Vonis Djoko Tjandra Disunat Jadi 3,5 Tahun Penjara, MAKI: Gara-Gara Jaksa Pinangki

MAKI menyebut pemangkasan hukuman jaksa Pinangki mempengaruhi putusan PT yang memotong vonis Djoko Tanjdra.

 Terpidana kasus suap, Djoko Tjandra. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Terpidana kasus suap, Djoko Tjandra. (detik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Pemotongan hukuman oleh kembali terjadi di kasus yang melibatkan Djoko Tjandra. Setelah Pengadilan Tinggi Jakarta memangkas hukuman Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara, kini giliran Djoko Tjandra.

Hukuman terpidana kasus suap Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo itu dipangkas setahun, dari 4,5 tahun menjadi 3,5 tahun penjara. Pemangkasan itu dilakukan hakim Pengadilan Tinggi Jakarta.

Diskon hukuman Djoko Tjandra menuai sorotan, salah satunya dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menilai putusan itu imbas dari pemangkasan besar-besaran hukuman jaksa Pinangki.  “Jadi tampaknya hakim tersandera dengan putusan Pinangki,” kata Boyamin, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga: Pengadilan Tinggi Pangkas Hukuman Jaksa Pinangki dari 10 Jadi 4 Tahun, JPU Belum Bersikap

Boyamin lantas menyinggung aturan hukum RI yang berprinsip kalau hukuman penyuap tidak lebih besar dari hukuman yang disuap.

Oleh karena itulah menurutnya, hakim tersandera dengan putusan hukuman Pinangki. Sehingga hukuman Djoko Tjandra tidak lebih besar dari Pinangki.

“Karena Pinangki sudah terlanjur divonis 4 tahun maka penyuapnya adalah di bawah yang disuap. Rumus hukum Indonesia kan begitu jadi antara yang penyuap dan yang disuap adalah lebih berat yang disuap, kalo Pinangki 4 tahun maka Djoko Tjandra ya turun di bawahnya,” ujar Boyamin.

Sengakarut Hukum

Boyamin menilai dasar pemberian hukuman saat ini tidak lagi terarah. Dia lantas ragu jaksa akan mengajukan kasasi atas putusan Djoko Tjandra itu. Sebab menurutnya akan susah dikabulkan karena putusan Pinangki sudah inkrah.

“Makanya sejak dulu saya minta jaksa untuk banding (Pinangki) itu adalah dalam rangka memenuhi rasa keadilan karena hakim pengadilan negeri yang memvonis 10 tahun itulah yang adil. Karena Pinangki divonis 3 perkara korupsi berkaitan dengan suap, terus pencucian uang, dan persekongkolan jahat,” ujarnya.

Baca Juga: Vonis Pinangki Dikorting 6 Tahun, MAKI Tak Tinggal Diam

“Jadi inilah yang menjadi sengkarut dan menjadi belepotannya pemberian hukuman kepada pihak-pihak terkait, dan seperti misalnya Napoleon Bonaparte 4 tahun itu kan seakan-akan dibuat sama dengan Pinangki sudah sulit lagi diturunkan. Saya jadi ragu nantinya apakah jaksa akan mengajukan kasasi terkait putusan Djoko Tjandra yang turun ini. Jadi ini nampaknya yang jadi masalah itu hakim di tingkat banding yang memvonis Pinangki turun dari 10 ke 4 tahun,” tutur Boyamin.

Sebelumnya, di tingkat pertama, Djoko Tjandra divonis 4,5 tahun penjara karena menyuap Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo terkait pengurusan penghapusan DPO di Imigrasi serta memberi suap ke Pinangki Sirna Malasari selaku jaksa pada Kejagung berkaitan dengan upaya permohonan fatwa MA agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi jika pulang ke Indonesia. Di tingkat banding, hukuman Djoko disunat.

“Menjatuhkan pidana oleh karenanya terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan 6 (enam) bulan dan pidana denda sebesar Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan,” demikian bunyi putusan banding yang dilansir website MA, Rabu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Alex dan Azis, Dua Batu Sandungan Partai Golkar Menuju 2024

Alex Noordin dan Azis Syamsuddin telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi yang berbeda.

Resmi! Eks Mensos Juliari Batubara Jadi Penghuni LP Tangerang.

Bila harta Juliari tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Dari Teman, Kini SBY dan Yusril Saling Berhadapan

Yusril berpendapat jangan ada partai yang dibentuk dan dikelola 'suka-suka' oleh para pendiri atau tokoh-tokoh penting yang dilegitimasi oleh AD/ART.

Sebelum Azis, 2 Pimpinan DPR Ini Lebih Dulu Jadi Pesakitan. Siapa Mereka?

Setya Novanto sempat mundur sebagai Ketua DPR pada Desember 2015.

Tuhan Tidak Tidur, Benarkah Azis Syamsuddin Tersangka?

Ketua KPK Firli Bahuri menunggu kedatangan Azis Syamsuddin pada Jumat (24/9/2021) besok.

Indahnya Musim Gugur di UNS Solo, Bikin Kangen Deh

Musim gugur di UNS Solo tiba yang ditandai dengan bunga angsana berguguran di kawasan danau setempat.

Kronologi Detail OTT Bupati Kolaka Timur yang Tersandung Suap Rp250 Juta

Kronologi detail konspirasi Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur, untuk berbuat curang dalam sejumlah proyek bersumber dana bantuan BNPB diungkap KPK.

Profil Bupati 99 Hari Andi Merya Nur yang Terjaring OTT KPK

Perempuan 37 tahun, Andi Merya Nur, terjaring OTT KPK saat baru 99 hari menjabat Bupati Kolaka Timur.

Mendagri Perintahkan PPKM Level 3, Kota di Jatim ini Pilih Level 2

Pemerintah Kota Blitar lebih memilih mengikuti hasil asesmen Kemenkes yang menyebut wilayah mereka masuk kategori PPKM Level 2 ketimbang Instruksi Mendagri yang menyebut PPKM level 3.

SMA Batik 1 Solo Raih Sekolah Favorit di H3ystar Virtual Festival

SMA Batik 1 Solo terpilih sebagai pemenang sekolah favorit di ajang H3ystar Virtual Festival yang diadakan oleh 3 Indonesia.

Sentil Masih Adanya Politisasi Vaksin, Ini Isi Pidato Jokowi di Sidang Umum PBB

Selain menyentil masih adanya politisasi dan diskriminasi distribusi vaksin Covid-19, Presiden Jokowi juga menyebut perlu adanya kerja sama antarnegara untuk memulihkan ekonomi.

Round Up: Dari Luhut Gerah Difitnah Hingga Bupati Kolaka Timur di-OTT KPK

Kemarin, Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya dengan tudingan fitnah dan pencemaran nama baik. Selain itu, ada pula OTT KPK terhadap Bupati Kolaka Timur.

Pandemi Covid-19 Diklaim Terkendali, Pemerintah Beberkan Buktinya

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan membeberkan bukti pandemi Covid-19 di Indonesia telah terkendali.

Solopos Hari Ini: Klaster-Klaster PTM Bermunculan

Sesuai prediksi, pelaksanaan PTM bakal menimbulkan klaster baru dengan korban para siswa jika tak hati-hati. Dan itu terjadi.

10 Berita Terpopuler : Desain Unik Tol Solo-Jogja di Klaten - Jadwal Liga 2 Persis Solo

Ulasan tentang desain unik tol Solo-Jogja hingga jadwal Persis Solo di Liga 2 masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.