Wabah Corona, 35 Atlet Paralimpik Bertahan di Kota Solo
Atlet paralimpik Indonesia. (Antara/Yulius Satria Wijaya)

Solopos.com, SOLO — National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) belum berencana memulangkan 35 atlet paralimpik yang tengah menjalani pemusatan latihan (pelatnas) di Kota Solo.

NPCI masih menunggu kepastian Paralympic Tokyo 2020 yang sedianya digelar 25 Agustus-6 September. Kebijakan ini bertolak belakang dengan pemulangan 269 atlet paralimpik yang tengah menjalani pelatnas ASEAN Para Games (APG) Filipina lantaran pandemi virus Corona.

Wabah Corona, Foto Salelit NASA Buktikan Bumi Sedang “Sembuhkan Diri”

Sekjen NPCI, Rima Ferdiyanto, mengatakan 35 atlet yang disiapkan untuk ajang Tokyo tetap menjalani latihan seperti biasa. Hingga Jumat (20/3/2020), pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan apapun soal penundaan Paralympic Tokyo maupun Olimpiade Tokyo 2020.

“Kalau Paralympic ditunda, akan ada pemulangan juga [terhadap 35 atlet]. Masalahnya sampai sekarang kami belum mendapat kepastian soal itu,” ujar Rima saat ditemui wartawan di Kantor NPCI di Jebres, Solo.

Rima mengakui persiapan kontingen menghadapi ajang Paralympic kurang ideal menyusul pandemi Covid-19 di penjuru dunia. Menurut Rima, enam event yang mestinya bisa menjadi pemanasan menuju ajang bergengsi telah ditunda lantaran wabah Corona. Padahal event itu juga bermanfaat untuk mencari poin demi kualifikasi ke ajang Paralympic.

Ojek Online Soloraya Tetap Jalan Meski Terancam Corona, Ada Trik Jaga Kesehatan?

“Ada banyak event internasional yang dibatalkan. Namun pelatnas sementara tetap berjalan sembari menunggu pengumuman berikutnya. Kami akan pantau kegiatan sesuai protokoler arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang diberikan 17 Maret kemarin,” jelas Rima.

Belum Perlu Ditunda

Sementara itu, Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, menilai Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar 24 Juli-9 Agustus masih belum perlu ditunda. Dengan demikian ajang Paralympic yang mengiringinya berjalan sesuai jadwal. Namun dia mengaku sudah mempersiapkan skenario jika ajang tersebut harus ditunda.

“Tentu saja kami mempertimbangkan beberapa skenario berbeda. Namun, tidak seperti kebanyakan organisasi olahraga atau liga profesional lainnya, kami baru menggelarnya empat bulan lagi,” kata Bach.

Objek Wisata Pemkab Klaten Ditutup, Pendapatan Hilang Puluhan Juta Rupiah

Jepang sendiri berikeras menggelar Olimpiade tepat waktu di tengah ancaman pandemi Corona. Namun sejumlah pihak juga terus menekan agar Olimpiade ditunda. Apalagi ajang lain sepeti Euro 2020, yang juga diadakan setiap empat tahun juga akhirnya mundur ke 2021.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom