kami ada banyak jaringan pencinta kucing. Di wilayah lain virus ini juga mewabah. Tapi ini memang lumrah terjadi sejak Oktober hingga Maret ketika peralihan musim,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan wabah virus menyerang puluhan kucing di Kecamatan Jaten dalam sepekan terakhir yang mengakibatkan kematian massal kucing-kucing tersebut.

Pemkot Solo Bangun Taman Air Apung Senilai Rp50 Miliar, di Sini Lokasinya

Kematian kucing tersebut diduga lantaran terjangkit virus distemper yang menyerang organ pencernaan.

Camat Jaten, Aji Pratama Heru Kristanto, mengatakan berdasarkan laporan yang dia peroleh, terdapat sekitar 27 ekor kucing mati di Jaten.

Kisah Mistis Driver Taksi Online Mengaku Angkut Sepasang Kekasih, Seperti Habis Keramas

Menurutnya setelah adanya fenomena tersebut Pemkab Karanganyar langsung mendata dan memeriksa di lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, puluhan kucing tersebut mati lantaran terjangkit virus distemper.

Bakal Jadi Miliarder, Warga Kebonarum Klaten Ini Malah Galau

“Memang benar ada fenomena tersebut dan langsung dari dinas terkait mendatangi lokasi untuk memeriksa. Dari pemeriksaan kucing itu terkena wabah distemper yang tidak menular ke manusia,” papar dia.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom